
...Volume 1...
...Bab 1...
...Alarm Kebakaran...
'Klik' pintu tertutup rapat dan Risa dengan segera berjalan pergi , tapi tahu nya ternyata ada seorang pria besar dengan kaca mata hitam .
" Ternyata di jaga , layak untuk seorang laki-laki sinting " Risa mengutuk pelan
Risa bersembunyi di balik pot besar dan memperhatikan sekeliling nya , dia tidak bisa membiarkan seseorang tahu dia bisa seni bela diri , ini bisa gawat . Risa mengambil ponsel nya di dalam saku , Mengaktifkan data dan membuka sebuah situs lalu jari-jari nya dengan cepat melayang di antara keyboard .
Risa memiliki insting yang tajam setelah ia latih selama beberapa tahun , Risa dengan segera memasukkan kembali ponsel nya dan melangkah mundur .
Dia tersenyum smirik .
" Tiga ..... Dua ..... Satu .... !! "
Ring! Ring ! Ring !
Suara alarm yang berisik mengalihkan pandangannya para bodyguard itu , mereka berlarian menuju .....
Risa tertawa geli ternyata mereka menuju ke arah dia keluar tadi , Risa mengendap-ngendap dan menuruni tangga dengan cepat .
" Mengapa mereka bodoh sekali ! "
Risa dengan cepat menuruni anak tangga dan bergegas keluar dari kafetaria , namun di saat dia merasa akan bebas . Melihat segerombolan murid yang berlari ketakutan membuaj wajah nya jelek , mengapa sangat ramai . Risa mendengar berbagai kata umpatan dan ketakutan tangis dan sebagainya .
" Sial mengapa ada kebakaran di mana ? "
" Hiks...hiks... Ibu aku tidak akan mati kan ? "
" Tapi kita tidak lanjut belajar ini ada untung nya "
" Mengapa ramai sekali , bah sial mengapa harus ada kebakaran sekarang " ucap nya mengeluh
" Terus kamu ingin kebakaran itu kapan , besok hah sinting "
Risa yang baru saja keluar dari kafetaria , menatap para orang-orang itu tercengang apakah dia mengaktifkan alarm kebakaran , tapi Seharus nya suara nya tidak sebesar ini kan . Suara telpon Risa berdering dari dalam saku baju nya .
" Ada apa pak tua ? " Tanya Risa
Namun suara di seberang telpon meledak .
" Gadis sial mengapa kamu membobol sistem sekolah dan mengaktifkan alarm kebakaran , kamu sudah membuat kepanikan dia sekolah ku " Suara tua yang hampir kehabisan tenaga untuk bertengkar , dan suara nya gemetar .
" Itu bukan ini yang akan terjadi , oke aku salah "
Risa menyerah dan mengakui kesalahannya itu , namun tiba-tiba suara tua seberang telpon berubah cerah .
" Bagus kalau begitu ,! Aku ada permintaan jadi datang ke kantor ku nanti ! , Kami tidak boleh menolak "
" Tut "
Panggilan itu terputus begitu saja , mulut Risa berkedut . Rubah tua ini mengambil kesempatan dalam kesempitan nya , Risa menatap bekas panggilan itu kejam , Dia menaruh kembali ponsel nya ke dalam saku baju . Tapi ia melupakan sesuatu dan mengambil ponsel nya lagi memaksa mematikan alarm kebakaran , dia mendengus lalu pergi .
Kelas Roket
Di dalam ruangan kelas yang tadi nya tenang dan sibuk mendengar kan guru bahasa yang sedang menjelaskan , tiba sebuaj bunyi keras terdengar dan menyebabkan beberapa siswa berubah pucat .
" Kya .... Kebakaran !!!! "
" Lari ! ! "
Para murid langsung berlarian keluar , Sementara sang guru bahasa hanya melotot bodoh , Dan detik berikut nya sang guru pun pingsan .
__ADS_1
" Guru ! " Teriak Kaila
Sedari tadi Kaila masih terlihat sangat tenang , walaupun semua teman sekelas nya menjadi ricuh dan ketakutan . Dia bingung alarm kebakaran dimana tapi ? , Saat dia mencoba menuju jendela dan mencoba menemukan kepulan asap tidak ada sama sekali , lalu mengapa Alarm berbunyi .
" Kaila ayo bawa guru keluar dulu ! " Pinta Rika
" Kamu masih sempat juga menyelamatkan orang lain ya gadis manis " Keith tersenyum
Kaila mengabaikan nya dan berkata acuh " Jika kamu tidak membantu menyingkir dari depan ku ! "
Keith masih dengan wajah yang nampak tenang dan tidak ada tanda amarah .
