Gadis Cantik Itu Milikku

Gadis Cantik Itu Milikku
ANTARA KECEWA DAN BAHAGIA


__ADS_3

Keesokan harinya Kania dan Affandra masih tertidur karena pertarungan mereka berhenti jam 4 pagi sehingga membuat mereka masih terlelap..


Sedangkan di kamar Davanka, Hani masih memeluk tubuh Davanka, ya mereka akhirnya tidur bersama di satu tempat tidur, setelah melakukan Ciu*n panas


Hani bangun terlebih dahulu, ia menatap wajah laki-laki yang selama ini ia kagungi " Sangat tampan " Ucap hani pelan sambil meraba wajah tampan sang pujaan hati, Davanka membuka mata nya ia tersenyum "Aku memang tampan " Balas davanka


Hani yang merasa malu karena ucapan nya terdengar oleh Lelaki pujaan nya ia langsung menutupi muka nya dengan selimut


"Tidak usah malu_malu, bukan nya semalam kamu sudah membuat malu" Canda Davanka, membuat wajah Hani tambah merona di balik selimut


Davanka membuka selimut yang menutupi wajah hani, ia melihat begitu merona pipi sang kekasih " Ayo bangun, aku antar kamu ke kampus" Ucap davanka sambil turun dari tempat tidur, dan masuk ke dalam kamar mandi

__ADS_1


Begitu riang nya hati hani saat ini ketika lelaki pujaan nya sudah mulai perhatian padanya, ia pun langsung turun dari tempat tidur, sebelum keluar ia melihat situasi dulu takut nya sang kakak sudah terbangun terlebih dahulu, sekiranya aman ia pun langsung lari ke lantai dua dan masuk ke dalam kamar nya " Apa ini benar? ini tidak mimpikan " Sorak hati hani " Akhirnya dia mau menerimaku walaupun aku harus menurun kan harga diriku "


Setelah 30menit Davanka sudah menunggu hani di meja makan, tidak ada tanda_tanda sang tuan bangun, namun ia memaklumi itu karena pasti mereka habis lembur semaleman


Hani yang sudah siap untuk berangkat ke kampus ia pun turun dari tangga dan berjalan ke arah meja makan untuk sarapan " Hai met pagi " Sapa hani


ya semalam sebelum tidur mereka membuat kesepakatan kalo hubungan mereka harus di rahasiakan dulu dari sang kakak atas permintaan Davanka, Davanka masih belum siap jika nanti nya Sang tuan menentang hubungan mereka, dan hani meng iya kan nya, jadi kalo mereka sedang di rumah akan bersikap biasa saja seperti tidak ada hubungan apapun


Tidak ada suara di meja makan itu hanya ada suara gentingan sendok dan juga garpu, sesekali mereka saling lirik dan tersenyum malu, setelah selesai Davanka mengajak hani untuk berangkat bersama, ia sudah janji akan mengantarkan hani ke kampus


Setelah mengantarkan Hani ke kampus, Davanka pun melanjutkan aktivitas nya,karena hari ini akan di sibukkan dengan laporan yang ia buat semalam

__ADS_1


Lisa pun sekarang sudah menjadi buronan atas kasus kejahatan yang ia buat semalam, karena Alex sudah mengakui semua, Alex tidak ingin menderita sendiri karena dalang semua ini adalah lisa


Sedangkan di rumah, pasangan yang habis menghabiskan malam panjang masih berjaga di atas tempat tidur, Kania yang sudah bangun ia merasa badan nya remuk dan juga perih di bagian pangkal nya "Au.. " lirih Kania pelan


Kania ingat semua kejadian semalam walaupun agak samar_samar namun ia ingat kalo semalam ia sudah melakukan malam panjang dengan sang kekasih, Ada rasa kecewa namu ada bahagia juga karena ia melakukan nya dengan laki-laki yang ia puja, kecewa nya ia kecewa kenapa harus di saat kondisi nya seperti itu.


Affandra yang mendengar rintihan Kania langsung terbangun " Sayang kamu mau kemana.? " Tanya Affandra


"Aku mau ke kamar mandi, tapi ini sangat perih " Jawab kania sambil menunjukan ke arah pangkal nya, Affandra mengerti ia pun turun dari tempat tidur dan berniat menggendong Kania ke kamar mandi


" Eh, kamu mau apa.? " tanya Kania bingung

__ADS_1


" Mau menggendong kamu ke kamar mandi, bukan nya katamu sakit" Tanpa aba_aba Ia pun langsung menggendong Kania tanpa mendengarkan perotesan Kania


__ADS_2