
...Volume 1...
...Bab 1...
...Sarapan Bersama...
…***…
Ruang Makan
Di meja makan yang lumayan panjang dan deretan kursi kosong yang hanya di isi oleh sosok laki-laki tampan , Laki-laki tersebut menggunakan Hoodie putih dan dengan rambut hitam legam yang terurai , Mata yang sedingin es itu nampak melirik ke arah dapur.
Lain hal nya di dapur terdapat sesosok laki-laki yang tengah sibuk memasak , dengan celemek putih yang sedikit ternoda oleh minyak tidak membuat tampilan nya berkurang . Profil laki-laki itu dari samping terlihat elegan , namun siapa sangka bahwa wajah laki-laki itu bahkan lebih cantik dari pada perempuan .
Rambut hijau nya diikat dengan hanya sebuah gelang karet , dan poni nya di jepit di belakang telinga nya . Laki-laki itu nampak berpenampilan santai dengan kemeja putih berlapiskan celemek. Aroma masakan yang di buat oleh laki-laki tersebut dengan cepat menyebar ke seluruh ruangan .
Bahkan laki-laki dingin yang ada di meja makan memiliki beberapa ekspresi , wajah tampan bagai dewa Yunani itu tiba- berkerut tidak senang karena sebuah tawa yang tiba-tiba menembus ke telinga nya .
Tap .... Tap ...Tap ....
'' Ha ...ha...ha... Ya ampun Little Rose apakah kamu tidak lapar HM ? Sedari radi terus mengutuk ku dengan mulut beracun itu , yah apakah mungkin energi mu telah habis karena terus mengutuk Pacar tercinta mu ini !? ''
Viyona yang tadi nya diam kembali di buat kesal oleh ucapan bajingan ini , Gadis itu dengan bibir tertekuk mengabaikan keberadaan Theo dan menatap ke arah lain . Tatapan Viyona kini Menyapu ke meja makan yang lumayan besar dan dengan deretan kursi kosong yang lumayan banyak , ternyata di salah satu kursi terdapat satu kursi yang telah di duduki oleh seseorang yang selalu merayap di benak gadis itu.
'' Berisik sekali ! '' Dengus sang laki-laki .
Theo memikirkan ide buruk di benak nya saat dia melihat teman nya duduk di meja makan , Theo ingin melihat reaksi teman nya ketika dia berbuat hal itu.
Cup.....
Sebuah ciuman yang tiba-tiba jatuh ke pipi Gadis itu. Untuk sementara waktu sang gadis tidak bereaksi , dan dengan tatapan tertegun dia melirik Theo yang memiliki senyum nakal di bibir nya .
Theo sama sekali tidak menyadari bahwa suhu di ruangan tersebut tiba-tiba turun ke titik beku , bahkan tatapan tajam dari arah dapur pun sangat sengit ketika melihat Theo . Theo merasa punggung nya terasa dingin , dia merasa tengah di tatap oleh binatang buas saat ini .
'' Kamu ! '' Sebelum Viyona mengucapakan kalimat berikut nya , sebuah benda terlempar ke kepala Theo .
Wosh .....
__ADS_1
Plak ......
Theo yang oleng akibat benda yang terlempar ke kepala nya melepas pelukannya dari Viyona , Viyona yang tidak siap dengan kejatuhan nya itu hanya bisa pasrah menerima nasib nya yang berpelukan dengan lantai marmer yang dingin .
Syut ....
Viyona yang menutup mata nya tiba-tiba mencari dan menyentuh secara sembarangan , Sampai sebuah suara dingin membangun kan dan gadis itu segera membuka mata nya .
'' Sampai mana kamu ingin menyentuh ?''
Viyona yang syok langsung mencoba mendorong orang yang menggendong nya saat ini , Namun gerakan kecil nya itu tidak berlaku apa-apa bagi laki-laki tersebut.
'' Terima kasih ! '' Ujar Viyona , rona merah samar terlihat dari leher hingga kedua pipi Viyona . Kejadian ini menurut nya sangat memalukan .
Ada seringai di bibir laki-laki tersebut , dan wajah tampan itu menempel di telinga Viyona . Ada bisikan di telinga gadis itu , yang membuat nya semakin malu . Nafas laki-laki itu menyentuh telinga sang gadis dan membuat nya terasa panas.