" Baiklah akan kubantu , jangan marah . Hei Louis bantu aku ! " Pinta Keith
Louis mendengus dan Pada akhir nya membantu Keith .
" Jadi kau ingin bagaimana membawa nya ? " Tany Louis tanpa rasa bersalah
" Anak sombong kamu sangat bodoh , Guru bukan barang yang bisa kamu bawa seenak nya dia manusia setidaknya berpikir dengan benar " Teriak Kaila kesal
Louis memutar mata nya malas dan langsung menggendong guru itu dengan gaya Putri.
Keith menatap Louis dengan tidak percaya .
Bahkan Kaila tidak bisa mengendalikan tawa nya .
" Puft ... Pose itu cocok untuk mu ! "
Louis dengan acuh mengabaikan Kaila dan membawa guru wanita itu pergi .
" Kemana harus membawa wanita merepotkan ini !? " Tanya Louis malas
" Otak-mu menjadi kusut atau apa , jelas ke ruang kesehatan lah ! '' Kata Kaila kesal
'' Mengapa menatap ku lama ?, baru sadar bahwa aku tampan ? '' Louis tersenyum mengejek
'' Kamu aku bilang kamu tampan ? ''Tanya Kaila balik
Louis tersenyum smirik .
'' Baru saja kamu mengatakan '' Senyum mengembang di bibir Louis .
Louis meninggalkan Kaila yang terbengong dan setelah dia di senggol Rika barulah dia sadar .
'' Hei Kaila ayo pergi jika tidak , kami meninggalkan mu nanti ''
Rika menarik tangan Kaila dan mengejar Louis dan Keith yang telah berjalan menjauh .
'' Tunggu kami !? '' Teriak Rika
Louis dan Keith melambat , akhir nya Rika dan Kaila dapat menyusul kedua orang itu .
Keith berkata :
'' Seharus nya letak Ruang Kesehatan ada di lantai dua dekat dengan para kelas senior kita ''
Louis masih acuh walaupun dia menggendong guru di tangan nya , dia tidak menunjukkan tanda-tanda kelelahan karena kelas mereka cukup jauh dari jalan menuju lantai dua , karena untuk menuju lantai bisa dibilang mereka harus menuju kelas paling ujung yakni Kelas F , kelas yang nilai nya paling terendah dan banyak para siswa malas di sana .
'' Kita harus melewati nya lagi ? , saat itu Untung nya mereka sedang sibuk belajar di dalam . Bagaimana jika sekarang aku tidak ingin berbuat keributan ''
'' Tenang-lah Louis tidak akan terjadi apa-apa , mereka pasti juga keluar alarm kebakaran itu kan sangat keras berbunyi ''
...Catatan " Pas Keith dan Louis buntutin Risa , Risa ada di ruang kesehatan . Thor sengaja buat ruang kesehatan berada di antara lantai 3 dan lantai 1 , lantai dua nya di tengah jadi nya biar enggak terlalu repot . Setiap lantai memiliki kafetaria sendiri , dan ada beberapa kafetaria yang mempunyai kamar pribadi kayak di resto gitu . ''...
Para remaja yang mengisi kelas F kebanyakan yang suka berkelahi , terutama para laki-laki nya mereka memusuhi kelas yang berada di atas mereka , khusus nya Kelas Roket yang di isi para anak pintar .
__ADS_1
'' Apa yang kalian bisik- kan ? , misterius sekali '' Tanya Kaila
Kaila memerhatikan Keith dan Louis yang berbicara sangat pelan , dan membuat nya cukup penasaran.
''Bukan urusan mu '' Ucap Louis acuh
Louis hari ini selalu mengabaikan Kaila dan tidak mencari masalah dengan nya , hal ini membuat Keith sangat penasaran akan teman yang satu ini .
'' Tumben sekali kamu tidak mencari masalah dengan si mungil itu ? '' Tanya Keith dengan senyum aneh
Sebenarnya pikiran Louis sedang melayang entah kemana , dia tidak mendengar perkataan Keith sama sekali . Dan dia tidak merasa ada beban yang cukup berat di tangan nya , wajah nya di penuhi kebingungan dan acuh .
'' Mengapa tangga nya banyak sekali ? '' Louis menyerengit
'' Mengapa tidak ada lift saja sih di sini ? '' Louis kembali mendesah dan dengan raut wajah kesal .
