
Chapter 114
...Volume 1...
...Bab 2...
...Bertemu Ibu Louis Untuk Kedua Kali-nya...
Keesokan hari nya Viyona pergi ke kelas seperti biasa namun kali ini dia tidak melihat penampakan beberapa orang , Kelas berlalu dengan tenang .Sehabis kelas gadis itu mengambil buket bunga baru dia pergi ke rumah sakit .
Saat sampai di rumah sakit , dia di sambut dengan aroma disingetkan yang kuat .Viyona pergi ke depan respsionis dan bertanya nomor kamar Kaila .
“ Nomor kamar nya 7.0 A ~~ “
“ Terima Kasih “Viyona mengangguk lalu pergi .
Berjalan di Lorong yang Panjang , Viyona melihat perawat dan berbagai macam orang berlalu Lalang sangat ramai .Melihat tanda di atas pintu , gadis itu pun mengetuk pintu .
Tok ~~tok ~~
“ Masuk ! “
Viyona membuka pintu dan melihat seorang gadis berambut pink dengan wajah pucat , gadis itu terbaring lemah di ranjang dan di sebelah nya duduk seorang gadis dengan surai coklat , dia memegang semangkuk bubur ditangan nya .
“ Viyona kamu datang ? , Nah silahkan duduk ! “
Viyona meletakkan buket bunga di samping meja dekat gadis yang terbaring itu .
“ Anda baik-baik saja ? “
Ps : Sekarang mau pake Bahasa yang lebih sedikit formal kayak saya , anda gitu .
Kaila mengangguk dan mencoba bangun , namun dia hampir jatuh tapi Rika segera menopang tubuh Kaila .
“ Kaila anda harus tetap diam di tempat tidur anda baru saja sembuh “
Kaila hanya melirik sahabat nya dengan geli “ Iya ~~ Iya anda seperti seorang ibu tua sekarang ini ! “
“ Anda ! Saya tua hah~~~ Berarti and aitu bocah ! “
Melihat interaksi kedua orang itu Viyona hanya diam menyaksikan nya sembari melihat jam di telepon nya .
“ Luka anda akan terbuka ! Jadi dengan patuh berbaring ! “
Kaila memelas seperti anak kecil dengan mata berair , mirip seperti hewan imut kecil .
“ Viyona anda juga ~~ Aku sungguh bosan di dalam bisakan kalian berdua membawa saya keluar ! “
Rika langsung menolak tanpa kompromi “ Tidak boleh anda baru saja sembuh , jangan mencoba main-main di sini . Kemarin adna juga masuk rumah sakit sekarang anda masuk lagi ! Jadi diamlah di sini sampai anda sembuh ! “
“ Viyona ~~ Lihat Rika dia pelit sekali ! “
Viyona juga merasa setuju dengan ungkapan Kaila , siapa yang tidak bosan terkurung di kemar dengan bau obat kan .
__ADS_1
“ Baik ~~“
“ Horee ~~~ Anda memang yang paling dengan saya ! “
Melihat Kaila yang bersorak gembira , Rika menghela nafas seperti seorang bibi tua .
“ Ya ~~ Ya ~~ Terserah anda , Tapi anda harus menggunakan kursi roda ! jangan berlari-lari nanti “
~~\*\*\*\*~~
“ Nah kita akan kemana ? “ Kaila dengan antusias bertanya dan melihat sekeliling nya yang cukup ramai .
“ Taman ~“ Balas Viyona singkat .
Rika mendorong kursi roda Kaila mengikuti Viyona , Viyona masih ingat beberapa taman yang bagus di rumah sakit setelah hari itu dia berlarian kesana kemari .
“ Sampai ! “
Kaila melihat sekeliling nya dan merasa sangat bahagia akhir nya dia bebas keluarr ,di taman ini ada beberapa orang yang lewat dan duduk .
“ Eh ~~ Viyona dan Kaila ! Kalian disini juga ? “
Viyona berbalik dan yang ia lihat sekelompok orang beranggotakan empat , dua orang anak laki-laki yang di kenal nya dan seorang wanita dewasa yang masih cantik namun dengan kesan anggun . Juga terdapat seorang gadis dengan senyum lembut mendorong kursi roda seorang pemuda yang amat di kenal Viyona .
“ Halo ~~“ Sapa Viyona sopan .
“ Um ~~ Keith , Louis , dan Liliy halo dan ini ? “
Liliana masih dengan senyum lembut memperkenalkan ibu dari Louis.
