
Dua hari telah berlalu, kini Naya dan juga Azima sudah merasa bosan diyam di hotel, bebagai macam mereka lakukan agar mengusir rasa kebosanan, seperti saat ni Naya dan juga Azima sedang berenang di kolam renang hotel yang berada di lantai 20 " Ayo Kakak ipar cepat nyebur sini jangan diyam saja di pinggir " Ajak Azima yang merasa greget melihat calon kakak ipar nya hanya memainkan aer di pinggir kolam
"Kamu saja yang berenang, Aku di sini saja " Balas Naya sambil main air
"Ah gak seru kamu tuh "
Seorang laki-laki menghampiri Naya " Nona." panggil laki-laki itu
"Ah ya ada apa tuan.? " tanya Naya
"Apa bisa kita ngobrol sebentar.? Ada yang mau saya sampaikan " Ucap laki-laki itu, Naya melirik laki-laki itu dan beralih ke arah adik ipar nya, Azima yang sedang asik berenang ia langsung membalas tatapan kakak ipar nya
"Boleh tapi di sini saja ya " Kata naya, ia pun bangkit dari duduk nya dan mengikuti langkah laki-laki itu
"Silahkan duduk nona" Pinta laki-laki itu
Ya laki-laki itu bernama Dava Anak sambung rima, ia setelah mencari informasi waktu itu, ia mendapatkan petunjuk tentang Adik nya yang selama ini ia cari, rasa senang dan haru pun di rasakan oleh Dava namun, ia ingin membuat kejutan untuk sang ibu
Azima menghampiri Naya yang sedang duduk dengan seorang laki-laki " Siapa laki-laki itu.? " gumam Aziama sambil berjalan " Kakak" panggil Azima
__ADS_1
Naya pun menoleh ke arah Azima " Iyah sini duduk " Ajak Naya, karena ia juga tidak ingin ada ke salah pahaman
"Siapa ini kak.? " Tanya Azima, Naya hanya mengangkat kedua bahu nya
"Maaf nona saya sedang ada perlu dengan nona ini, bolehkan anda pergi dulu" Pinta laki-laki itu dengan tatapan tajam nya
"is menyebalkan " Batin Azima, "Kenapa saya tidak boleh duduk di sini?? Baik lah, aku kasih waktu 15menit untuk kalian ngobrol " kata ketus Azima lalu ia meninggalkan Naya dan juga laki-laki asing itu
"Langsung saja tuan, saya tidak ingin adik ipar saya menunggu terlalu lama " Kata Naya ramah
Laki-laki itu membuang napas nya " Begini nona " Dava pun menceritakan apa maksud tujuan nya, Naya mematung mata nya sudah berkaca_kaca
" Benar, kalo kamu tidak percaya, kamu bisa ikut dengan Aku atau kalian bisa tes DNA untuk meyakinkan nya " Balas dava sambil mengelus punggung Naya
Azima yang melihat Laki-laki asing menyentuh kakak ipar nya ia merasa marah ia pun langsung menghampiri meja yang naya duduki dengan handuk yang masih menempel bahu nya
"Apa yang anda lakukan kepada kakak saya sehingga ia menangi.? " Bentak Azima
"Aku tidak apa_apa de " Jawab Naya " Tuan pergi lah dulu, kasih waktu saya berfikir dan mencerna semua nya " kata naya menatap Dava
__ADS_1
Dava pun menurut saja karena ia juga mengerti dengan kondisi naya yang masih bingung " Kalo begitu Aku permisi dulu, dan jika sudah siap hubungi aku di no ini " pinta Dava sambil menaruh kartu nama di meja itu.
.
.
.
.
.
.
.
🌼 Hati naya 🌼
Benarkah semua ini? Apa benar orang tua ku masih ada? Apa aku harus mempercayai omongan laki-laki asing itu, Dan sekarang aku harus bagai mana.? Di satu sisi aku bahagia bisa bertemu dengan keluarga kandung aku, tapi di sisi lain kenapa hati ini merasa sakit dan perih hiks...
__ADS_1