Gadis Cantik Itu Milikku

Gadis Cantik Itu Milikku
Ide Azzam


__ADS_3

Di kediaman Affandra


Sore hari biasanya Kania dan Azima selalu bersantai di taman belakang dengan menikmati segelas teh dan juga cemilan " Mah aku ingin cerita "


"Cerita apa sayang " Tanya Kania yang sambil melihat ke arah tanaman


"Aku kasian kepada naya mah" Ucap Azima


Kania menoleh kepada Sang putri "Ada apa dengan naya sayang "


"Jadi selama ini naya itu bukan Anak kandung orang tua nya mah, semenjak dia tau kalo dia bukan Anak kandung orang tua nya, ia mulai bekerja tapi naya malah di tuduh kerja yang tidak benar padahal naya hanya sebagai pelayan Kafe, Naya pun menutupi bekas tamparan ibunya,pipi dia memerah dan agak bengkak pasti itu sangat sakit, Awal nya dia tidak ingin cerita dengan masalahnya kepada kita"Kata Azima, ia menceritakan kepada mamah nya tanpa ada yang di lewati


"Astaga setega itu kah ibu nya naya sayang" Tanya Kania sambil mengelus dada


"Iyah mah, tadi juga kak Azzam ngajak dia untuk pulang kesini tapi di tolak oleh naya karena dia takut membuat orang tua nya khawatir kata nya " Azima menghelaikan napas nya


"Kasian sekali anak itu, dia anak yang baik dan berbakti kepada orang tua nya, Kamu harus banyak bersyukur sayang karena masih mempunyai kedua orang tua yang lengkap dan di berikan kehidupan yang cukup " Kata Kania


"Aku sellau bersyukur mah dengan apa yang aku punya Apa lagi aku mempunyai keluarga yang sangat mencintai aku " kata Azima memeluk mamah nya " Tapi aku khawatir mah sama dia, aku takut dia semakin tersiksa"


"Tenang aja kita lihat dulu sampai mana mereka menyiksa Naya, jika kita melihat Naya semakin tersiksa biarkan Papah mu yang turun tangan sayang " Balas Kania " Kamu harus selalu baik kepadanya, Hibur dia karena hanya kamu sahabat nya "


"Benarkah mah " Azima tersenyum senang

__ADS_1


"Iyah sayang "


"Papah pulang " teriak Affandra masuk kedalam rumah, karena dia tau kalo Istri dan Anak gadis nya selalu ada di taman belakang kalo sore, ia pun berjalan ke taman


"Sayang kamu sudah pulang? " tanya Kania sambil melihat ke arah sang suami


Affandra mencium kening sang istri "Sudah sayang "


"Is papah sama mamah sudah mengotori mata suci aku " Kata Azima sebal


"Eh ada putri papah yang cantik di sini, papah kita tidak ada putri papah maaf ya sayang " Jawab Affandra sambil mencium kepala sang anak


"Di kira Aku patung " sebal Azima, Kania dan Affandra tersenyum melihat anak nya


"Sayang, mau mandi dulu tidak.? " Tanya Kania


"Ya sudah ayo aku siapkan air hangat nya untuk mu, Putri mamah yang cantik mamah membantu papah dulu ya " Pamit Kania kepada sang Anak, Azima pun dengan pasrah meng ia kan


"Kalo sudah beres langsung turun jangan langsung ngamar " teriak Azima kepada orang tua nya, Jika papah nya sudah pulang kerja pasti mamah nya tidak akan turun lagi dan pasti di ajak ngamar


Azzam turun dari tangga ia berjalan ke arah dapur karena ia merasa kehausan "Apa sih dek kamu teriak_teriak " tanya Azzam dan berjalan ke arah sang adik


"Sebel mamah selalu saja di culik oleh papah "

__ADS_1


"kamu kaya yang baru tah kelakuan papah saja " Balas Azzam menggelengkan kepala nya


"Tapi kan aku jadi tidak ada teman kalo mamah sudah di culik oleh papah "


"Kan ada kakak "


"Mana ada, Walaupun kakak duduk di samping ku kakak tetap saja akan Fokus dengan buku_buku yang kakak baca " Sebal Azima, Azzam hanya terkekeh


"Maafkan kakak ya, makanya kamu ajak teman mu tinggal di sini Agar kamu ada teman " Ucap Azzam sambil mengacak-acak rambut sang adik


"Bagai mana caranya aku mengajak dia tinggal di sini " Keluh Azima


"Ade kakak ini bodoh, atau pura-pura bodoh "


"Is kakak.. otak aku abis oleh kakak " Jawab sinis Azima " kasih solusinya bukan mengejek"


Azzam semakin gemas dengan adik nya ini "yang di butuhkan teman mu itu adalah pekerjaan, kasih dia pekerjaan "


"Pekerjaan apa.? Mana ada aku pekerjaan Ah kakak ada_ada saja "


"Suruh mamah datang ke rumah naya, dan kasih pekerjaan di rumah ini, dengan begitu naya akan tinggal di sini dan tidak akan tersiksa lagi " Balas Azzam kepada sang adik


"Tapi kan dia sahabat aku kak, masa ia dia mau jadi pelayan di rumah ini"

__ADS_1


"Adik kakak, seperti beneran bodoh ya, itu semua cuman sengai alasan saja dek biar dia tinggal di sini "


Seyum Azima mulai simpul di wajahnya "Ah benar kata kakak, nanti malam kalo mamah sudah keluar dari sarang nya aku akan bilang "


__ADS_2