
Pagi ini Kania sudah siap dan sudah menyiapkan perlengkapan untuk calon suami nya, Tadi ia mandi terlebih dahulu karena kalo mandi nunggu Calon suami uh bisa_bisa bukan sekedar mandi malah berolahraga
"Sayang ini baju nya sudah aku siapkan " Kata Kania, melihat Affandra yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan balutan handuk di pinggang nya
"Terimakasih sayang" Balas Affandra mengambil baju dan memakai nya
"Apa kamu akan terus bekerja sayang.? " Tanya Affandra
Ini nih yang di takut kan Kania, ia takut kalo Affandra akan menyuruhnya berhenti bekerja dengan kondisi sekarang yang sedang hamil " Sayang, Apa aku boleh minta permintaan.? " tanya Kania dengan wajah yang sangat imut
"Kamu sangat imut sayang" Balas Affandra sambil mencubit pipi Kania "Apapun itu sayang"
"Ijinkan aku untuk tetap bekerja sayang, jika aku sudah tidak kuat aku janji aku akan berhenti bekerja " Ucap memelas Kania dengan tangan yang meraba bidang dada calon suami nya itu
"Aku sudah curiga, pasti permintaan kamu itu yang seperti ini " Jawab Affandra " Selama kamu kuat selama kamu suka aku tidak jadi masalah, asalkan kamu dan calon anak kita sehat sayang, jika kamu sudah lelah langsung lah berhenti, sebenarnya aku tidak ingin kamu terlalu lelah tapi apa boleh buat demi ke bahagian mu aku mengalah " Balas Affandra sambil mengelus pipi calon istri nya
__ADS_1
Kania langsung memeluk Affandra ia sangat bahagia calon suami nya ini bisa memahami nya" Terimakasih sayang "
"Sama_sma selama kamu bahagia sayang " Balas Affandra " Ayo kita turun mereka pasti sudah menunggu kita " Ajak Affandra
Affandra dan Kania pun turun ke bawah dengan berpegangan tangan " Selamat pagi semua nya " Sapa Kania
"Pagi kakak" Balas hani
"Pagi juga nyonya "
Jesy benar-benar muak melihat wajah Kania yang selalu memasang wajah bahagia, Apalagi ia sudah beberapa kali gagal merayu Affandra kebencian pun semakin menumpuk kepada Kania " Awas aja kamu kania, nikmati lah masa_masa akhir bahagia mu, sebentar lagi kamu akan menangis darah " Batin jesy penuh percaya diri "Sebentar lagi aku lah nyonya di rumah ini "
Seperti biasa Kania akan duduk di samping Affandra, ia langsung menaruh nasi dan lauk pauk di atas piring Affandra " Sayang aku ingin makan satu piring dengan mu " Pinta Affandra
"Baiklah sayang " Balas Kania lembut
__ADS_1
Hani memandang kakak dan calon kakak ipar nya itu sangat romantis, ia meleleh melihat kemesraan mereka, hani menyenggol kaki Davanka dengan tatapan penuh arti, namun davank tidak peka Ia malah menyenggol balik
"Is.. menyebalkan" Gumam hani
"Sialan mereka malah bermesraan di depan Aku " batin jesy dengan tangan yang di kepalkan nya di bawah meja
" Jangan pakai sendok sayang, aku ingin pakai tangan mu " Pinta Affandra dengan wajah yang sangat imut
"Is sejak kapan kakak bisa bermuka imut seperti itu? " Tanya hani tidak percaya
"Kenapa dia selalu manis kalo di depan wanita jala*g ini, tapi kalo menatap ku ia selalu sinis dan ketus " Batin jesy sebal , ia pun memalingkan wajah nya ke arah lain
"Diyam" Ucap Affandra tegas dengan tatapan yang akan membunuh
Kania tidak menghiraukan mereka ia menikmati makanan nya sambil menyuapi baby besar dengan tangan nya
__ADS_1