Gadis Mahakuasa Terlahir Kembali Di Dunia Otome Game

Gadis Mahakuasa Terlahir Kembali Di Dunia Otome Game
Chapter 28


__ADS_3

...Volume 1...


...Bab 1...


...Alarm Kebakaran...


'Klik' pintu tertutup rapat dan Risa dengan segera berjalan pergi , tapi tahu nya ternyata ada seorang pria besar dengan kaca mata hitam .


" Ternyata di jaga , layak untuk seorang laki-laki sinting " Risa mengutuk pelan


Risa bersembunyi di balik pot besar dan memperhatikan sekeliling nya , dia tidak bisa membiarkan seseorang tahu dia bisa seni bela diri , ini bisa gawat . Risa mengambil ponsel nya di dalam saku , Mengaktifkan data dan membuka sebuah situs lalu jari-jari nya dengan cepat melayang di antara keyboard .


Risa memiliki insting yang tajam setelah ia latih selama beberapa tahun , Risa dengan segera memasukkan kembali ponsel nya dan melangkah mundur .


Dia tersenyum smirik .


" Tiga ..... Dua ..... Satu .... !! "


Ring! Ring ! Ring !


Suara alarm yang berisik mengalihkan pandangannya para bodyguard itu , mereka berlarian menuju .....


Risa tertawa geli ternyata mereka menuju ke arah dia keluar tadi , Risa mengendap-ngendap dan menuruni tangga dengan cepat .


" Mengapa mereka bodoh sekali ! "


Risa dengan cepat menuruni anak tangga dan bergegas keluar dari kafetaria , namun di saat dia merasa akan bebas . Melihat segerombolan murid yang berlari ketakutan membuaj wajah nya jelek , mengapa sangat ramai . Risa mendengar berbagai kata umpatan dan ketakutan tangis dan sebagainya .


" Sial mengapa ada kebakaran di mana ? "


" Hiks...hiks... Ibu aku tidak akan mati kan ? "


" Tapi kita tidak lanjut belajar ini ada untung nya "


" Mengapa ramai sekali , bah sial mengapa harus ada kebakaran sekarang " ucap nya mengeluh


" Terus kamu ingin kebakaran itu kapan , besok hah sinting "


Risa yang baru saja keluar dari kafetaria , menatap para orang-orang itu tercengang apakah dia mengaktifkan alarm kebakaran , tapi Seharus nya suara nya tidak sebesar ini kan . Suara telpon Risa berdering dari dalam saku baju nya .


" Ada apa pak tua ? " Tanya Risa


Namun suara di seberang telpon meledak .


" Gadis sial mengapa kamu membobol sistem sekolah dan mengaktifkan alarm kebakaran , kamu sudah membuat kepanikan dia sekolah ku " Suara tua yang hampir kehabisan tenaga untuk bertengkar , dan suara nya gemetar .


" Itu bukan ini yang akan terjadi , oke aku salah "


Risa menyerah dan mengakui kesalahannya itu , namun tiba-tiba suara tua seberang telpon berubah cerah .


" Bagus kalau begitu ,! Aku ada permintaan jadi datang ke kantor ku nanti ! , Kami tidak boleh menolak "


" Tut "


Panggilan itu terputus begitu saja , mulut Risa berkedut . Rubah tua ini mengambil kesempatan dalam kesempitan nya , Risa menatap bekas panggilan itu kejam , Dia menaruh kembali ponsel nya ke dalam saku baju . Tapi ia melupakan sesuatu dan mengambil ponsel nya lagi memaksa mematikan alarm kebakaran , dia mendengus lalu pergi .


Kelas Roket


Di dalam ruangan kelas yang tadi nya tenang dan sibuk mendengar kan guru bahasa yang sedang menjelaskan , tiba sebuaj bunyi keras terdengar dan menyebabkan beberapa siswa berubah pucat .


" Kya .... Kebakaran !!!! "


" Lari ! ! "


Para murid langsung berlarian keluar , Sementara sang guru bahasa hanya melotot bodoh , Dan detik berikut nya sang guru pun pingsan .

__ADS_1


" Guru ! " Teriak Kaila


Sedari tadi Kaila masih terlihat sangat tenang , walaupun semua teman sekelas nya menjadi ricuh dan ketakutan . Dia bingung alarm kebakaran dimana tapi ? , Saat dia mencoba menuju jendela dan mencoba menemukan kepulan asap tidak ada sama sekali , lalu mengapa Alarm berbunyi .


