
Affandra sudah mengirim pesan kepada Davanka, jika korban sudah sadar sebisa mungkin supaya si korban tidak membawa masalah ini ke jalur hukum, berapapun yang si korban minta di kasih saja asal jangan membawa nya ke jalur hukum, karena ia tidak akan tega melihat adik nya harus berada di jeruji besi di usia yang masih muda, karena masa depan dia masih panjang.
Kini Affandra sedang menidurkan Kania di tempat tidur tidak henti_hentinnya ia mengelus perut rata Kania,sedangkan Kania sedang tertidur lelap, ia akan beristirahat sebentar lalu akan pergi ke rumah sakit untuk menemani hani di sana..
Affandra turun ke bawah untuk ke ruangan kerja nya, namun sebelum itu ia mengumpulkan Pelayan dan koki ia mengumumkan kehamilan Kania tidak lupa ia juga menyuruh koki untuk memasak makanan yang sehat untuk ibu hamil, setelah itu ia masuk ke ruangan nya dan membaca laporan yang di kirim oleh anak buah nya tentang latar belakang gadis yang di tabrak Oleh sang adik
Begitu terkejut ketika Affandra membaca laporan dari anak buah nya ternyata gadis itu seorang yatim piatu ia hanya tinggal seorang diri dan bekerja serabutan, Affandra mengetuk meja nya dengan jari tangan nya ia sedang berpikir keras ia tidak ingin adik nya sampai terkena kasus
Tok.. tok.. tok..
" Masuk"
__ADS_1
Kania membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan sang kekasih dengan baju yang sudah rapih " Sayang.. "
Affandra tersenyum melihat calon ibu dari anak_anak nya " Ada, kenapa sudah bangun.? " Ucap Affandra sambil berjalan ke arah Kania dan mengecup kening Kania
" Aku terbangun karena tidak ada dirimu di samping ku " Jawab Kania " Lagian kan aku harus ke rumah sakit menemani hani, kasian dia di sana sendiri pasti ia ketakutan "
Affandra melepas pelukan nya dan memegang kedua pundak Kania" Di sana sudah ada Davanka yang menemani nya, tapi jika hanya ingin menjenguk ya sudah tidak apa_apa biar aku temani "
" Iyah sayang, sekalian aku membawakan makanan dan juga bajun ganti untuk hani "
Sesampai nya di rumah sakit Kania langsung menuju ruangan gadis korban itu
__ADS_1
Tok.. tok.. tok..
Hani pun membuka pintu ruangan, ternyata gadis korban itu sudah siuman " Kak, kakak datang.? kakak sesniri.?" tanya hani
" Iyah, ini kakak bawakan baju ganti dan juga makan malam untuk mu, kakak berdua dengan kakak mu ia tadi ngobrol dulu bersama Davanka di depan " Jawab Kania lembut, lalu ia melihat gadis itu " Hai gimana ke adaan mu.? " tany Kania
Gadis itu hanya diam dan menatap Kania " Dia hilang ingatan kak" lirih hani
" Yang sabar ya, maaf kan adik aku ini " ucap Kania lembut dan mengelus lengan si gadis itu, Kania sangat kasian melihat nya, apa lagi ketika dengar penjelasan dari Affandra kalo gadis ini hilang ingatan
" Lalu apa rencana selanjut nya.? " tanya Kania kepada hani
__ADS_1
"Gak tau kak, kalo aku bawa dia ke rumah apa kakak Affandra akan mengijinkan.? " tanya Hani
" Coba saja kamu bicara sama kakak mu, nanti kakak bantu " jawab Kania " Kamu makan dulu han, dari tadi siang pasti blm makan" suruh Kania