
wanita itu langsung diyam membisu ia baru sadar kalo prilakunya itu membuat gagal untuk ke langsungan butik nya " Sa_saya minta maaf nona, tapi bukan nya itu hal biasa untuk di lakukan? " Ucap nya tanpa meras bersalah
Kania tersenyum simpul " Tapi maaf saya sudah tidak ingin memakai gaun rancangan mu, lain kali jaga lah sikap mu itu " Ucap Kania sambil meninggalkan Pengelola butik
Pengelola butik itu langsung terduduk lemas, apa lagi ia sekarang sedang membutuh kan modal untuk mengembangkan butik nya
Sedangkan di dalam mobil tidak ada pembicaraan Kania terdiam sambil menatap ke arah luar
"Ada apa sayang, kenapa diyam saja?" tanya lembut Affandra
"Tidak ada apa-apa mungkin Karena lelah" jawab singkat Kania
Affandra merasa ada sesuatu yang bikin mood nya Kania tidak biak " Baik lah kalo begitu, kita lanjut kan besok lagi untuk mencari gaun pengantin nya "
Kania hanya menggunakan kepala nya dan bersandar ke belakang Tanpa terasa Kania terlelap tidur, sesampai nya di rumah Affandra langsung memangku kania, karena ia tidak tega jika harus membangunkan Kania yang sedang tertidur lelap
Ruang tamu ada hani dan juga jesy yang sedang menonton TV " kakak sudah pulang " sapa hani, namun bukan menjawab Affandra langsung menaiki tangga dan masuk ke kamar nya
__ADS_1
Tidak merasa terusik Kania masih terlelap tidur, Affandra pun membaringkan tubuh Kania di tempat tidur, lalu ia mengecup kening kania, Ia pun langsung membersihkan tubuh nya
"Jangan hiraukan kakak ku, dia memang begitu " Ucap hani sambil memakan cemilan nya, Ucapan hani membangun kan lamunan Jesy yang melihat Incaran nya itu sedang menggendong Kania
" oh i_iya " Jawab jesy
Jam makan malam pun telah tiba, pelayan sudah menata semua makan di atas meja makan, Di sana sudah ada jesy, hani, dan Davanka , mereka masih menunggu kakaknya untuk turun " Kakak kebiasaan pasti telat " sebel Hani
"Sabar sebentar lagi juga pasti turun" Ucap Davanka lembut, Hani tersenyum dan menganggukan kepala nya, ia tidak akan bisa berkata apa_apa jika sang pujaan hati sudah berkata
" Biar aku susul aja giman.? " tanya Jesy dengan penuh harap
" Selamat malam semua nya " sapa Kania sambil mendorong kursi nya
"Selamat malam kakak " jawab hani
jesy begitu senang melihat incaran nya sudah berada di meja makan ia pun akan bersikap manis supaya incaran nya tidak kabur "Biar saya ambilkan tuan" ucap jesy percaya diri sambil mengambil piring Affandra
__ADS_1
Kania dan yang lain melihat perilaku jesy sungguh tidak di percaya, ia sangat berani sekali kepada Affandra
Brak...
Affandra memukul meja makan "Jangan pernah kamu sentuh piring ku dengan tangan mu " marah Affandra sambil melotot ke arah jesy
Jesy langsung mematung ia langsung menaruh piring nya kembali
"Pelayan " teriak Affandra
"Iya tuan "
" ambilkan piring yang baru" Pinta Affandra " Hani kasih tau kepada nya apa saja peraturan di rumah ini " ucap tegas Affandra
Kania yang melihat Affandra marah ia mengelus_ngelus lengan calon suami nya supaya tidak semakin marah " Sudah, mari kita lanjut makan malam nya " ajak Kania
Setelah piring datang, Kania pun langsung menaruh nasi dan lauk pauk di piring Affandra
__ADS_1
Jesy yang melihat itu begitu aneh, kenapa dia tidak marah tapi kepadaku dia sampai menggebrak meja segala, Apa memang hanya sodara nya saja yang boleh melakukan itu