
Di kamar sebelah pun tidak mau kalah Azzam dan naya mereka pun ikut menghabiskan malam panjang nya...
"Aahhhh... ya terus by... aku sudah mau Sa.. sampai " teriak Manja Naya
"oh sayang, kamu memang candu ku"
"Yaaahh.... ssstttt... Aaaahhh...Aku sampai by" des** Naya
Azzam mengeluarkan jari nya di rumah kacang itu, " Sekarang giliran ku sayang " ucap azzam, yang mulai memasukan singkong nya
"I.. ini sangat nikmat by" racau Naya, membuat Azzam semakin menggila, Azzam menggendong naya ke seperti kuala lalu ia menggoyangkan singkong nya
"Aaahhhh sayang.... "
Naya menc** leher Azzam sampai ada beberapa bekas di leher sana namun Azzam tidak protes selama itu membawa mereka ke kenikm**
Azzam membawa naya ke arah sopa dan mereka pun melepaskan nya bersama "Aaahh.... " des** kedua nya
"Cup terimakasih sayang, kamu selalu memberikan aku yang terbaik " puji Azzam kepada sang istri
" Yang menikah itu bang dava sama Azima kenapa kita yang ikut_ikutan malam panjang by" mereka pun terkekeh di atas tempat tidur, Azzam menyelimuti Naya lalu ia memeluk Naya di bawah selimut
Jam tiga lagi Naya terbangun karena ia merasa perut nya sedang tidak baik_baik saja, Naya berlari ke kamar mandi karena sudah tidak kuat ingin memuntahkan isi peut nya
__ADS_1
Azzam ikut terbangun karena tidak ada naya di samping nya, lalu ia mendengar suara air di kamar mandi * Sayang kamu kenapa.? " tanya Azzam ketika Naya keluar dari kamar mandi
"Entah lah by, perutku sangat tidak enak, mungkin karena tadi aku banyak makan pas di resepsi Azima " balas Naya sambil membaringkan tubuh nya di sisi Azzam
"Tapi sekarang sudah enakan kan.? " tanya Azzam khawatir
"Lumayan " balas Naya sambil memeluk Azzam
"Sukur lah kalo sudah baikan, Yasudah ayo kita tidur lagi" ajak Azzam dan merentangkan tangan nya agar menjadi bantalan untuk kepala Naya
Naya semakin memeluk erat Azzam apa lagi di dada Azzam penuh dengan bulu_bulu halus, entah lah akhir_akhir ini naya sangat suka tidur sambil mengelus bulu dada Azzam
Azzam tidak melarang nya selama naya senang dan tidak terganggu oleh bulu_bulu nya, mereka pun tertidur dengan berpelukan sampai pagi
Sedangkan Azzam ia masih tertidur pulas, Naya mengesot ke arah Azzam karena tubuh nya yang merasa lemas, Naya menarik_narik selimut Azzam sambil duduk di bawah tempat tidur " by... hiks... "
Azzam terbangun bukan karena selimut nya yang di tarik_tarik oleh naya, namun karena suara tangisan naya, Azzam langsung turun dari tempat tidur " sayang kamu kenapa.? kenapa duduk di bawah? " tanya Azzam
"Tubuhku lemes by, perutku sangat tidak enak hiks... " adu naya sambil menangis
"Yasudah ayo kita ke rumah sakit, aku takut kamu keracunan makanan " Ajak Azzam, Azzam pun segera memakai baju nya dan menggendong Naya ke parkiran
Sesampai di rumah sakit, Azzam langsung membawa Naya ke UGD karena tubu naya semakin melemah " dok tolong istri saya " teriak Azzam khawatir
__ADS_1
"Baik tuan, silahkan tinggu di luar dulu" pinta suster itu
Azzam pun menurut ia berdiri dengan cemas di balik pintu UGD " Ya Tuhan selamatkan istri saya, saya tidak mau dia ke kanapa_kenapa " Kata Azzam sambil mundur mandiri di depan ruang UGD
cek lek...
Pintu UGD pun terbuka, Azzam segera menghampiri dokter yang keluar " dok bagai mana dengan istri saya? " tanya Azzam
"Tenang dulu tuan, nona tidak apa_apa hanya saja..... "
.
.
.
.
.
..
.
__ADS_1
Hayoo hanya saja apa.?? 🤭