“ Ini ibu Louis , Nyonya Marissa Chloud !“
Nyonya Marissa melirik Kaila dengan mata acuh dan mengabaikan-nya seolah ia hanya angin saja , namun tatapan beralih menuju Viyona . Wajah tenang wanita itu sedikit bergetar dan setiap kalimelihat Viyona seolah dia melihat bayangan orang lain dari nya .
“ Halo Nyonya ! “ Sapa Kaila dan Rika bersamaan .
Dalam waktu yang lama Nyonya Marissa tidak menjawab sapaan kedua gadis itu dan mata nya benar-benar terfokus pada Viyona .
“ Ibu ~~ Kedua teman-ku menyapa anda mengapa anda diam ?“
Di depan Ibu nya Louis snagat-lah sopan dan tidak bertindak seperti generasi kedua orang kaya yang sombong .
“ Maaf ~~Halo Nona Saya Ibu Louis salam kenal ! , Dan Nona ini bisakah saya mengetahui nama lengkap anda “
“ Saya Viyona Vladimir ! “
Nyonya Marissa sontak menuju Viyona dan mencengkram kedua bahu nya dan dia dengan gemetar bertanya .
“ Anda ~~ Apa hubungan anda dengan Sein Vladimir ? , Apakah anda anak asuh nya atau cucu angkat nya ? “
__ADS_1
Melihat Ibu Louis yang terlalu bersemangat , membuat Viyona curiga apa maksud nya .
“ Bibi anda terlalu kuat mencengkram Viyona ! “
Karena pengingat Keith , Nyonya Marissa melonggar-kan cengkraman nya dan menatap manik hitam yang sangat mirip dengan wanita yang ia rindukan . Sebagai sahabat bagaimana ia tidak bisa melihat nya bukan , gadis ini sangat mirip dengan wajah wanita yang ada di benak nya .
“ Anda mengenal Kakek Saya Nyonya ? , Saya adalah kerabat jauh nya“
Viyona dengan sopan menjawab dan mencoba menjauhkan diri nya dari Nyonya Marissa .
Karena prilaku Nyonya Marissa yang mengejutkan , semua orang merasa ada cerita di sini .
“ Ah begitu !? “
Louis buru-buru berkata “ Ibu ayo kita masuk ! Saya merasa tidak enak badan lagi ! “
“ Lui Anda baik-baik saja kan ?,Apakah luka di lengan nada terbuka lagi ? “Liliana bertanya dengan wajah gugup .
“ Tidak ~~ Saya baik-baik saja ! Ibu , Keith , Liliy ayo pergi ! . Selamat tinggal kalian bertiga , sampai bertemu di sekolah ! “
Keempat orang itu langsuk masuk Kembali ke Gedung degan tergesa-gesa , Namun Viyona melirik Liliana dengan ekspresi samar di wajah nya .
“ Gadis ini tidak mudah ! “ Gumam nya .
“ Ayo Kembali ! “Kaila berkata dengan wajah cemberut .
Kaila merasa tidak senang tiba-tiba , dia merasa bahwa Ibu Louis agak nya membenci nya padahal dia tidak melakukan hal salah apa-pun disini .
Rika mendorong kursi roda masuk dan meninggal-kan Viyona , Viyona hanya melirik sekilas dan berjalan pergi .
~~\*\*\*\*~~
Viyona merasa ada seseorang yang mengawasi nya dan berbalik tapi tidak melihat siapa pun , karena itu dia langsung berjalan cepat .
“ Periksa nanti ! “
Di lantai atas seseorang memnag memang menatap Viyona dari balik jendela kaca ,Dia seperti nya berniat hanya mengawasi saja dan tidak bermaksud untuk menghampiri .
“ Dia sudah pergi ! tidak mengejar nya ? “
Seorang pria tidak jauh dari nya membuka mata nya dan hanya menatap sekilas lalu mengabaikan nya .
“ Tidak perlu ! “
Mill menaut-kan alis nya dan mengetukkan tangan nya ke meja , dia langsung menutup gorden .
“ Bukan nya Datang kemari hanya untuk bertemu Anak Rubah yang tidak patuh ini ? “
Rein mengabaikan pertanyaan Mill dan sibuk bermain dengan ponsel nya , wajah nya tidak berubah dan hanya menguap lalu bangun dan berjalan pergi .
__ADS_1
“ Ah ~~ Diabaikan lagi ! “