
"Kamu benar sayang, bahkan anak kita tidak rewel seperti anak_anak novel yang lain nya, yang akan menyusahkan ibu nya setiap pagi"ucap Bangga Affandra " Nanti kita periksa ya, aku ingin tau keberadaan nya sayang" Pinta Affandra
" Eum, baik lah pulang kerja kita ke rumah sakit"
Sesuai dengan rencana tadi, setelah pekerjaan selesai kini sepasang sejoli itu sedang berada di sebuah rumah sakit milik Affandra "Sini sayang, kita tunggu di panggil dulu" Ajak Kania sambil menepuk kursi yang ada di depan ruangan
" Kenapa harus menunggu, kita kan sudah punya janji lagian rumah sakit ini milik Kita "Ucap sombong Affandra
Kania suka sebal kalo calon suami nya itu suka pamer dengan apa yang dia punya " tetap saja kita harus ngantri sayang, jangan asal nyerobot saja, Yang lain juga sama ingin cepat_ceapt di periksa" Jawab Kania lembut sambil menarik tangan Affandra agar duduk
Affandra pun mengalah, ia ikut duduk di samping Kania sambil menunggu no antrian
Tak lama kemudian kini Kania sudah di panggil oleh suster " Ny Kania" panggil suster
"Saya Sus" Jawab Kania sambil berdiri
"Mari ikut saya Ny " Ajak suster itu, Kania dan Afrika pun ikut masuk ke dalam ruangan
__ADS_1
"Silahkan duduk Ny " Pinta sang dokter " Apa keluhan Anda Ny.? "
"Ini kami ingin memeriksakan keadaan calon anak kami" Ucap ramah Kania
"Oh kalo begitu silahkan Ny Kania berbaring di sini, biar saya USG ya " Ucap dokter itu
Kania menurut apa yang di pinta oleh dokter
"Silahkan di lihat ke monitor Ny, tuan, anak_anak anda pada sehat" ucap Dokter
" Maksud Dokter apa Sebut Anak_anak.? " Tanya Affandra bingung
"Kamu dengar itu sayang, Anak kita ternyata kembar" Sebut Affandra bahagia ia mengecup kening Kania
Kania menangis haru tidak di sangka kalo ia akan punya anak kembar "Iyah sayank, sebentar lagi kita punya baby kembar" Jawab haru Kania
"Kalo boleh tau, Apa jenis kelamin nya dok? " tanya Affandra antusias
__ADS_1
"kalo jenis kelamin nya belum terlihat, berhubung sekarang baru usia kandungan jalan ke Tiga bulan jadi belum terlihat,nanti di bulan ke empat baru terlihat apa jenis kelamin nya" jawab sang dokter
"Oh begitu ya dok, lalu ada larangan yang lain nya.? Terus apa masih bisa menyangkul.? " Tanya Affandra tanpa malu, sedang kan kania wajah nya sudah berubah menjadi tomat rebus yang memerah
Plak
Kania memukul tangan calon suami nya"Apa_apan sih pertanyaan nya itu loh bikin malu" Ucap Kania malu
sedangkan si dokter iya terkekeh melihat tingkah mereka, menurut nya sangat lah lucu " Tenang saja tuan, anda masih bisa menyangul Asalkan dengan ritme pelan_pelan saja karena kalo terlalu kasar takut nya Anak_anak tuan terganggu "
"Tuh, lihat dokter nya saja tidak ap_apa hahah " Kata Affandra senang karena ia masih bisa menyangkul
"Tapi tuan sudah tau kan kalo nanti setelah melahirkan anda harus puasa selama empat puluh hari.? " Tanya Sang dokter, membuat Affandra yang awal nya senyum senang tiba-tiba raut wajah nya berubah menjadi kusut
" Apa maksud, saya harus berpuasa mencangkul gitu setelah anak_anak saya lahir. ? Oh tidak sayang mana tahan di kasih jatah sama kamu sehari dua kali saja itu masih belum cukup apa lagi harus berpuasa selama empat puluh hari bisa gila aku " jawab prestasi Affandra
"Dokter sepertinya saya dan suami saya harus pamit sekarang sebelum suami saya semakin jadi " Pamit Kania kepada sang dokter karena ia merasa malu dengan tingkah sang suami
__ADS_1
Halo pembaca setia Ema, dukung terus ya karya Ema dengan cara tinggalkan like and komentar, dukungan kalian sangat berharga untuk ema, terimakasih 🙏😍