
...Volume 1...
...Bab 1...
...Bos Besar Penjahat...
Vila Clarissa
Setelah menempuh perjalanan yang amat jauh dan rumit , Clarissa langsung membaringkan diri nya di kasur king size nya yang dikenal nya . Dia merasa aman untuk sementara waktu , dia merasa tegang dan takut dalam waktu yang sama .
Clarissa memegang bibir nya dan ciuman itu langsung terlintas di benak nya , kedua pipi nya bersemu merah dia menutup kedua mata nya dan menenggelamkan diri nya di bantal nya .
" Menjauh dari kepala ku sialan ! "
Clarissa akhir nya berteriak marah , mengingat ciuman itu saja sudah membuat nya kesal sampai mati . Dia ingin membunuh orang saja , dari pada di cium paksa seperti itu . Dia telah kehilangan ciuman suci nya , padahal dia akan menjaga nya sampai akhir hayat di sini juga .
Bip...bip....
Tut....Tut..
Clarissa mematikan telepon itu dengan kesal , dia sedang dalam suasana hati yang buruk . Dia tidak ingin menerima telepon dari siapa pun saat ini , di vila nya dia merasa aman dan damai .
"Aku harus berhati-hati lain kali , melihat Surai yang kembali seperti semula secara mendadak sangat berbahaya ! "
Clarissa melirik Surai keperakan nya dengan masam , mengapa warna nya harus ini ya itu sangat mencolok . Selain itu Surai perak terbilang langka , jarang ada orang yang mempunyai Surai perak seperti diri nya . Dia melirik ke arah kaca , dan bekas gigitan itu pasti meninggalkan bekas .
" Dia benar-benar bukan Vampir kan , iris nya merah seperti darah dan ada taring mencuat dari mulut nya . Tapi mengapa aku selalu bertemu mereka , ah ini kesialan ! "
Clarissa bangun dan mengambil salep dari dalam laci nya , setelah mengambil salep tersebut dia mengoles kan nya pada leher nya . Ah dia semakin khawatir jikalau dia mengalami pendarahan , sekelompok pria anjing itu benar-benar meminum darah ini menyeramkan .
__ADS_1
Jika dia ingat nama ketiga orang itu adalah Rein , Mill ,dan Theo .
" Bukankah mereka ...hah .. tidak !...tidak....ha..ha..bagaimana bisa mereka ada di sini ! "
Clarissa memiliki wajah pucat pasi , dia mengapa bisa melupakan hal yang sangat penting begini . Di mulai dari pertemuan tidak sengaja dari dalam Vila , hingga rumah sakit dan harimau putih , Mengapa dia tidak memikirkan nya .
" Sial siapa sangka mereka bertiga adalah bos besar penjahat dalam Otome Game ini , pantas nya aku bertemu mereka di vila waktu itu . Sebentar plot berbahaya nya belum di mulai , ini masih awal nya saja . Fiuh tenang lah , mereka tidak tahu kalau aku yang mencuri ramuan berharga itu . Tenang ! ...!....! "
Semakin Clarissa mencoba tenang dia malah semakin ketakutan , Clarissa berlari menuju ranjang nya dan menyelimuti diri nya dengan selimut tebal . Dia ingin sekali menangis sedih , mengapa dari sekian tokoh dia harus memprovokasi para bos penjahat ini .
" Aku sangat sial kemana pergi nya kehidupan ikan asin ku ! "
Catatan : Ikan Asin : Orang selalu ingin bersantai saja , tidak ingin melakukan hal apa pun baik itu untuk cinta ataupun pekerjaan .
Karena kesal dengan keadaan yang di alami nya , Clarissa memukul-mukul bantal nya dengan jengkel . Berharap bantal itu adalah ketiga pria anjing itu ,
Dengan dekat dengan Kaila sebenarnya akan membawa Clarissa mendekat ke arah orang yang dia hindari , bagaimana pun Clarissa tidak menyadari hal yang dia lakukan .