'' Keith pegang gantian , giliran-mu membawa nya . Guru ini cukup berat sebenarnya apa sih yang dia makan , mengapa berat sekali '' Louis terus berkata jelek sedari tadi .
Kaila yang berpedoman bahwa ia harus menghormati yang lebih tua , dan tidak boleh berkata tidak sopan dan bahkan menjelekkan orang , Kaila langsung berteriak marah dan menceramahi Louis .
'' Kamu bocah sombong ini astaga , apakah kamu tidak pernah di ajar sopan santun atau apa sih . Kata-kata yang tidak sopan keluar dari mulut mu begitu saja , saat guru sadar kamu harus minta maaf ''
'' Jika aku tidak kamu ingin apa memukul ku , sebelum itu terjadi aku yang memukul mu terlebih dahulu gadis bodoh '' Sarkas Louis
Louis memotong perkataan Kaila dan Kaila belum sempat membalas , Rika hanya diam dan tidak ingin ikut campur walau sesekali ia mengingat kan Kaila.
'' Kaila cukup ! , jangan ganggu dan provokasi Tuan Muda Louis lagi . Dia berasal dari keluarga yang kuat , aku takut dia akan membalas mu nanti '' Risa berbisik pada Kaila , dia sangat khawatir dengan Kaila .
Kaila tidak memiliki latar belakang kuat dia hanya biasa , dia sudah si beri tahu oleh orang tua nya untuk tidak memprovokasi Tuan Muda dari keluarga Pasteur karena keluarga nya terkait dengan para bangsawan di ibukota kekaisaran .
'' Tenang-lah Rika , aku tahu batasan ku mana mungkin dia akan membalas ku hanya dengan masalah sekecil ini kan ? ''
Kaila menenangkan Rika , ia tahu bahwa sahabat kecil nya ini mengkhawatirkan diri nya . Tapi ia tidak bisa membiarkan bocah Sombo ini berbuat seenak nya sendiri .
'' Sudah selesai , kamu bukan siapa-siapa ku dan untuk apa aku harus memenuhi permintaan konyol mu itu '' Louis berkata dengan sinis dan ada rasa jijik di setiap perkataan nya itu .
'' Oke cukup kalian berdua , ayo cepat bawa guru ke atas dan segera ke ruang kesehatan . Takut nya guru itu syok dan dia masih belum sadar , oleh karena itu kita harus segera membawa nya ke ruang kesehatan ''
Keith mengetahui dengan jelas perilaku Louis , karena mereka telah berteman sejak kecil . Louis yang memilikinya harga diri tinggi mana mungkin meminta maaf , malahan dia lah yang nanti nya meminta orang untuk tunduk dan meminta maaf lada nya .
Kaila diam dan pada akhir nya mengangguk mengerti , dia memegang tangan Rika .
'' Baik-lah , akan aku gantikan kamu menggendong nya Louis ''
Keith mengambil alih guru itu dari tangan Louis . Akan tetapi guru itu tiba-tiba mengalami kejang-kejang dan susah bernafas , nafas nya terdengar sangat tidak teratur . Keith yang kaget langsung berlari dan menaiki tangga dengan cepat , untung nya dia telah terlatih sejak kecil . Dia dan Louis berlatih beberapa cara untuk bela diri , salah satu nya taekwondo dan lain nya . Jadi kekuatan mereka bukan seperti siswa biasa , mereka juga sering melakukan pelatihan militer .
'' Hosh ... Hosh .... ah.... ''
Kaila juga terkejut .
''Ada apa dengan guru , cepat bawa ! ''
Bahkan raut wajah Louis menjadi suram , seharus nya dia tidak bertele-tele dengan gadis bodoh ini ,Lalu Louis menatap tajam Kaila .
'' Ini karena mu jika kita tidak , mana mungkin akan seperti ini . kita membuang banyak waktu karena mu '' Setelah memarahi Kaila Louis pun mengejar Keith .
Kaila terdiam dan memikirkan perkataan Louis barusan , apakah semua itu karena dia . Kaila berjalan terhuyung-huyung menuju tangga dan dia hampir jatuh , tapi di sangga oleh Rika .
'' Apakah semua itu karena perbuatan ku Rika ? ''
Rika menggeleng '' Tidak , ayo cepat ! ''
Saat mereka berdua telah sampai di anak tangga terakhir , dan baru saja berjalan ke dalam koridor . Mereka berhenti karena mendengar suara teriakan nyaring seorang laki-laki .
'' Apa yang kamu lakukan ? , cepat bawa ke Ruang Kesehatan kamu bukan dokter ''
__ADS_1