
Kania melihat Affandra baru keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk di pinggang nya, Kania menghampiri Affandra ia langsung berlutut di hadap Affandra Kania melepaskan handuk yang sedang di kenakan oleh Affandra ia melihat belut listrik Affandra yang masih tidur, Kania elus lembut
Affandra hanya diyam saja, melihat calon istri nya yang sedang mulai nakal itu
Kania mengelus pelan dan ia dekat kan ke mu**t lalu ia ji**t dengan penuh perasaan ia mulai men**n Telor belut listrik
"Ah... ssttt... A_apa yang kamu lakukan sayang" Ucap terbata sambil memerankan kedua mata nya
"Nikmatilah sayang, Walaupun nanti kamu harus berpuasa selama empat puluh hari tapi aku akan melakukan ini supaya kamu tidak merasa pusing "Ucap pelan Kania
Ia pun memaju mundurkan si belut listrik sehingga yang punya semakin terbang melayang, Rambut Kania di jambak oleh Affandra ia sangat menikmati permainan Kania yang sangat nakal " Sa_sayang" de**h Affandra tidak karuan
Kania terus maju mundur kan si belut listrik sehingga aliran listrik itu langsung menyetrum yang punya sehingga ia kewalahan dengan kelakuan Kania ini Saking tidak tahan dengan aliran listrik yang Kania lakukan" Agak menjauh sayang aku sudah tidak tahan lagi dengan aliran listrik ini" pinta Affandra
"Lanjutkan lah sayang, aku menginginkan nya" Pinta Kania yang masih setia menghidupi alur listrik itu
"Serius kamu sayang" Tanya Affandra, bukan menjawab Kania malah semakin jadi menghidupkan aliran listrik itu dengan kuat sehingga, belut listrik pun menyerah
__ADS_1
"Terimakasih sayang" Ucap Affandra mengecup mu**t Kania
Kania tersenyum dan menelan sisa_sisa nya "Sama_sama syang" Kania bangkit berdiri dan ia langsung masuk ke kamar mandi untuk bersih _bersih
Di taman Hani sedang menunggu Davanka karena tadi Davanka menyuruh Hani untuk menunggunya di Taman
"Maaf lama" Ucap Davanka sambil duduk di kursi samping Hani
"Iyah tidak apa_apa baby " balas hani manis
"Eum itu, Tadi aku ke sana cuman mau minta di ajarin nyangkul, tadi kan sudah janji sama aku mau mengajariku " Balas Hani polos
Davanka langsung menatap kekasih nya ini " Baby sebenar nya kamu itu polos atau pura-pura polos.? " tanya Davanka tidak percya
" aku benar-benar tidak tau, kalo aku tau mana mungkin aku bertanya "Jawab hani cemberut " Memang nya kak Affandra suka nyangkul dimana kenapa aku tidak tau"
"yakin kamu mau dengar.? " Tanya Davanka
__ADS_1
"Iyah aku mau tau, kenapa cuman gara_gara puasa nyangkul kak Affandra sampai se marah itu apa se menyenangkan itu? " tanya nya polos
"Baby dengar ya, Yang sedang di maksud puasa menyangkul itu adalah tentang Berhubungan ba**n "
plak
Hani memukul punggung Davanka " Mesum " kesal hani
"Apa sih, tadi kata nya ingin tau, setelah di kasih tau malah memukul aku" Sebal Davanka
Wajah hani langsung memerah ia tidak menyangka dengan pertanyaan soal mencangkul itu adalah tentang hubungan badan
" Kenapa wajahmu memerah baby" Tanya Davanka heran
" Tau ah, ini semua gara_gara kamu tau " Balas hani sambil meninggalkan Davanka di taman
Hani langsung ke dapur untuk mencari minuman dingin, karena saat ini pikiran nya sudah mulai panas
__ADS_1