Gadis Cantik Itu Milikku

Gadis Cantik Itu Milikku
Tiga tahun kemudian


__ADS_3

Tiga tahun yang lalu Azima dan Dava membawa Zizi ke salah satu Desa, Dava berniat untuk membuka bisnis kuliner apa lagi desa yang akan di tuju menawarkan pemandangan yang indah, siapapun akan betah di sana,


Walaupun awalnya di tentang oleh Affandra namun karena kegigihan Azima Dava ingin pindah dan juga ingin membuka usaha kuliner Akhirnya Affandra menyetujui nya.


Di tahun pertama semua nya Berjalan dengan lancar bahkan Affandra dan juga keluarga sering menginap dan sering datang untuk berlibur, Namun apa daya kebahagiaan Dava harus Siena ketika dirinya telah di tinggalkan oleh Azima untuk selama_lamanya


Ya Azima telah pergi ke pangkuan sang ilahi, Azima didiagnosa mempunyai penyakit gagal ginjal akut, Namun Azima sangat apik menutupi penyakit dari keluarga dan juga suami, Bahkan Azima sudah mendaftar diri sebagai pendonor organ.


Kelurga Affandra menyalahkan kepergian Azima kepada Dava, Padahal Dava juga sama merasa kehilangan, yang selama ini menemani dan juga mendukung nya, Setelah kepergian Azima keluarga Affandra menutup akses komunikasi dengan Dava, bahkan Dava harus merelakan sang putri di bawa oleh Affandra


Kini Dava hanya bisa pasrah kehilangan dua orang yang ia cintai sekaligus, tapi walaupun Dava kehilangan putri dan juga sang istri Dava masih melanjutkan bisnis kuliner nya karena ini adalah cita-cita Azuma ingin memiliki tempat makan dengan suasana pedesaan, Dava memiliki lima pegawai Dua laki_laki dan tiga perempuan sedangkan yang jadi kokinya Dava sendiri karena menurut Azima masakan Dava sangat enak


" Pak ini untuk pesanan no lima " Ucap Ani memberikan kertas yang berisi pesanan pelanggan


" Ok " Dava menjadi pribadi yang dingin dan irit bicara, ia akan ngomong jika ada perlu saja, kehilangan Seorang istri sangat tidak mudah untuk mengiklankan membuat Dava berubah


~Di rumah Affandra


Azam dan juga juga Naya menerima Zizi dengan tangan terbuka apa lagi Zizi adalah ponakan mereka, Naya memberikan kasih sayang yang sama rata dengan si kembar " By "


" Iyah sayang "


" Bagai mana kabar Dava by .? "


" Entahlah, Kamu tau sendiri kan bagai mana marah nya Papah " Ucap Azzam

__ADS_1


" Tapi kan kak Dava kakakku By" lirih Naya " Kalo papah benci sama kak Dava, berarti papah juga benci sama aku "


Bukan tanpa sebab Naya bicara seperti itu, Naya merasakan sendiri setelah kepergian Azima papah Affandra menjadi dingin kepada Naya bahkan Mereka jadi tidak saling tegur, Untung mamah Kania yang selalu menyemangati Naya agar selalu sabar menghadapi Papah Affandra.


Azzam mengelus kepala sang istri " Maafkan papah ya sayang "


" Ini sudah dau tahun Azima pergi by, bukan hanya Papah yang merasa kehilangan aku pun sama Hiks " Ucap Naya sambil menangis " sampai kapan Kalian akan mengabaikan ku si sini.? " tanya Naya


" Kenapa sih kamu tidak mau mengerti perasaan papah Hem.." Ucap Azzam sedikit membentak " papah sedang tertekan karena kehilangan Azima, adikku! Jangan egois "


Naya langsung turun dari tempat tidur " Ya by, Aku memang menantu dan istri yang tidak mengerti by " Ucap Naya " Maaf jika aku istri yang egois " Naya langsung keluar dari kamar, Naya berjalan ke arah kamar si kembar dan juga Zizi


Naya membaringkan Tubuh nya di samping Tania, Naya menatap putri kecil nya yang tertidur lelap, Air mata yang ia tahan akhirnya luluh membasahi pipi nya " Aku memang bukan istri yang baik by, tapi mau sampai kapan kalian akan merasa kehilangan dan mengabaikan keberadaan ku " Karena lelah menangis Naya tertidur pulas


Di sisi lain Dava adalah kakak dari Naya tapi di satu sisi Naya adalah istri dari Azzam, Naya berada di tengah-tengah tapi kenapa Papah Affandra bisa membenci Naya.


~ Pagi hari


Jam Lima pagi Naya sudah bangun seperti biasa, Naya keluar dari kamar anak_anak lalu menyiapkan sarapan, setelah sarapan sudah usai, Naya naik ke kamar nya dan juga Azzam Naya menyiapkan keperluan sang suami setelah usai Naya membantu anak-anak nya untuk mandi, untung naya selalu mengajarkan mandiri kepada anak_anak nya jadi ia tidak terlalu repot untuk mengurus anak_anak, Di usai anak_anak dua tahun Naya memutuskan untuk mengurusnya sendiri walaupun terkadang suka di bantu oleh pelayan


" Ayo anak_anak kita mandi " Ajak Naya, Naya selalu mendahulukan anak laki-laki nya untuk mandi terlebih dahulu, setelah itu batu anak perempuan


Setelah usai memandikan ke empat anaknya, naya membawa mereka untuk sarapan, Di meja makan sudah ada Affandra,Kania dan juga Azzam " Selamat pagi omah opah, ayah " Sapa anak_anak dengan sopan


" Wah cucu omah sudah cantik dan tampan " Puji Kania mencium keempat anak itu

__ADS_1


" Iyah dong kan ada bunda yang selalu membantu kami " Ucap si kembar


" Jangan di banggakan seperti itu, itu memang sudah kewajiban bunda kalian untuk selalu membantu anak-anak nya " Ucap papah Affandra dingin


Deg..


hati Naya seperti di tusuk duri oleh ucapan papah Affandra " Pah.." Tegur Kania, Kania melihat Naya yang masih berdiri di dekat anak_anak " Duduk lah kita sarapan bersama " Ajak mamah Kania


" Iyah sayang duduk lah " Ajak Azzam


Naya tersenyum kecut " Aku harus menyiapkan Anak_anak makan dulu, mas , mamah dan papah duluan saja, aku bisa belakangan setelah anak_anak makan " tolak halus Naya


" apa sekarang sudah tidak bisa menghargai ku sebagai suamimu.? setidaknya hargai mamah dan papah " Ucap Azzam Tegas


Karena tidak ingin ribut di depan orang tua Azzam Akhirnya Naya Duduk di samping anak_anak dan mulai ikut sarapan bersama, Hati Naya sungguh sakit, ia di bentak oleh suaminya sendiri di depan Keuda orang tua dan juga anak_anak, ingin menangis tapi Naya tahan karena ia tidak ingin terlihat lemah atau di sebut cengeng oleh papah Affandra


Di meja makan tidak ada suara, keempat anak pun ikut terdiam ketika ayah nya memarahi bunda nya.


Setelah kepergian Azzam dan papah Affandra, naya mengajak main ke empat anak nya di taman belakang " Sayang " panggil mamah Kania


Naya yang awal nya sedang melamun ia langsung menoleh kearah suara " Mamah "


" Maafkan sikap Azzam dan juga papah ya, mamah harap kamu bisa mengerti


Naya tersenyum paksa " Iyah mah "

__ADS_1


__ADS_2