
Setelah drama di meja makan tadi Azzam dan azima di antar kan ke sekolah oleh sang Ayah " Kalian belajar yang pinter ya, dan jangan nakal, kakak jaga adik mu ya papah gak mau anak gadis papah ada yang godain " kata Sang papah kepada Azzam
"Tuh denger kak, kakak harus selalu jaga aku " Ucap Azima sambil menyenggol lengan Sang kakak
"Baik pah, kalo gitu kita masuk dulu ya " Pamit azzam dan azima
Affandra sangat protektif kepada sang putri karena ia tidak mau putri nya ada laki-laki yang ganggu putri nya, bagi dia putrinya itu seperti berlian "Yasudah kalian masuk, ingat nasehat papah "
Azzam dan azima pun turun dari mobil Sang papah mereka berjalan kedalam kelas, siswa siswi di sini sangat mengagumi kecantikan dan ketampanan Azzam dan azima, karena selain cantik dan tampan mereka juga selalu juara kelas bahkan Azzam selalu mewakili sekolah nya untuk mengikuti perlombaan, Azzam juga ketua basket di sekolah nya
"Azima.... " Teriak gadis itu smabil berlari ke arah azima
Azima berhenti berjalan ia sudah hapal suara siapa yang cempreng " kamu jangan teriak_teriak ini bukan hutan, tapi tempat belajar " Kata Azzam dingin
"Ia lagian ngapain teriak sepeti itu sih " Balas azima
__ADS_1
"Hehe maaf maaf " Ucap gadis itu cengengesan
"Yasudah ayo masuk, sebentar lagi sudah jam masuk " Ajak azima kepada gadis itu, sedangkan Azzam sudah masuk terlebih dahulu
Naya naraya, Anak dari keluarga biasa saja namun ia bisa masuk ke sekolah paforit karena Azima yang ajak karena mereka sudah berteman dari SD, bahkan semua biaya sekolah naya di tanggung oleh Affandra, Naya juga termasuk siswa yang cerdas makanya Affandra menjaminnya, Affandra dan kania tidak pernah melarang anak_anak nya untuk berteman malah kania selalu mengajarkan jangan pernah sombong ataupun membedakan orang, karena bagi kania mereka sama seperti nya yang beda itu nasib nya.
"Kakak kamu itu kaya es batu, dingin " Kata naya sambil begidik
"Udah tau kakak ku itu dingin, kenapa kamu suka padanya " Ejek Azima
"Jangan pikirkan kakak ku, belajar yang benar biar kita bisa masuk ke kampus yang sama " nasehat Azima
"Tumben kamu bijak" Ucap naya sambil melihat kepada Azima
"Karena tadi pagi aku sudah dapat pencerahan dari kakak ku yang dingin se dingin es batu " Jawab Azima menoleh ke arah sang kakak, dan azzam langsung menatapnya dengan tajam
__ADS_1
Mereka pun mulai belajar dengan tenang, sesekali naya mencuri pandangan ke arah azzam "Tampan nya pangeran nga aku " batin naya
Azzam yang sadar di tatap oleh naya dia langsung melotot "Is dia selalu saja sepeti itu tapi aku suka " gumam naya
Jam istirahat pun telah tiba, kini naya dan Azima sedang di kantin sedangkan Azzam dia sedang main basket dengan teman_teman nya
"Hai Azima " sapa laki-laki itu sambil berjalan ke meja Azima dan naya
Bukan azima yang menjawab melainkan naya "Hai juga " balas naya sambil tersenyum, naya tipe orang yang selalu ramah ke semua orang
Sedangkan Azima hanya diyam saja sambil menikmati makan siang nya "Aku tidak nanya padamu tapi aku nanya kepada bidadari ku " ucap ketus laki-laki itu sambil melotot ke arah Naya
"Nay sudah makan nya.? kalo sudah ayo kita ke lapangan kita lihat kakak aku yang sedang main basket " Ajak Azima, dan di balas dengan anggukan oleh naya
"Azima ko aku di tinggal" teriak laki-laki itu, ia merasa kesal karena selalu saja di cuekin sama Azima padahal selama ini tidak pernah ada yang bisa menolak pesona nya
__ADS_1