
SATU MINGGU KEMUDIAN.
Hari ini hari senin, hari pertama mereka ujian terakhir, kemarin Naya sudah meminta do'a kepada ibu angkat nya itu agar di permudahkan dalam mengisi soal_soal ujian, namun bukan nya memberikan doa ibu sambung nya itu malah meminta uang untuk belanja dan tidak lupa cacian yang di berikan oleh ibu angkat nya itu karena naya tidak bisa memberikan nya uang, naya memang belum gajian makanya ia tidak memberi uang kepada ibu angkat nya, namun naya janji jika dia gajian ia akan memberikan nya kepada ibu angkat nya.
Perih itu lah yang di rasakan naya, namun bagai mana lagi naya juga sadar diri kalo tidak ada mereka mungkin saat ini naya tidak akan tumbuh seperti saat ini dan bisa menikmati masa_masa sekolah, Naya hanya bisa sabar dan menguatkan diri nya sendiri "Kamu pasti bisa naya " itu lah yang selalu naya ucapkan
"Naya kita pasti bisa " ucap Azima kepada naya, naya menganggukan kepala nya, dan mulai mengisi soal_soal
DI PULAU A
"Sayang kapan kita akan pulang aku rindu anak_anak dan rumah" keluh Kania merasa bosan berada di pulau ini karena yang meraka lakukan hanya diam di kamar dan berolahraga
"Nanti sayang ketika anak_anak kita selesai ujian baru kita pulang " Jawab Affandra mengelus pucuk kepala Kania
__ADS_1
"Kenapa harus menunggu mereka selesai.? Memang nya sekarang tidak bisa " Tanya Kania agak kesal
Affandra tersenyum "Aku ingin memberikan kejutan untuk anak-anak kita " balas Affandra
"Heum.. "
"Sayang bagai mana kalau kita nikah kan saja naya dengan Azzam.? " tanya sang suami
"Kenapa memang nya. ? " tanya Kania melepaskan pelukan dari suami nya..
"Aku sih ikut saja, kalo itu yang terbaik kenapa tidak, Tapi apa mereka akan setuju? " tanya Kania
"Mereka harus setuju, memang nya aku tidak tau kalo mereka suka jalan berdua di belakang kita, bahkan sudah berani berciu*n di taman belakang" ucap Affandra sebal, waktu itu Affandra sedang mengecek CCTV rumah betapa kaget nya ketika Affandra melihat pemandangan yang tidak seharusnya ia lihat, Awal nya tampak biasa saja mereka sedang bermain ber4 di taman tapi setelah kepergian Anto dan Azima, Azzam langsung memeluk dan menc** Naya
__ADS_1
"Benar kah.? apa mereka melakukan lebih " Tanya Kania penasaran
"Tidak! itu tidak akan pernah terjadi sebelum mereka menikah, makanya aku menginginkan mereka menikah secepatnya Agar menghindari hal seperti itu "
"Ha ha ha.. baik lah.. makanya ayo kita pulang aku sudah tidak sabar "
"Dari pada memikirkan mereka mending kita olah raga di atas tempat tidur " Bisik Affandra yang tangan nya sudah masuk kedalam rok sang istri, dan memainkan jari_jari nya di biji ketumbar, dengan lihai nya Affandra menikmati bi** manis sang istri
"Aahhh... sayang... " Racau Kania
Setelah puas Affandra menc*** Leher Kania dengan penuh nap** ia pun turun ke gunung kembar milik Kania dan menggigit buah ceri " Aw... "
Affandra memasukan jari_jari nya kedalam ladang milik Kania, dengan dua jari, semakin gerakan nya cepat semakin di sukai oleh Kania, setelah basah Affandra menji** jari basah nya dan lid** nya masuk ke ladang, Kania semakin ke nikmatin entah berapa kali Kania pelampiasan di bawah sana sudah basah namun di jila* oleh Affandra sehingga Tidak terlalu basah...
__ADS_1
Kania meremas kepala Affandra dan mendorong nya agar semakin dalam, Setelah puas kini giliran Kania yang bermain di bawah sana, Kania menj** telor belut listrik lalu pindah ke belum listrik yang semakin menegang, Kania tersenyum lalu ia duduk di paha Affandra dan memasukan belut listrik kedalam Ladang nya, Kania menari_nari di atas sana sehingga belut listrik pun memuntahkan aliran listrik nya "Aaaaahhhhh...." desah mereka berdua ketika belut listrik memuntahkan aliran listrik nya