Gadis Cantik Itu Milikku

Gadis Cantik Itu Milikku
ANTARA BAHAGIA DAN SEDIH


__ADS_3

Kania dan hani langsung berdiri menghampiri suster" Ny maaf, Anda tidak bisa ikut donor " Ucap suster itu


" Kenapa dok, apa darah saya tidak cocok.? " Tanya Kania


"Selain tidak cocok, Anda juga sedang mengandung, selamat ya Ny " Ucap suster itu ikut bahagia


Kania dan hani saling pandang " Ha_hamil" Ucap Kania tidak percaya


" Iya Ny, biar lebih jelasnya silahkan di periksa ke bagian kandungan, saya permisi dulu" ucap Suster sambil meninggalkan Kania yang masih mematung


"Kakak... " lirih hani

__ADS_1


"Aku harus bagaimana ini" Kania terduduk lemas mendengar ucapan suster, ia tidak menyangka kalo ia akan hamil secepat ini


Affandra dan Davanka berlari menulusuri koridor ia melihat Kania dan hani sedang duduk di lantai dengan memegang sebuah kertas " Sayang kamu kenapa.? " Tanya Affandra berjongkok di depan Kania, ia pun membaca surat yang sedang di pegang oleh Kania " Apa ini.? " tanya Affandra melirik ke arah hani


Hani tertunduk takut oleh tatapan tajam kakak nya ia tidak bisa berkata apa_apa karena ia yakin kalo kakak nya sudah tau tentang kasusnya


" Sayang kamu hamil.? " Tanya Affandra dengan bibir tersenyum ke arah kania


Affandra memeluk Kania, ia kecup kening Kania" Jangan menangis ada akun di sini, Kita akan segera menikah " Ucap Affandra lembut, dan mengangkat Kania supaya duduk di kursi


Affandra melirik ke arah Davanka " Davanka urus semua masalah hani sampai beres " Ucap nya tegas, Davanka pun langsung melakukan tugas nya, ia sebenarnya ingin memeluk menguatkan Hani tapi ia tidak berani karena ada Tuan nya di sini

__ADS_1


" Dan untuk kamu, kakak tidak menyangka kamu bisa se teledor ini, kamu harus bertanggung jawab dengan apa yang kamu perbuat, Tidak ada mobil lagi buat kamu" Ucap Affandra, Hani harus Terima hukuman dari sang kakak ia hanya bisa pasrah


Bukan tidak kasian kepada sang adik namun ini bakalan menjadi pelajaran untuk sang adik, ia juga tidak tega melihat sang adik luka_luka tapi ia tidak membenarkan tindakan hani yang ceroboh


Hani hanya mendapatkan luka_luka tidak terlalu parah hanya ada di beberapa bagian saja yang biru, dan sudah di tangani oleh dokter


Ketika Kania sudah tenang,Kania kasian kepada hani, ia pun langsung memeluk hani " Sudah jangan di marahin nama nya juga musibah " kata Kania


Donor darah pun sudah di dapat, kini pasien pun sudah di tangani dan sudah melewati masa kritis nya tinggal menunggu tersadar, korban sudah di pindahkan Affandra pun pulang membawa Kania, tinggallah Davanka dan juga hani


Davanka duduk di samping hani, tangis Kania pecah di pelukan sang kekasih " Hiks... Kakak marah padaku.? apa yang harus aku lakukan, aku juga kan sudah bertanggung jawab membawa nya ke rumah sakit dan akan membiyayai semua pengobatan nya " hiks...

__ADS_1


" Sabar, nanti juga Tuan Affandra akan baik_baik lagi ia hanya sedang emosi saja " Kata Davanka lembut, ia benar-benar tidak tega dengan nasib kekasih nya ini tapi mau di kata nasi sudah menjadi bubur, kini hani harus Terima dengan apa yang si korban tuntut kan


__ADS_2