Gadis Cantik Itu Milikku

Gadis Cantik Itu Milikku
Masa lalu Naya


__ADS_3

Sesampai nya di kafe naya langsung mengganti seragam sekolah nya dengan baju kerja "Semangat naya " ucap nya kepada diri sendiri


Tidak ada yang tau bagai mana kehidupan seorang naya, mereka hanya tau kalo naya seorang gadis yang ceria dan pintar, padahal di balik keceriaan tersembunyi jiwa rapuh naya apa lagi semenjak ia tau kalo dia bukan anak kandung dari kedua orang tua nya


FLASHBACK ON


Naya yang sedang masak di dapur untuk menyiapkan makan malam ia di kejutkan dengan pertengkaran kedua orang tua nya " Jika dulu kamu tidak ngotot untuk punya anak, aku mana mungkin membeli Anak itu dari seorang gadis kampung, semenjak ada anak itu hidup kita jadi susah perekonomian kita menjadi sulit dia anak pembawa sial " teriak Sang ibu kepada bapak nya


"Pelan kan suara mu itu, nanti terdengar oleh naya, Apa kamu sadar dengan ucapan mu? Seharusnya kamu berterimakasih kepada naya, berkat kehadiran naya, kedua orang tua ku memberikan warisan nya kepada kita, kalo tidak ada naya kita tidak akan pernah mendapatkan warisan itu " bentak Bapak naya


"Ahh.... semua ini gara_gara anak sialan itu " teriak ibu sambil membanting kan pot bunga "

__ADS_1


Naya yang sudah berdiri di balik pintu ia merasa terkejut mendengar omongan orang tua nya " Jadi selama ini mereka bertengkar karena aku, dan aku bukan anak kandung nya hiks... Cobaan apa ini tuhan" naya pergi ke kamar nya dan dia menangis sambil memegang dada yang sesak


FLASHBACK OFF


Semenjak naya tau kalo dia bukan anak kandung kedua orang tua nya, naya mulai mencari kerja untuk memenuhi kebutuhan nya dan juga memberi kan sebagian gajih nya kepada sang ibu, walaupun dia bukan anak kandung kedua orang tua nya namun naya ingin berbakti dan membalas jasa mereka karena sudah membesarkan nya, Walaupun semua biaya sekolah di tanggung oleh kedua orang tua Azima tapi dia juga tidak ingin terlalu merepotkan mereka.


Di kediaman Affandra...


"Beda sama masakan mami yang tidak enak dan berantakan " kata Anton anak hani


Davanka hanya mengulum senyum nya ia tidak ingin ikut berkomentar karena ia takut jika sang istri tidak memberikan jatah malam nya, tapi hani menyadari kalo suami nya sedang mengulum senyum ia, melirik kepada sang suami dan ia menatap nya dengan tajam

__ADS_1


"Masakan mamah ku memang paling top " ucap bangga Azima


"Apa kamu masih belum bisa masak han.? " tanya Affandra kepada sang adik


"Bagi mana mau masak, masak aer aja keluar api " balas Anton, hani melirik kepada anak, namu Anton hanya bersikap acuh saja


"Bukan nya mami tidak bisa tapi mami ini anak Sultan jadi tidak di perbolehkan masuk dapur" bela hani


Azima dan yang lain tertawa, beda dengan Azzam dia hanya menggelengkan kepala nya


"Sudah_sudah, ayo lanjutkan makan nya gak baik makan sambil ngobrol " Ucap kania " Anton makan lah yang banyak kalo makanan nya enak "

__ADS_1


Anton pun tersenyum sambil menganggukan kepala nya, mereka pun makan dengan damai tidak ada obrolan di atas meja makan hanya ada suara dentingan sendok.


__ADS_2