
Karena hari sudah mulai siang, Naya membawa keempat anak nya ke kamar untuk tidur siang, namun langkah nya terhenti ketika Azzam berdiri di dekat pintu " Aku mau bicara "
" Mau bicara apa.? jika ingin membentak ku lagi Tunggulah samapi anak_anak tidur dulu " Ucap Naya tanpa menoleh kearah Azzam
" Aku Tunggu di kamar " Azzam meninggalkan kamar anak_anak
" bahkan sekarang pun kamu sudah berubah by " lirih Naya pelan
Setelah menidurkan anak_anak, Naya masuk kedalam kamar nya ia melihat Azzam yang sedang duduk di sopa " Duduk lah "
" Ada apa By" tanya naya dingin
" Maafkan aku soal yang tadi pagi, aku benar-benar hilap " ucap Azzam memegang tangan Naya
" lupakan, aku sudah melupakan nya " Jawab Naya
" Terimakasih sayang " Azzam mendekat kearah Naya " apa anak_anak sudah tidur siang.?" .
" Sudah, kalo belum tidak mungkin aku ada di sini " jawab Naya
" Kenapa kamu ngomong seperti itu, apa kamu masih marah sama aku.? Aku kan sudah meminta maaf" ucap Azzam
Naya tersenyum " By, apa kamu mau menggantikan aku sehari saja "
" maksud nya "
" Jadi aku satu hari, agar kamu mengerti apa yang aku rasakan, Setiap pagi aku harus mengurus mu, mengurus keempat anak kita bahkan aku ada waktu istirahat ketika keempat anak kita tidur " ucap Naya " Aku Melakukan itu semua dengan ikhlas dan tidak banyak mengeluh kepadamu by, walupun pekerjaan aku selalu di pandang sebelah mata oleh Papah tapi aku terima karena itu sudah jadi kodrat aku sebagi seorang istri dan ibu " Naya meluapkan isi hatinya yang selam ini ia pendam
" Jadi apa maumu .?" tanya Azzam
Naya membuang napas pelan " Jika aku sudah tidak di butuhkan di sini lebih baik lepaskan aku by, biarkan aku pergi membawa keempat anak kita "
Deg..
Azzam kaget mendengar ucapan Naya, apa sudah Fatal sekali sikap dirinya kepada Naya sehingga Naya meminta pisah " Sepertinya kamu sedang lelah, tidur lah mumpung anak_anak sedang tidur, aku akan balik lagi ke kantor " Ucap Azzam ia mengecup kening Naya
Naya meneteskan air mata nya," maafkan aku tuhan karena aku sudah berucap cerai, bukan niatku ingin mempermainkan pernikahan namun aku rasanya sangat lelah " Batin Naya setelah kepergian Azzam
Di dalam mobil Azzam merenungi setiap kata yang keluar dari mulut Naya " Kenapa kamu ingin melepaskan pernikahan ini Naya, kenapa.?" teriak Azzam sambil memukul stir mobil nya " Kenapa segampang itu kamu berucap ingin pisah, kamu pikir pernikahan hanya untuk main_main "
__ADS_1
Sesampai nya di perusahaan Azzam langsung masuk keruangan nya, ternyata di ruangan sudah ada papah Affandra " Dari Mana kamu Zam.?"
" Papah di sini "
" papah tanya dari mana.?"
" dari rumah pah, tadi Azzam menemui naya dulu, karena Azzam rasa Azzam sudah keterlaluan membentak Naya tadi pagi " ucap Azzam jujur
" Lalu.? apa permintaan maaf mu di terima oleh nya.?"
Azzam menggelengkan kepala nya " Naya malah mengajak Azzam pisah pah"
" Dasar wanita, dia pikir pernikahan itu mainan apa.? Biar nanti papah yang bicara Sama Naya, kamu fokus saja dengan keberangkatan kamu ke luar kota " ucap papah Affandra
" Apa pah, keluar kota.?"
