Gadis Cantik Itu Milikku

Gadis Cantik Itu Milikku
Dava dan Azima


__ADS_3

DI KEDIAMAN AFFANDRA


Azima sedang bersiap untuk pergi ke mol karena ia merasa bosan diyam di rumah terus, di masa libur nya ini ia habis kan dengan merawat bunga bersama sang mamah " Mah aku pergi dulu ya " Pamit Azima sambil berjalan, ia belum melihat kalo di ruang tamu sudah ada Dava dan juga mamah rima


" Sayang sini, ini ada Tante rima sama abang dava "Ucap mamah kania kepada sang putri


" Eh tante, maaf tadi aku belum liat ada tante di sini" kata Azima ia pun mencium tangan Mamah Rima


"Iyah tidak apa_apa" jawab mamah rima ramah


"Aku tidak di sapa? " tanya Dava


" Ah maaf siapa ya aku tidak kenal " jawab Azima cuek sambil duduk di samping Mamah kania


"menyebalkan , kalo bukan karena mamah aku malas banget harus ketemu sama wanita ini " Batin dava sambil memalingkan pandangan nya


" Sayang tidak boleh begitu" ucap mamah kania

__ADS_1


" Iyah maaf mah, gimana kabar nya bang dava? " tanya Azima


"Memang nya kita kenal.? " tanya balik dava


" Tuh mah liat kan dia itu sangat menyebalkan " Adu Azima kepada Mamah kania " Makanya aku gak mau nyapa dia pasti dia bakalan balik meledek aku "


"Abang... " tegur Mamah rima


"Iyah maaf " ucap dava


"Iyah di maafkan " balas Azima malas " Mah aku pergi dulu ya, aku sudah ada janji sama teman buat nge mol bareng " Pamit Azima


"Iyah mah ada apa.? " Tanya Azima


"Nak Dava apa boleh tante minta tolong, tolong antar kan putri tante ya " Pinta Mamah kania kepada Dava


"Gak usah mah, aku bisa sendiri " tolak Azima

__ADS_1


"Baik tante, aku akan mengantar Putri tante " Balas Dava, sambil tersenyum ke arah Azima


" Terimakasih ya nak dava "


"Iyah sama_sama tante, mah aku antar putri tante kania dulu " Pamit Dava, Azima pun dengan pasrah ia di atar oleh Dava, padahal dia malas banget buat ketemu sama Dava


Setelah mereka masuk kedalam mobil dan kania duduk di sebelah Dava dan mobil pun berjalan " Apa boleh aku menyetel musik.? " tanya Azima ragu


"Hm... " Balas Dava singkat


" benar_benar ya ini orang, menyebalkan sekali, tadi di depan mamah dan tante rima dia sangat ramah tapi lihat lah dia sekarang seperti robot " Batin Azima


"Kalo tidak ikhlas turun kan saja aku di depan, lagian sudah jauh dari rumah juga, mamah tidak akan melihat nya " Kata Azima, dan benar saja mobil pun berhenti di pinggir jalan


Azima melongo " Kenapa masih diyam bukan nya mau turun.? " Kata Dava tanpa melihat ke arah Azima


" Terimakasih tumpangan nya " Balas Azima ia turun dari mobil dan membanting pintu mobil " Sialan tu orang " gerutu Azima kesal karena ia benar-benar di turun kan di pinggir jalan

__ADS_1


Dava menjalan kan mobil nya, tapi mata nya masih melihat ke arah kaca spion ia masih melihat Azima yang sedang kesal di pinggir jalan " Dia pikir aku tidak akan tega menurunkan dia di pinggir jalan, Kamu salah Azima, salah siapa kamu sedari awal mengibarkan bendera peperangan dengan ku " grutu Dava smabil menyunggingkan senyuman nya


"Sialan tu orang, kalo bukan karena mamah tadi aku pun tidak akan mau di anatar oleh nya, so ke gantengan " grutu Azima sambil berjalan mencari taxsi


__ADS_2