
DI DALAM MOL
Naya berjalan ke arah toko buku, ia mau membeli keperluan untuk ngampus dirinya dan juga suami nya, Ia membeli beberapa buku_buku dan keperluan lain nya, serasa cukup ia pun berjalan ke arah toko pakaian dalam, Naya menlihat_lihat banyak model yang bagus dinas malam nya " Wah kalo aku beli yang kaya gini pasti kak azzam bakalan ngiler nih, Aku beli aja deh ntar malam kan malam juma'at " Naya pun membeli beberapa setel untuk menyenangkan hati suami nya
Setelah selesai ia pun masuk ke restoran yang ada di mol itu, ia tadi sudah mengirim pesan kepada suami nya agar ia menjemput di restoran agar sekalian bisa makan siang, Naya duduk di dekat jendela tidak lupa ia juga memesan dua porsi makana khas di restoran itu, Naya memainkan handphone nya agar tidak jenuh menunggu suami nya datang " sayang maaf lama " kata azzam sambil duduk di samping sang istri
" Iyah by tidak apa_apa aku juga belum lama ko, tuh pesanan makan kita baru sampai " kata Naya " Terimakasih ya mbak " ucap Naya
"Istri ku ini memang paling pengertian deh " puji azzam kepada Naya, mereka pun memakan makan nya dengan lahap sambil di temani dengan canda
DI TEMPAT LAIN
Tadi pagi Azima menerima pesan dari Dava, Dava mengajak Azima untuk ketemuan siang ini, dava ingin memperbaiki hubungan nya apa lagi tinggal dua hari lagi mereka akan menikah
Dava sudah menunggu Azima di sebuah restoran yang tidak jauh dar tempat kerja Azima " Maaf lama " kata Azima sambil duduk di kursi
__ADS_1
"Iyan tidak apa_apa " Jawab Dava
"Ada apa ngajak aku buat ketemu.? " tanya Azima yang masih cuek
Dava menarik napas nya, ia tau kenapa Azima cuek dan acuh kepadanya, itu semua juga masih ulah dirinya sendiri karena sudah mengejek Azima lebih dulu " Maaf " itu yang di ucap akan dava
Azima melebarkan mata nya " Untuk.? "
"Untuk semua nya, maaf karena aku suka meledek mu, maaf karena membuat mu marah kepadaku dan maaf Karena aku selalu bersikap angkuh kepadamu " Lirih Dava
Namun dava tidak mempersoalkan itu " Dua hari lagu kita akan menikah, Di hidupku pernikahan itu bukanlah sebuah permainan, pernikahan adalah hal yang sakral untuk di lakukan, Aku tidak ingin mempermainkan pernikahan, Aku janji aku akan memperbaiki sikap ku dan memulai membuka hati ku untuk mu untuk masa depan kita dan pernikahan kita, Jadi aku mohon kamu pun melakukan yang sama dengan ku, kita buka lembaran baru aku mohon " kata Dava menatap mata Azima dengan serius
Azima terdiam ia melihat mata dava apa ada kebohongan di mata nya atau tidak, Tapi sepertinya tidak ada kebohongan di mata Dava " Baik lah aku akan memaafkan mu,dan aku akan mencoba nya " jawab Azima "Aku juga tidak ingin menjadi janda di usia ku yang masih muda, Aku ingin di dalam pernikahan ku itu banyak ke bahagian bukan kebencian " ucap Azima
"Terimakasih, kamu sudah mau menerima ku dan memaafkan ku " Balas dava tak kalah senang nya
__ADS_1
"Tapi ada satu sarat" kata Azima
"Apa.? "
"kamu jangan melarang aku untuk kuliah "
"Hanya itu? "
"Iyah " balas Azima
"Baik lah, aku akan kabulkan keinginan mu, tapi aku minta sama kamu berhenti lah bekerja karena aku tidak mau kamu lelah karena melayani mereka, cukup kamu lelah karena melayani aku " Kata dava menggoda Azima
Wajah Azima jadi memerah mendengar ucapan Dava " Is apaan sih kamu " balas Azima memalingkan wajah nya
"Jangan galak_galak kepada calon suami mu ini " balas dava tersenyum
__ADS_1