" Kaila ayo bawa guru keluar dulu ! " Pinta Rika


" Kamu masih sempat juga menyelamatkan orang lain ya gadis manis " Keith tersenyum


Kaila mengabaikan nya dan berkata acuh " Jika kamu tidak membantu menyingkir dari depan ku ! "


Keith masih dengan wajah yang nampak tenang dan tidak ada tanda amarah .


" Baiklah akan kubantu , jangan marah . Hei Louis bantu aku ! " Pinta Keith


Louis mendengus dan Pada akhir nya membantu Keith .


" Jadi kau ingin bagaimana membawa nya ? " Tany Louis tanpa rasa bersalah


" Anak sombong kamu sangat bodoh , Guru bukan barang yang bisa kamu bawa seenak nya dia manusia setidaknya berpikir dengan benar " Teriak Kaila kesal


Louis memutar mata nya malas dan langsung menggendong guru itu dengan gaya Putri.


Keith menatap Louis dengan tidak percaya .


Bahkan Kaila tidak bisa mengendalikan tawa nya .


" Puft ... Pose itu cocok untuk mu ! "


Louis dengan acuh mengabaikan Kaila dan membawa guru wanita itu pergi .


" Kemana harus membawa wanita merepotkan ini !? " Tanya Louis malas


" Otak-mu menjadi kusut atau apa , jelas ke ruang kesehatan lah ! '' Kata Kaila kesal


'' Mengapa menatap ku lama ?, baru sadar bahwa aku tampan ? '' Louis tersenyum mengejek


'' Kamu aku bilang kamu tampan ? ''Tanya Kaila balik


Louis tersenyum smirik .


'' Baru saja kamu mengatakan '' Senyum mengembang di bibir Louis .


Louis meninggalkan Kaila yang terbengong dan setelah dia di senggol Rika barulah dia sadar .


'' Hei Kaila ayo pergi jika tidak , kami meninggalkan mu nanti ''


Rika menarik tangan Kaila dan mengejar Louis dan Keith yang telah berjalan menjauh .


'' Tunggu kami !? '' Teriak Rika


Louis dan Keith melambat , akhir nya Rika dan Kaila dapat menyusul kedua orang itu .


Keith berkata :


'' Seharus nya letak Ruang Kesehatan ada di lantai dua dekat dengan para kelas senior kita ''


Louis masih acuh walaupun dia menggendong guru di tangan nya , dia tidak menunjukkan tanda-tanda kelelahan karena kelas mereka cukup jauh dari jalan menuju lantai dua , karena untuk menuju lantai bisa dibilang mereka harus menuju kelas paling ujung yakni Kelas F , kelas yang nilai nya paling terendah dan banyak para siswa malas di sana .


'' Kita harus melewati nya lagi ? , saat itu Untung nya mereka sedang sibuk belajar di dalam . Bagaimana jika sekarang aku tidak ingin berbuat keributan ''


'' Tenang-lah Louis tidak akan terjadi apa-apa , mereka pasti juga keluar alarm kebakaran itu kan sangat keras berbunyi ''


...Catatan " Pas Keith dan Louis buntutin Risa , Risa ada di ruang kesehatan . Thor sengaja buat ruang kesehatan berada di antara lantai 3 dan lantai 1 , lantai dua nya di tengah jadi nya biar enggak terlalu repot . Setiap lantai memiliki kafetaria sendiri , dan ada beberapa kafetaria yang mempunyai kamar pribadi kayak di resto gitu . ''...


Para remaja yang mengisi kelas F kebanyakan yang suka berkelahi , terutama para laki-laki nya mereka memusuhi kelas yang berada di atas mereka , khusus nya Kelas Roket yang di isi para anak pintar .

__ADS_1


'' Apa yang kalian bisik- kan ? , misterius sekali '' Tanya Kaila


Kaila memerhatikan Keith dan Louis yang berbicara sangat pelan , dan membuat nya cukup penasaran.


''Bukan urusan mu '' Ucap Louis acuh


Louis hari ini selalu mengabaikan Kaila dan tidak mencari masalah dengan nya , hal ini membuat Keith sangat penasaran akan teman yang satu ini .


'' Tumben sekali kamu tidak mencari masalah dengan si mungil itu ? '' Tanya Keith dengan senyum aneh


Sebenarnya pikiran Louis sedang melayang entah kemana , dia tidak mendengar perkataan Keith sama sekali . Dan dia tidak merasa ada beban yang cukup berat di tangan nya , wajah nya di penuhi kebingungan dan acuh .


'' Mengapa tangga nya banyak sekali ? '' Louis menyerengit


'' Mengapa tidak ada lift saja sih di sini ? '' Louis kembali mendesah dan dengan raut wajah kesal .


