
Pagi ini seperti biasa kania di sibukkan dengan suami dan kedua anak nya, apa lagi Azzam dan azima sudah masuk di sekolah menengah Atas dan tahun ini mereka akan lulus
"Mah ikat rambut aku dimana.? " teriak azima di dalam kamar
"Sayang pakaikan dulu aku dasi " pinta sang suami, Kania pun memasangkan dasi Sang suami "Kenapa putri kita teriak_teriak seperti itu.? "
"Biasa anak gadis mu itu mencari ikat rambut padahal aku selalu ingetin jangan suka naro dimana saja, tapi ya gitu lah anak mu " Jawab kania "Udah beres, Aku bantu putri kita dulu ya " Pamit kania dan berjalan ke kamar Sang anak
Sedangkan Azzam dia sudah rapih dan sudah menunggu adik dan Papah nya di bawah sambil membaca buku
"Udah ketemu sayang.? ko belum rapih " Tanya kania heran
__ADS_1
"Belum mah, aku nyari ikat rambut tapi gak ketemu " ucap Azima
"Yasudah sini mamah bantu, makanya lain kali dengar dengan omongan mamah kan mamah sering ingetin ade supaya tidak menaruhnya dimana saja" kata kania sambil menyuruh Sang anak untuk duduk di kursi depan cermin
"Terimakasih mamah ku sayang " ucap Azima membalikan badan nya dan memeluk Sang ibu
Azima termasuk anak yang suka manja kepada papah, mamah dan kakak nya, karena ia merasa men jadi anak bungsu di rumah itu "Udah sekarang ayo turun kakak mu sudah menunggu sedari tadi " Ajak kania kepada sang putri
Semenjak kejadian baby sitter waktu itu Kania tidak pernah menggunakan pengasuh lagi dia mengurus kedua anak nya sendiri sesekali meminta bantuan kepada pelayan yang ada di rumah, walaupun sang suami terkadang kasian melihat Kania yang semua nya ia urus sendiri tapi mau bagai mana lagi kalo sudah nyonya yang berbicara hanya bisa pasrah saja dari pada tidak mendapatkan jatah di atas kasur
Mereka memakan sarapan nya dengan tenang " Dek lain kali kamu jangan terlalu manja kepada mamah, kasian mamah masa setiap pagi harus terus mengurus mu, kamu kan sudah besar bentar lagi mau masuk kuliah " Nasehat sang kakak
__ADS_1
Azzam memang menjadi remaja yang mandiri, kalem, dan dingin, tapi itu hanya berlaku kepada orang luar saja kalo di rumah dia akan bersikap biasa saja
Azima mendengarkan nasehat kakak nya, ia memanyunkan bibir nya " Hiks... kakak jahat kenapa kakak memarahiku " Azima menangis dengan mulut berisi roti
Affandra melirik kepada sang istri, Kania hanya menarik napas nya " Ade kakak tidak memarahi mu, tapi kakak hanya menasehati mu jangan di ambil hati ya, mamah tidak apa_apa ko selalu di repot kan oleh kalian " jawab Kania lembut sambil melihat ke arah anak nya
"Kakak minta maaf kepada adik mu " ucap Sang ayah
Azzam menggelengkan kepala nya, ia tidak habis pikir dengan jalan pikiran adik nya itu, sudah berusia 18 tahn tapi masih manja apa_apa pasti minta bantu dan tidak bisa melakukan nya sendiri
Tapi mau bagai mana pun Azzam sangat sayang kepada adik nya " Maaf kan kakak, kakak tidak bermaksud untuk memarahi mu tapi kakak hanya ingin kamu lebih mandiri " ucap Azzam lembut sambil mengelus kepala azima
__ADS_1