
...Volume 1...
...Bab 1...
...Bertemu Theo Lagi...
'' Seandainya Viyona juga ikut terjatuh bersama kita , Maka keempat Simbol ini harus kita tekan secara bersama untuk melewati jalan berikut nya! '' Seru Keith .
Louis nampak berpikir lama , lalu dia menuju ke salah satu simbol dan bersiap menekan nya . Lalu ia melirik ke arah Keith dan juga Rika yang sudah lama terdiam .
'' Ayo cepat kalian berdua lakukan , aku akan menekan kedua simbol bajingan ini . Huh ...Jika aku tahu siapa yang melakukan ini pada kita , akan aku cabik-cabik orang itu ! ''Ujar Louis mendengus marah .
Keith menuju ke arah lorong yang memiliki simbol di sisi kiri , Untuk Rika dia mengambil simbol yang berada di tengah lorong .
'' Sekarang tekan ! ''Pinta Louis .
tuk ......
Louis bingung bahkan Keith dan Rika tak terkecuali .
'' Mengapa tidak bergerak ? '' Tanya Louis bingung.
'' Apakah kita melewatkan sesuatu lagi , namun apakah yang kita lewatkan ? '' Seru Keith bingung .
'' Apakah kita akan terjebak di sini selama nya ? ''Tanya Rika gugup di-sertai takut .
Keith menggeleng dan mencoba menenangkan Rika yang sudah mulai putus asa ,
'' Jangan khawatir kami akan membawa mu keluar dengan selamat ! '' Ujar Keith menenangkannya Rika .
Tapi sayang nya Rika malah menjadi semakin panik .
'' Lalu sampai kapan kita akan terjebak di sini , kita sudah terpisah dengan yang lain . Aku tidak tahu bagaimana kondisinya Kaila saat ini , Apakah dia Baik-baik saja ! '' Seru Rika semakin gelisah .
'' Tsk .... Kalian gadis sangat berisik jadi sekarang diam untuk ku ! '- Bentak Louis yang ketenangan nya terganggu akibat Rika .
Wajah Rika menjadi pucat dan tanpa sadar mundur' ke belakang , siapa tahu suara tekanan membuat Louis dan Keith terpana .
'' Apa yang kami injak ? ''Tanya Louis kesal .
__ADS_1
Derit .....
Srek ......
Wosh ......
'' Sial ! '' Rutuk Louis
Ketiga remaja itu kembali terjatuh entah kemana , setelah Rika tanpa sengaja menekan mekanisme tersembunyi . Ketiga orang itu menghilang dari tempat itu dan muncul kembali ke suatu tempat .
Ternyata bukan hanya mereka saja yang di-sana , Kaila dan juga Riko Dan tergelak tak sadar-kan diri di sana .
Di sisi Lain
Nampak lah sesosok seorang gadis yang setia mengawasi sebuah pintu , entah berapa lama waktu sudah berlalu . Namun pintu tersebut belum terbuka , tidak ada jejak ketidaksabaran dari wajah gadis itu . Hanya ada ketenangan dan wajah cuek nan acuh .
'' Berapa lama orang itu keluar ? ''
Gadis ini ialah Viyona yang sudah lama mengawasi di balik pintu , tapi tidak ada pergerakan apa pun di pintu tersebut . Jadi Viyona mencoba mengendap-ngendap ke pintu tersebut . Dia sudah mengambil alih sistem di Gedung ini tanpa sepengetahuan sang pemilik , Jadi Viyona dengan mudah membuka pintu . Tapi alangkah terkejut dia , Kemana pergi nya lelaki tadi mengapa hanya ruang kosong yang dia temukan .
'' Kemana pergi nya , Huh apakah di sini masih ada mekanisme ! '' Ujar nya kesal .
'' Apa sebenarnya yang di rencanakan lelaki itu ? '' Batin nya bertanya-tanya .
Suatu pemikiran terlindas di pikiran Viyona , ia terpana tapi dia di kejutkan dengan suara ketukan pintu .
Tok ....Tok ....
Viyona berbalik dan mata nya melotot ke arah sosok itu .
'' Kau mengapa ada di sini ! '' Seru nya jelek .