Clarissa masuk kamar mandi dan berendam di bathtub , bau lilin aromaterapi itu membuat nya rileks dan tidak tegang lagi . Setelah sekian lama , akhir nya Surai keperakan itu berubah menjadi hitam kembali . Fitur wajah Clarissa saat dia dalam keadaan bersurai hitam sangat berbeda , maka nya dia dengan berani hanya mengubah warna rambut nya itu .
Jika dia dengan Surai perak , keindahan nya seperti di luar dunia . Dia bagaikan peri yang aura agung dan mulia . Itu sangat cantik dan mempesona , bahkan laki-laki pun harus iri dengan keindahan nya .
Namun berbeda dengan Surai gelap nya yabg bagai malam itu , yang menarik ialah iris gelap obsidian yang memiliki percikan bintang . Aura nya dingin dan tak tersentuh , dia seperti mawar hitam yang mempesona dan hanya bisa di lihat dari jauh . Keindahan yang begitu dingin dan jahat .
Klik ....
" Fiuh ini sudah malam ! Tenang sekali"
Clarissa mengambil piyama putih , piyama itu cukup panjang hingga mencapai mata kaki nya . Setelah bosan memandang bulan di langit , Clarissa melompat dari balkon kamar nya . Saat Clarissa melompay turun , piyama nya berkibar tertiup angin malam , dan pendaratan Clarissa cukup mulus .
__ADS_1
Wosh....
Tuk.....
" Mari berjalan-jalan ! "
Sekolah Seika Maria sebenarnya memiliki empat vila di dalam sekolah tersebut , dua nya lagi berada jauh dari area sekolah . Bahkan asrama para murid pun berjauhan , jarak nya cukup jauh hingga menyebabkan kita harus menaiki mobil untuk mencapai Vila .
Bahkan asrama pun di bagi beberapa kelas , dari kelas c hingga ke s . Kelas s biasa nya di tempati oleh anak generasi kedua yang kaya , dan fasilitas nya terbilang lengkap .
Skip .......
Clarissa sudah berjalan cukup jauh , sekolah menengah pertama Seika Maria juga memiliki taman yang begitu indah dan juga luas . Di sini tempatnya di adakan berbagai festival yang di selenggarakan oleh sekolah .
Clarissa berjalan-jalan mengelilingi taman yang berisi berbagai macam bunga , Clarissa menghirup udara di sekitar taman . Dia jauh merasa tenang dan lebih baik , syok nya hari ini tak terduga dan membuatnya nya frustasi .
" Huh ! Mana mungkin mereka menyadari nya ! "
Clarissa menggeleng kan kepala nya , karena kesal dia memetik bunga di taman dan menghamburkan nya . Siapa peduli sekarang apakah ini rusak atau apa pun , dia menari dan berputar-putar di sekitar taman .
Dia juga membuang sandal nya begitu saja , kaki nya menginjak tanah yang telah di tanami rumput . Rasa sejuk dan dingin merembak ke kaki nya , Gerakan Clarissa melambat dan setiap langkah nya pelan dan lihai .
Clarissa seolah menunduk dan memberi hormat kepada penonton , setelah memberi hormat . Clarissa memulai tarian nya , badan nya seolah bergerak secara alami dan menari dengan arah angin . Tangan nya terkadang berputar baik itu ke kanan atau pun ke kiri , langkah kaki nya sesuai dengan gerak tangn dan juga badan nya .
Dan saat Clarissa melompat dengan indah layak nya seorang ballerina , jari-jari lentik nya sangat indah dan cantik . Untuk mengakhiri tarian nya Clarissa sedikit melompat dengan gerakan sulit , badan nya yang lentur memudahkan nya saat mencoba berbalik . Setelah tarian berakhir Clarissa menghela nafas , namun dia tertegun karena mendengar suara langkah kaki dan tepuk tangan meriah dari belakang nya .
Prok....prok...prok...
" Tarian yang indah sekali ! " Seru nya kagum .
__ADS_1