
Sesampai nya pulang sekolah Azzam masih ngambek kepada Naya ia masih kesal karena Naya tidak mengganggap nya " Ah.. sial kenapa Naya tega " kesal Azzam di dalam kamar
Sedangkan Naya ia bingung harus bagai mana agar Azzam bisa memaafkan nya " Azima kasih solusi dong, aku harus apa.? " tanya Naya kepada azima " Kamu juga tau kan kalo aku sangat menyukai kak Azzam "
"Minta maaf saja, nanti juga di maafin, kalo gak kamu buat kan dia brownies kesukaan kak Azzam pasti kamu akan di maafin kamu kan suka masak " Jawab Azima
"Ah benar juga kata mu, kalo gitu aku ke dapur dulu ya " Kata naya ia langsung keluar dari kamar Azima dan langsung ke dapur
"Selesaikan dulu ini kepangan nya " Teriak Azima kesal karena tadi ia minta di kepang banyak
Sesampai nya di dapur Naya langsung membuat brownies spesial untuk Kak azzam, Setelah satu jam Brownies sudah jadi Kania membawa nya ke kamar azzam
Tok.. tok.. tok..
"Kak apa aku boleh masuk "
__ADS_1
Namun tidak ada jawaban, Kania membuka pintu kamar Azzam namun tidak melihat Azzam di sana " Apa di ruang baca" gumam Naya, ia pun masuk ke ruang baca benar saja Azzam sedang berada di ruang baca
Azzam yang melihat ada yang mendekat ke arah nya ia langsung menaruh buku nya dan melibatkan kedua tangan nya di dada " Ada apa? " tanya nya masih dingin
Naya berjalan ke arah Azzam " Apa aku mengganggu.? " tanya nya
"Menurutmu "
"Ah ini aku bawakan Brownies untuk kakak " Kata Naya tidak ingin banyak basa basi lagi
" Aku mau sekalian minta maaf kepada kakak soal yang tadi, beneran aku tidak ada apa-apa dengan riko, aku baru kenal tadi dan soal pelukan aku masih belum paham jadi bukan aku tidak menganggap kakak tapi aku hanya masih bingung " kata naya sambil menunduk
" Kalo ngomong itu lihat orang nya bukan melihat ke bawah "
Naya langsung melihat ke arah Azzam "Maaf kak "
__ADS_1
Azzam berjalan ke arah naya dan dia memberanikan diri Menc**m naya dengan lembut, naya yang masih memegang piring brownies merasa kaget dengan Azzam
"Balas cium*n ku" bisik Azzam lalau ia Menc**m naya kembali, namun naya masih belom membalas cium**n Azzam karena ia belum pernah melakukan nya
Naya langsung mendorong tubuh Azzam sedikit " Napas ku habis " kaya naya malu
" Kali ini aku maafkan kamu, Kamu adalah milikku jadi Jagan pernah dekat atau kenalan dengan laki-laki" Ucap Azzam sambil mengusap bi**r naya yang basah
Wajah naya memerah ia malu dan ia juga bingung harus apa sekarang " Anggap aku ada naya" Kata Azzam lalu ia membawa naya ke sopa, naya menurut saja
Awalnya mereka canggung namun lama kelamaan naya terbiasa dengan Azzam seperti saat ini mereka sedang asik main ludo di taman bersama Azima juga " Wah kakak kalah, kakak harus makan makanan ini " kata Azima tertawa puas karena sang kakak kalah dari permainan
"Kakak kalah karena bukan ke ahlian kakak " Elak Azzam dan di balas senyuman oleh naya " Kamu hanya boleh tersenyum seperti ini hanya kepadaku saja tidak dengan laki-laki lain " Kata Azzam yang sambil mengelus rambut Naya
"Is kalian ini, mentang_mentang sudah menjadi pasangan kekasih malah seenak nya saja bermesraan di depan ku " Kesal Azima
__ADS_1
"Siapa yang sudah jadian.? "