Sosok itu tersenyum menyeringai , wajah yang cantik membawa pesona berbahaya . Dia menuju ke arah Viyona dan mencodongkan wajah nya ke arah wajah Viyona .
'' Sudah lama tidak bertemu mawar kecil , Apakah kamu tidak merindukan ku ? '' Tanya nya dengan senyum simpul .
Viyona langsung melangkah mundur , dia menggertak kan gigi nya kesal . Mengapa harus bertemu iblis sial ini di sini , mengapa hari-hari ini dia selalu bertemu dengan iblis gila itu .
'' Tidak ! '' Ujar Viyona langsung tanpa ekspresi .
__ADS_1
Sosok cantik nan mempesona itu cemberut .
'' Ah Mawar Kecil yang kejam , Tuan Muda ini selalu memikirkan mu siang dan malam . Dan bahkan hampir lupa untuk makan '' Dia membuat wajah sedih .
Viyona melirik laki-laki di Depan nya dengan kesal , ketenangan nya selalu hancur bila berhadapan dengan manusia tidak tahu di malu ini .
'' Buat apa kau kemari ? '' Tanya nya acuh.
Senyum laki-laki itu memudar , dan di ganti kan dengan seringai kejam . Mata yang memiliki iris biru itu menyipit , dan pandangan tajam mengarah pada tubuh Viyona . Tapi raut wajah nya dengan cepat berganti , tidak secepat orang membalik buku .
'' Hanya ada urusan kecil , Tapi Little Rose mengapa kamu bisa sampai di sini . Semua gedung ini terdapat jebakan dan juga mekanisme , jadi mengapa kamu bisa sendirian di ruangan yang berupa pengawas ini !? "Dengan senyum menyeringai layak nya iblis.
Walaupun lelaki di Depan nya nampak tidak berbahaya di luar , tapi tidak ada yang tahu apa yang di pikir kan orang ini . Walau dia tersenyum cantik hingga membuat orang terpesona , tapi senyumannya itu sangat berbahaya.
" Ah Little Lori apakah kamu melupakan nama ku begitu saja , Kita sudah berkenalan dan Little Rose juga termasuk teman ku kan ! "" Ujar nya tersenyum kecut .
Mulut Viyona berkedut dan melirik ke arah orang yang urat malu nya sudah putus , berteman kata nya , sudah berkenalan . Itu hanya pertemuan pemaksaan untuk nya oke , tidak mari kita akhiri ini ia harus segera menyelamatkan para anak beruang pembawa masalah .
" Baiklah Theo bisakah kamu menyingkir ? " Tanya Viyona mencoba berbicara halus tanpa membawa emosi marah nya .
Theo tersenyum dengan cantik nya , tapi mata nya menyipit .
" Oh .... Jika aku menyingkir hadiah apa yang aku dapat-kan dari Little Rose ku ? "" Tanya nya licik .
Viyona sudah tidak tahan lagi , bisakah dia memukul salah satu Bos penjahat di Dunia Otome sialan ini . Tangan nya sudah geram dan ingin memukuli seseorang .
" Huh ....Apa itu ? " Tanya Viyona mencoba rileks.
Theo tersenyum samar dan tanpa di sadar Viyona , Theo sudah berada didepan nya dan wajah mereka dekat sekali . Wajah yang tampan nan rupawan itu , kini berada dekat sekali dengan wajah tanpa ekspresi Viyona .
" Jadilah partner dansa pertama mu " Bisik Theo pada telinga Viyona.
Viyona tertegun dansa kapan , pesta dansa kapan dia adakan nya . Ah mengapa dia bisa melupakan plot sialan itu , ingatan nya menjadi buruk lagi akhir-akhir ini .
" Akan ku pikirkan ! " Seru Viyona dan mendorong Theo menjauh .
Mengambil kesempatan karena Theo lengah , Viyona langsung berlari keluar dari ruang pengawasan meninggalkan Theo sendirian .
Wajah senyuman Theo berubah , dan menjadi seringai kejam .
__ADS_1
" Berani sekali membuat Little Lori ku kesal , Orang ini harus di beri pelajaran yang baik . "