" Iyah, gantikan papah keluar kota selama sebulan karena papah tidak mungkin meninggalkan mamah sendirian di rumah, kamu tau sendiri bagai mana kesehatan mamah akhir_akhir ini "
" Kapan berangkat nya pak.?"
" Besok pagi "
Azzam memijit pelipisnya, masalah dengan Naya belum usai ia malah harus pergi keluar kota " Baik lah pah " ucap Azzam pasrah
Sore telah tiba, Azzam dan juga papah Affandra pulang, Azzam melihat Naya yang sedang menemani ke empat anak nya bermain di taman " Lihat lah istri mu, membawa Zizi ke taman dan membiarkan Zizi main tanah, sedangkan istrimu Malah asik kepada si kembar "
" pah.."
Affandra menatap anak nya " Apa.? Zizi itu lebih butuh perhatian dan kasih sayang dari Kita karena dia tidak punya siapa-siapa selain kita * tegur Papah Affandra .
" Sayang " Sapa Azzam ikut duduk di samping anak_anak nya " Wah anak_anak ayah pintar sekali main nya, Zizi jangan main tanah ya ini kotor " ucap Azzam
Zizi melihat kearah Azzam " Zizi suka ayah "
" tidak boleh sayang, lihat tuh kak Kania sedang main boneka mending main boneka saja sama kak Kania ya " Zizi menganggukkan kepala nya
Naya merasa heran ada angin apa yang membuat suaminya ngajak main keempat anak nya " Ada apa By, tidak biasanya kamu mengajak Keempat anak kita main "
" aku hanya sedang ingin saja " jawan Azzam
__ADS_1
Naya pun tidak melanjutkan pertanyaan nya, ia senang jika Azzam ada waktu untuk anak_anak karena akhir_akhir ini Azzam jarang sekali mengajak keempat anak nya bermain
Karena semakin sore Naya masuk ke dapur untuk membuat malam makan, sedangkan anak_anak sedang bermain bersama opah Omanya di ruang tamu
" hisk.. itu milik Nia hiks" Kania menangis karena boneka nya di ambil oleh Zizi
" Kania kamu harus meminjamkan nya kepada Zizi " ucap papah Affandra
" Tapi itu punya Nia opah hiks "
" Kania ! " Bentak papah Affandra " lihat lah kakak_kakak kamu sangat anteng, tapi kenapa kamu cengeng sekali "
Kania pun langsung lari ke dapur mencari bunda nya " Bunda hiks.."
Naya yang sedang masak langsung menoleh kepada sang putri " Sayang kamu kenapa.?" Tanya Naya menghapus air mata Kania
" Opah marah hiks sama Nia huaaa "
Naya langsung terdiam ia tidak mungkin menegur papah mertua nya itu " Opah tidak marah sama Nia sayang "
" Lihat lah didikan mu itu, cengeng sekali CK..CK.." Papah Affandra yang ke dapur sambil menuntun zizi yang sedang memegang boneka milik Kania
Naya sangat tau jika boneka yang di pegang Zizi itu adalah boneka kesayangan Kania " Maaf pah "
" Ajarkan anak mu itu berbagi sesama saudara dan jangan cengeng " Papah Affandra langsung meninggalkan dapur setelah bicara seperti itu
Sedangkan Naya memeluk Nia, " Opah jahat bunda, opah sering marahin bunda " ucap tanya menatap bunda nya
" Tidak sayang, opah tidak marah sama bunda" ucap Naya mengelus rambut sang anak
" Kenapa opah lebih sayang Zizi dari pada Nia bunda .?"
" sayang opah sayang ko sama Nia, tidak mungkin opah tidak sayang kepada cucunya "
" Benar kah.?"
" bunda " Ucap Keuda anak laki nya Naya yang ikut ke dapur
" Loh ko pada ke dapur sih, nanti kalian bau masakan loh " ucap Naya
__ADS_1
" Aku ingin bantu bunda boleh.?" Naya tersenyum
" tidak perlu sayang, ini juga sudah mau beres ko, sekarang kalian Duduk manis di meja makan saja ya "