
Setelah naya dan Affandra menunggu di ruang kerja nya Azzam dan juga naya berjalan ke ruangan Sang papah " Apa yang akan mereka bahas kak.? " tanya naya cemas " Apa mereka mengetahui hubungan kita.? "
Azzam memegang tangan Naya agar dia tidak merasa cemas lagi " Tenang aja ada aku di sini, aku akan selalu mempertahan kan hubungan kita "
" Tapi bagai mana kalo mamah Kania dan juga om Affandra ngasih cek ke aku dengan nilai puluhan juta,Asalkan aku meninggalkan kakak, seperti di novel_novel" Ucap polos naya
"Berani kamu ngomong sepeti itu lagi aku ciu* kamu di depan orang tua aku " Kata Azzam "Makanya kurangi baca novel, ini dunia nyata bukan dunia halu ema daster " balas Azzam
"Itu kakak tau novel ema daster yang sering aku baca "
"Bagai mana aku tidak tau, kalo di saat kita bersama kamu suka baca novel ema daster sampai senyum_senyum sendiri kaya" Balas Azzam sebal " Sudah kamu tenang aja "
Tok.. Tok.. Tok...
"Masuk " Jawab Affandra, lalau Azzam dan naya pun masuk di dalam sudah ada mamah nya yang duduk di sopa "Duduk lah " Pinta Affandra
Azzam dan Kania pun duduk di sopa " Ada apa papah dan mamah memanggil kita.? " Tanya Azzam
Affandra melemparkan sebuah Foto, foto dimana Saat Azzam mencium Kania di taman belakang " Bisa jelaskan ini "
__ADS_1
Kania langsung tersimpuh di bawah " Maaf kan Aku om, karena aku sudah lancang mencintai Anak om " lirih naya yang masih duduk di bawah
Azzam yang melihat naya bersimpuh iya pun mengikuti dan memegang tangan naya " Maafkan aku mah, pah, aku mencintai naya, aku tidak ingin pisah dengan nya, jika mamah dan papah akan memberikan cek kepada naya agar naya meninggalkan ku, aku akan pergi dari rumah ini, Ini bukan dunia novel pah, mah, aku mohon restuin kami "
Kata nya jangan bawa_bawa dunia novel tapi apa tadi katanya, menyebalkan " batin naya
Affandra dan Kania saling lirik melihat aksi pasangan ini " Siapa yang mau memberikan cek kepada naya, dari pada papah memberikan nya cek mending papah kasih ke mamah mu untuk pergi ke salon " Balas Affandra melirik ke arah sang istri
Azzam dan naya saling tatap "Lalu apa maksud tujuan papah dan mamah memanggil kita.? " tanya Azzam heran
"Duduk lah dulu nak, sepeti tidak ada kursi saja " balas Affandra dingin, Azzam dan naya pun duduk di kursi "Sudah tenang sekang.? Papah mau ngomong kepada kalian namun jangan kalian potong omongan papah "
"Papah dan mamah ingin kalian secepatnya menikah, tidak ada penolakan dan tidak ada bantahan, satu minggu lagi kalian akan menikah, dan buat kamu naya kamu kasih kabar kepada kepada kedua orang tua mu bahwa kami akan datang ke rumah mu besok untuk melamar " Ucap Affan
"Tapi bagaimana dengan kuliah kita.? " tanya azzam
"Apa kamu masih tidak mampu untuk membiayai kuliah istrimu nanti.? Se miskin itukah kamu? apa gajih dan bonus yang papah berikan apa masih tidak cukup untuk membina rumah tangga kalian.? Tanya Affandra tegas
" Cukup pah " Balas Azzam, di hati nya ia sangat berbunga-bunga ketika ia tau mau di nikahi dengan wanita pujaan nya
__ADS_1
Affandra tau kalo naya sedang gelisah, ia juga sudah tau tentang Naya yang selalu di perilakukan tidak baik oleh kedua orang tua nya " Sayang besok pagi kamu pulang dulu ke rumah ibu mu ya, nanti sore kami sekeluarga akan datang untuk melamar mu " Kata kania lembut
Naya menganggukan kepalanya
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.