Gadis Cantik Itu Milikku

Gadis Cantik Itu Milikku
AZZAM


__ADS_3

Keesokan hari nya Kania mendatangi ke kediaman naya, dia sangat setuju dengan ide Azzam dan juga Azima untuk memperkerjakan Naya di rumah nya


Kania yang di temani oleh bodyguard mulai mengetuk pintu


Tok.. tok.. tok..


Tak ada jawaban seperti nya tidak ada orang, Kania masih setia menunggu di depan pintu, Tak lama kemudian ada seorang ibu "Nyonya " kata ibu itu


"Iyah, ibu Naya " balas Kania sopan


Ibu itu membukakan pintu rumah nya "Silakan masuk nyonya, maaf tadi saya habis beli sayur dari depan " kata ibu nya


"Oh ia bu tidak apa_apa "


"Ada apa nyonya datang ke gubuk ku ini " Tanya ibu Naya


"Sebelum nya saya meminta maaf, Saya datang kesini mau meminta Naya untuk bekerja di rumah saya "


"Tapi nyonya... "

__ADS_1


"Tenang saja, selama nanya bekerja di rumah saya, saya akan tetap mengaji dia dengan lumayan "


"Benarkah nyonya.? " tanya Ibu itu senang


"Ia ibu Naya, apa tidak keberatan.? "


"Tentu saja tidak nyonya bahkan saya senang kalo dia bisa bekerja " Ucap ibu Naya tanpa malu " Aku sangat tidak akan ke beratan karena sudah sepantas nya si anak pungut itu membalas jasa nya "batin ibu Naya


" Yasudah kalo begitu, mulai hari ini Naya akan bekerja dan pulang ke rumah saya " Jawab Kania


Kania sebenarnya malas untuk ngobrol lama_lama sama ibu Naya karena kenapa dia bisa setega itu menyetujui anak nya untuk bekerja sebagai pelayan dan tanpa banyak pikir


Sedangkan di sekolah Azzam, Azima mengajak Naya untuk ke kantin " Makan lah Naya, ini buatan mamah aku, kamu tidak mau kan mengecewakan mamah aku? " Azima sengaja ngomong sepeti itu agar Naya mau ikut makan


"Iyah, Azima terimakasih "


"Heum makan lah " balas Azima


Naya melihat ke sahabat nya ini, sebenarnya dia merasa tidak enak dengan mereka "Kak Azzam, Azima Aku minta maaf soal kemarin " ucap Naya dengan tulus

__ADS_1


"Sudah tidak usah di pikirkan kita sudah memaafkan kamu ko " balas Azima


"Benar kah" Tanya Naya, dan di balas anggukan oleh Azima


"Muali nanti siang kamu akan bekerja di rumah kami, mamh sudah meminta ijin kepada ibu mu, dan sudah di setujui oleh ibu mu " Kta Azzam


"Maksud nya, ibu mengijinkan aku bekerja pada kalian.? "


"Hm... Tidak ada penolakan lagi karena mamah sudah minta ijin langsung kepada ibu mu, jadi jangan ada alasan lagi " Balas Azzam dingin


Naya terdiam ntah apa yang ia pikirkan yang jelas dia merasa sesak di dada "Ayo makan " Ajak Azima


"Iyah, terimakasih kalian sudah menerima aku bekerja "


"Tidak usah di pikirkan "


Sebenar nya Azima tidak tega melihat wajah Naya yang seperti sedih tapi ini demi kebaikan nya, mana ada sahabat yang akan tinggal diam saja jika sabahat nya terluka


Azzam tersenyum di dalam hati nya karena dia akan satu rumah dengan wanita yang sudah memporak poranda kan hati dan pikiran nya beberapa minggu ini "Wanita ini sudah membuat aku tidak fokus untuk belajar " batin Azzam senang

__ADS_1


__ADS_2