Gadis Cantik Itu Milikku

Gadis Cantik Itu Milikku
SUDAH 90%


__ADS_3

Setelah semua nya berangkat kerja tinggallah mamah Kania dan juga Naya sedang duduk di taman dengan segelas teh, mereka membicarakan tentang rencana pernikahan Dava dan juga Azima yang sudah hampir 90% ," Berati tinggal sedikit lagi ya mah " tanya Naya


"Iyan, bentar lagi tante hani akan ke sini untuk memberikan Undangan yang Mamah pesan "kata Mamah Kania, karena pas kemarin mamah Kania menyuruh hani untuk membuatkan undangan


" Benar kah " ucap Naya


Tak lama kemudian Hani pun datang dengan dengan membawa Satu paper bag yang isi nya undangan " Selamat pagi kakak, selamat pagi juga ponakan mantu " sapa hani sambil berjalan ke arah taman


" Jangan teriak_teriak berisik " Kata Mamah Kania dengan nada becanda,


Hani duduk di kursi dekat Naya " Gimana kemarin bulan madu nya.? Apa ponakan tante hebat di ranjang " Tanya hani kepada Naya


Wajah naya memerah dengan pertanyaan Tante hani " Hani kasian mantu aku malu itu" bela mamah Kania


" Ha ha ha.. Pasti ponakan tante cemen ya makanya kamu malu "


" Ih enggak tante malah aku tidak pernah di kasih kesempatan untuk istirahat, di tempat kolam renang pun aku masih di hajar oleh nya " Ceplos Naya dengan polos nya


Tante hani dan juga Mamah Kania malah saling pandang, Mereka pun ikut tertawa mendengar penjelasan Naya " Ponakan aku memang hebat " ucap Tante hani sambil menunjukan jempol nya, Naya benar-benar malu kenapa dia bisa keceplosan kaya gitu

__ADS_1


"Hus sudah, Mana undangan nya.? " Tanya mamah kania mengalihkan pembicaraan


"Ini " jawab tante hani sambil mengeluarkan isi paper bag yang lumayan besar itu


"Wah bagus banget undangan nya " puji Naya


"Sudah pasti dong, ini kan satu nya seratus ribu " balas Tante hani bangga


Mamah Kania membagi dua undangan itu, yang setengah nya akan di berikan kepada Dava, siapa tau keluarga Dava mau mengundang yang lain nya " Sayang telpon mamah mu, suruh Dava kemari untuk mengambil undangan nya " suruh Mamah Kania kepada Naya


"Aku saja yang mengantarkan ke sana mah, sekalian aku main ke rumah mamah " ucap Naya


"Baik lah jika itu mau mu mamah sih terserah saja asal tidak merepotkan " Balas mamah Kania


"Mah, tante, aku berangkat dulu ya " pamit Naya sambil membawa Paper bag


" Iyah sayang hati_hati " jawab Mamah Kania


Naya pun di antar oleh supir karena sang suami tidak mengijinkan nya untuk pergi tanpa supir, Ya Naya mengikuti saja apa keinginan suami nya karena dia tidak mau menjadi istri durhaka

__ADS_1


Setelah perjalanan membuang waktu selama tiga puluh menits Akhirnya Naya pun sampai di rumah mamah Rima, selain Naya membawa undangan Naya juga membawa oleh_oleh yang ia beli di Korea


Ting... tong....


Suara bel berbunyi, Keluarlah pelayan muda yang usia nya masih 20han " Maaf mencari siapa ya.? " tanya pelayan itu


"Saya mau mencari mamah rima" balas Naya sopan


* apa ini calon istri nya tun dava " batin pelayan itu


Mamah rima belum sempat menceritakan ke semua pelayan kalo mamah rima sudah menemukan putri nya, rencana nya pas nanti ketika Naya dan Azzam menginap baru lah ia akan mengumumkan kepada para pelayan


"Silahkan masuk " kata pelayan itu agak ketus


Tapi Naya masih bersikap biasa saja,lalu Naya duduk di sopa " Tunggu di sini, saya panggilkan dulu " ucap pelayan itu, ia pun pergi ke dapur


Naya masih duduk di sopa dengan tenang, ia melihat jam yang melingkar di tangan nya " Ko mamah lama sih" Naya pun memangil pelayan yang tadi dan menanyakan keberadaan mamah nya


"Kata nyonya tunggu , harus sabar jika ingin ketemu sama nyonya gak sabaran banget " Jawab ketus Pelayan itu, tapi naya masih diyam saja dan kembali duduk

__ADS_1


Satu jam naya sudah menunggu sampai-sampai ia ketiduran di sopa dengan memeluk tas nya


Mamah rima yang baru datang sehabis arisan merasa kaget karena putrinya tertidur di sopa " Sayang.... "


__ADS_2