Gadis Cantik Itu Milikku

Gadis Cantik Itu Milikku
Tidak mengerti


__ADS_3

Setelah Naya menidurkan keempat anak nya Naya langsung masuk kedalam kamar, Naya melihat sang suami yang sedang berkemas " By mau kemana.?" Tanya Naya


" Aku harus pergi menggantikan Papah keluar kota " Ucap Azzam yang masih mengemas barang nya


" kenapa tidak bilang sebelumnya.?"


" Ini aku bilang " Azzam mendekat kearah Naya " Aku titip anak_anak ya, terutama Zizi "


Tes..


Air mata Naya akhirnya luluh juga " Kenapa semua orang mementingkan Zizi, apa aku kurang menerima nya kasih sayang.? Aku selalu membagi rata kasih sayang ku kepada ke empat anak kita, walaupun putri ku selalu harus mengalah demi Zizi tapi kenapa.? kenapa kamu juga tidak adil kepada putri ku.? hiks." Lirih Naya " Apa kamu tau, putriku menangis tersedu_sedu karena ia harus memberikan boneka ke sayangan nya kepada Zizi, Padahal aku juga selalu memberikan boneka yang sama untuk Zizi dan Kania tapi kenapa harus putri ku yang di salahkan dan mengalah "


" Sudah cukup! aku bukan membela Zizi tapi Zizi itu tidak memilki siapapun selain kita " Ucap Azzam memegang Bahu Naya


" Zizi mempunyai Ayah, papah mamah dan kita, mau sampai kapan kalian menganggap Zizi tidak memiliki siapa_siapa " Ucap Naya " Bahakan aku pun membesarkan Zizi Seperti anak ku sendiri " Naya langsung melangkah meninggalkan Azzam di kamar, kali ini Naya benar_benar sakit akan ucapan suaminya, terlebih lagi tadi sebelum ia masuk kedalam kamar Naya di panggil sama Papah Affandra untuk keruangan nya


FLASHBACK ON


Naya masuk kedalam ruangan papah Affandra, di sana papah Affandra sudah duduk di kursi kerja nya " Duduk lah " Naya duduk di sopa


" langsung saja papah akan bicara " ucap papah Affandra " Papah minta jangan terlalu membebani Azzam, dia sudah lelah mengurus perusahaan di tambah di ruang kamu yang selau membantah nya, dia seorang laki-laki bisa saja ia akan pergi meninggalkan mu jika kamu banyak menuntut " Naya sudah meremas ujung gaun nya, ia tidak menyangka jika papah Affandra berubah sangat drastis, Diaman papah Affandra yang selalu membela nya dimana papah Affandra yang selalu baik dan menyayangi dirinya


" Soal Zizi, kamu harus mengerti jika Zizi itu tidak memiliki siapa_siapa yang ia butuhkan kasih sayang dari kita semua "

__ADS_1


" Zizi masih memiliki papih nya, dia juga membutuhkan kasih sayang papih nya " Ucap Naya


brak..


Papah Affandra memukul meja " Zizi tidak memiliki papih selain kita semua yang ada di sini, dan jangan sebut dia di rumah ini karena dia pembawa sial, andai saja dia tidak membawa putri ku pasti putriku masih hidup Samapi sekarang " Bentak papah Affandra


" Jadi karena papah benci kepada kak Dava, papah juga membenciku karena aku adalah adik nya begitu.?"


" pembicaraan kita sudah selesai, sekarang keluar lah " Ucap papah Affandra yang tidak ingin menjawab pertanyaan Naya


Dengan hati kesal Naya langsung keluar dari ruangan papah Affandra " dengan diam nya papah aku semakin yakin jika papah membenciku " Gumam Naya


FLASHBACK OFF


Di sini lah Naya sekarang di kamar putri nya, ia menatap Putrinya dengan sendu, Naya tidak percaya dengan apa yang di alaminya saat ini, Hidupnya seakan jungkir balik, dulu ia di cintai oleh mereka tapi sekarang malah di benci " Untuk apa aku masih di sini jika mereka saja tidak bisa menghargai ku " Gumam Naya


Di kamar Azzam lagi_lagi kesal kepada dirinya sendiri kenapa dirinya tidak bisa menahan emosi " Ah sial " kesal Azzam " Kenapa semakin hari rumah tangga ku semakin tidak karuan, dan kenapa Naya tidak bisa mengeri dengan semua ini " kesal Azzam, Azzam tidak mencari keberadaan sang istri karena Azzam tau pasti sang istri akan pergi ke kamar anak_ anak


~Pagi hari


Seperti biasa Naya menyiapkan apa yang di butuhkan oleh sang suami, Setelah itu Naya membantu ke empat anak nya untuk bersiap, Di meja makan sudah ada Papah Affandra Mmh Kania dan juga Azzam, Naya berjalan ke arah meja makan dengan keempat anak nya


" Selamat pagi opah " Sapa keempat anak itu, namun hari ini rasanya berbeda, papah Affandra hanya mencium kening Zizi saja sedangkan si kembar langsung menoleh kearah sang bunda

__ADS_1


Naya tersenyum kecut " halo boy, girl " Ucap Azzam " sini ayah bantu kalian mengambil makanan untuk kalian " Ucap Azzam


" Istrimu memang tidak peka " ucapan Affandra membuat Azzam mamah Kania dan juga Naya terdiam " bahakan sekarang kamu sudah tidak membela ku lagi zam " Ucap Naya dalam hati


" Papah " Tegur mamah Kania


Naya langsung mengambil sendok yang ada di tangan Azzam, Naya langsung menyuapi ke tiga anak nya karena Zizi berada di gendongan Papah Affandra " Makan yang banyak ya sayang " Ucap Naya kepada tiga anak nya


Sedangkan si kembar hanya menurut saja, entah mereka bisa merasakan jika sang bunda sedang tidak baik-baik saja makanya mereka anteng dan menurut dengan perkataan Naya


" Aku hari ini akan pergi keluar kota, jaga anak_anak ya " Ucap Azzam


" Apa kalian tidak tidur sekamar lagi."? tanya papah Affandra " CK..CK.. " Papah Affandra menggelengkan kepalanya


Mendengar ucapan Papah Affandra, Naya dan Juga Azzam terdiam " Kalian itu jika ada masalah di selesaikan baik_baik bukan malah kabur begitu saja, dan apa kamu lupa Naya dengan nasehat Ku "


" Maaf pah, Sepertinya aku harus membawa anak sulung ku kemar mandi " Pamit Naya langsung menggendong Tanaka, bukan tidak ingin membalas Ucapan papah Affandra tapi memang Tanaka sedang pup


" Lihat lah istrimu itu "


" Pah, jangan terlalu keras kepala Naya " tegur mamah Kania " Naya itu setiap hari sudah lelah mengurus anak-anak lalu menyiapkan hidangan untuk kita, belum lagi mengurus Azzam "


" Dan kamu Zam, mamah tidak pernah mengajarkan kamu untuk tidak membantu istrimu, dia lebih lelah dari pada kamu, jangan Sampai ketiak dia sudah pergi baru kamu menyadarinya " Mamah Kania langsung pergi meninggalkan meja makan dengan membawa Kedua cucunya di sana

__ADS_1


Azzam terdiam dengan ucapan mamah Kania, selama ini mamah Kania tidak pernah ikut bicara jika papah Affandra sedang menegur naya namun kali ini mamah langsung menegur Keuda laki_laki itu


Papah Affandra juga ikut terdiam rasa benci kepada Dava telah menyelimuti hatinya membuat dirinya membenci Naya karena Dava adalah Saudara Naya


__ADS_2