
Pagi ini naya sedang bersiap untuk ke sekolah walaupun dengan ke adaan pipi yang masih memerah, tubuh dia pun kurang sehat tapi naya ingin tetap untuk masuk sekolah karena hari ini akan ada ujian "Ibu, ayah aku pamit untuk pergi sekolah dulu" pamit naya, lalu ia mengalami kedua orang tua nya
"Sekolah yang rajin jangan mengecewakan tuan Affandra, Dan berhenti lah menjadi jala**g saya tidak ingin tuan Affandra tau kelakuan busu* kamu " Ucap sinis ibu naya
Naya hanya bisa menghelaikan napas mendengar ucapan sang ibu tapi ia juga tidak ingin menjadi anak durhaka " Iya baik bu" jawab naya, ia pun langsung pergi ke sekolah dengan naik angkot, setelah naik angkot naya termenung " Kalo aku berhenti kerja lalu bagai mana buat sehari_hari, jarak rumah ke sekolah kan lumayan jauh "batin naya
Semenjak naya tau kalo dia bukan anak kandung orang tua nya, naya sudah tidak menerima uang ongkos dan uang jajan lagi dari ibu nya, makanya dia mulai kerja
Naya pun sampai di sekolah nya dengan menggunakan masker tadi naya mampir di warung untuk membeli masker karena ia tidak ingin menjadi pusat perhatian orang lain dengan kondisi wajah nya yang memerah
"Azima.... " Teriak naya, ia pun berjalan ke arah azima dan Azzam yang baru saja turun dari mobil nya
"Kebiasaan deh nay kamu teriak_teriak gitu kaya di hutan tau gak " kata Azima
Azzam melihat Naya ada yang berbeda,"Tumben kamu pakai masker? " tanya Azzam penasaran
__ADS_1
"Iyah tumben kamu "
"Ah ini, aku lagi flu jadi pakai masker biar ka Azzam tidak ketularan he he " Jawab naya sambil cengengesan
"Is kamu ini " Azima menggelengkan kepala nya
"Yasudah dek kakak duluan ya, kakak males ada teman cerewet kamu " Kata Azzam ia pun pergi meninggalkan Azima dan naya di depan gerbang sekolah
"sudah ayo kita masuk " Ajak naya kepada Azima, mereka pun masuk kedalam kelas bersama, namun langkah mereka berdua terhenti karena Ada anak laki-laki yang menghalangi mereka
"Awas minggir aku mau lewat" ucap azmi ketus
"Kamu jangan ketus_ketus gitu sayang nanti kamu malah tambah cinta sama aku " Bukan nya minggir tapi malah semakin jadi
"Azmi sepertinya dia butuh obat, makanya nya seperti itu ha ha " Balas naya
__ADS_1
"Sepertinya seperti itu, awas minggir kalo gak aku aduin ke ka Azzam "Ancam Azmi
Karena ia takut dengan Azzam laki-laki itu pun memberikan jalan untuk Azmi dan naya " Kali ini aku melepaskan mu tapi lain kali jangan harap " gumam anak laki-laki itu
Naya dan Azmi pun duduk di meja nya "Dari mana kalian kenapa baru masuk ke kelas " tanya Azzam dengan tatapan tajam nya
Azmi menoel lengan naya "Ah kaj Azzam maaf tadi aku minta antar ke toilet dulu " Alasan naya
"Benar kak, tadi aku menemani naya ke toilet " balas Azmi
Azzam pun menerima alasan adik nya itu, ia langsung fokus lagi dengan buku nya
"Huh untung kak Azzam percaya kalo tidak bisa di gantung aku " bisik Azmi kepada naya
Naya hanya bergidik ngeri "Lagian si rido gak ada kapok_kapok nya gangguin kamu " balas naya
__ADS_1
"Sut diyam, jangan sampai ka Azzam tau kalo dia tau, si rido bisa di gantung di pohon toge " Akhir nya mereka pun mulai belajar dengan khusu