'' Keith pegang gantian , giliran-mu membawa nya . Guru ini cukup berat sebenarnya apa sih yang dia makan , mengapa berat sekali '' Louis terus berkata jelek sedari tadi .


Kaila yang berpedoman bahwa ia harus menghormati yang lebih tua , dan tidak boleh berkata tidak sopan dan bahkan menjelekkan orang , Kaila langsung berteriak marah dan menceramahi Louis .


'' Kamu bocah sombong ini astaga , apakah kamu tidak pernah di ajar sopan santun atau apa sih . Kata-kata yang tidak sopan keluar dari mulut mu begitu saja , saat guru sadar kamu harus minta maaf ''


'' Jika aku tidak kamu ingin apa memukul ku , sebelum itu terjadi aku yang memukul mu terlebih dahulu gadis bodoh '' Sarkas Louis


Louis memotong perkataan Kaila dan Kaila belum sempat membalas , Rika hanya diam dan tidak ingin ikut campur walau sesekali ia mengingat kan Kaila.


'' Kaila cukup ! , jangan ganggu dan provokasi Tuan Muda Louis lagi . Dia berasal dari keluarga yang kuat , aku takut dia akan membalas mu nanti '' Risa berbisik pada Kaila , dia sangat khawatir dengan Kaila .


Kaila tidak memiliki latar belakang kuat dia hanya biasa , dia sudah si beri tahu oleh orang tua nya untuk tidak memprovokasi Tuan Muda dari keluarga Pasteur karena keluarga nya terkait dengan para bangsawan di ibukota kekaisaran .


'' Tenang-lah Rika , aku tahu batasan ku mana mungkin dia akan membalas ku hanya dengan masalah sekecil ini kan ? ''


Kaila menenangkan Rika , ia tahu bahwa sahabat kecil nya ini mengkhawatirkan diri nya . Tapi ia tidak bisa membiarkan bocah Sombo ini berbuat seenak nya sendiri .


'' Sudah selesai , kamu bukan siapa-siapa ku dan untuk apa aku harus memenuhi permintaan konyol mu itu '' Louis berkata dengan sinis dan ada rasa jijik di setiap perkataan nya itu .


'' Oke cukup kalian berdua , ayo cepat bawa guru ke atas dan segera ke ruang kesehatan . Takut nya guru itu syok dan dia masih belum sadar , oleh karena itu kita harus segera membawa nya ke ruang kesehatan ''


Keith mengetahui dengan jelas perilaku Louis , karena mereka telah berteman sejak kecil . Louis yang memilikinya harga diri tinggi mana mungkin meminta maaf , malahan dia lah yang nanti nya meminta orang untuk tunduk dan meminta maaf lada nya .


Kaila diam dan pada akhir nya mengangguk mengerti , dia memegang tangan Rika .


'' Baik-lah , akan aku gantikan kamu menggendong nya Louis ''


Keith mengambil alih guru itu dari tangan Louis . Akan tetapi guru itu tiba-tiba mengalami kejang-kejang dan susah bernafas , nafas nya terdengar sangat tidak teratur . Keith yang kaget langsung berlari dan menaiki tangga dengan cepat , untung nya dia telah terlatih sejak kecil . Dia dan Louis berlatih beberapa cara untuk bela diri , salah satu nya taekwondo dan lain nya . Jadi kekuatan mereka bukan seperti siswa biasa , mereka juga sering melakukan pelatihan militer .


'' Hosh ... Hosh .... ah.... ''


Kaila juga terkejut .


''Ada apa dengan guru , cepat bawa ! ''


Bahkan raut wajah Louis menjadi suram , seharus nya dia tidak bertele-tele dengan gadis bodoh ini ,Lalu Louis menatap tajam Kaila .


'' Ini karena mu jika kita tidak , mana mungkin akan seperti ini . kita membuang banyak waktu karena mu '' Setelah memarahi Kaila Louis pun mengejar Keith .


Kaila terdiam dan memikirkan perkataan Louis barusan , apakah semua itu karena dia . Kaila berjalan terhuyung-huyung menuju tangga dan dia hampir jatuh , tapi di sangga oleh Rika .


'' Apakah semua itu karena perbuatan ku Rika ? ''


Rika menggeleng '' Tidak , ayo cepat ! ''


Saat mereka berdua telah sampai di anak tangga terakhir , dan baru saja berjalan ke dalam koridor . Mereka berhenti karena mendengar suara teriakan nyaring seorang laki-laki .


'' Apa yang kamu lakukan ? , cepat bawa ke Ruang Kesehatan kamu bukan dokter ''

__ADS_1


__ADS_2