'' Kau malu ? , imut sekali ! '' Ujar nya
Viyona akhir nya sadar dan segera mencoba turun dari pelukan laki-laki yang menggendong nya itu .
'' Turunkan aku ! '' Pinta Viyona
'' Kau melupakan ku ? '' Tanya nya dengan nada ancaman .
Viyona merasa gugup secara tiba-tiba , dan dia dengan tergagap berkata .
'' Tidak .....Mana mungkin ! ''
Ada senyum tipis yang terlintas di bibir laki-laki tersebut .
'' Kalau begitu panggil nama ku ! '' Pinta nya
Viyona ingin segeralah lepas dengan situasi nya saat ini , mengapa dia merasa aneh saat ini prilakunya menjadi Manja dan kekanak-kanakan secara mendadak.
'' Re....Re...Rein ! '' Panggil nya rendah
'' Kecil sekali , Tuan ini tidak mendengar nya ! '' Seru Laki-laki itu yang terus menggoda sang gadis .
__ADS_1
Viyona yang tidak tahu harus berbuat apa malah memilih diam dan menunduk , sikap nya berubah menjadi aneh secara mendadak dan apa yang terjadi dengan emosi aneh yang melanda nya tiba-tiba . Viyona yang tenggelam ke dalam pikiran nya tidak menyadari bahwa Rein tengah menggigit telinga nya .
'' Jangan gigit aku bukan makanan ! , Rein jangan ! '' Pinta gadis itu yang telinga telah memerah dan bahkan pipi nya juga memerah .
Apel Adam milik Rein berguling dan dia meneguk ludah nya secara langsung.
'' Kau terlihat manis seperti ini ! ''
Viyona tidak menyadari bahwa dia telah sampai di meja makan , dan tidak sadar bahwa dia duduk di pangkuan Rein . Setelah menyadari ada sesuatu yang salah , gadis itu ingin bangun tetapi di tahan oleh Rein.
'' Duduk dengan patuh ! ''
Viyona merasa kesal dan ingin memukuli laki-laki yang lebih mesum ini sekarang juga .
Tap ....Tap ....Tap ....
'' Makanan telah siap ! , Nah Foxy yang imut mari aku suapi . Foxy masih terlalu lemah sekarang jadi mari aku suapi ya ? '' Seru Mill yang tiba-tiba saja datang dengan mendorong sebuah kereta yang berisi beragam makanan .
Lain hal nya dengan Theo yang terus menatap kedua laki-laki di Depan nya dengan kesal , kepala nya sangat sakit Karen di pukul secara tiba-tiba . Dan bahkan Little Rose nya di ambil oleh si bajingan es Rein , dan sekarang datang di gila Mill yang nyosor secara tiba-tiba .
'' Kalian berdua sangat kejam ! , Kepala ku bengkak sekarang . Oh ketampanan ku nanti bisa berkurang jika begini cara nya , hei kalian tanggung jawab sekarang jika tidak ada yang mau menikahi ku bagaimana ? ''
Mill dan Rein mengabaikan Theo yang berceloteh ria itu , Kedua laki-laki itu hanya fokus pada gadis yang selalu diam di pangkuan Rein itu .
'' Mengapa kalian mengabaikan ku ! '' Seru Theo jengkel .
Mill mengiris tipis daging yang dia buat stik itu untuk sang gadis , laki-laki itu benar-benar fokus dengan pekerjaan nya dan mengabaikan Theo sepenuh nya .
Rein langsung mengambil piring tempat irisan daging itu dari Mill , Mengambil garpu dan menusuk daging panggang itu dan mencoba menyuapi gadis di pangkuan nya .
'' Aku bisa sendiri ! Aku bukan anak kecil yang harus di suapi ! '' Ujar Viyona protes .
Rein mengerut kan alis nya dan berkata dengan samar .
'' Buka mulut ! '' pinta nya .
Menghadapi wajah datar Rein , mau tidak mau Viyona hanya bisa dengan patuh membuka mulut nya dan memakan daging itu. Seolah kesal Viyona mengunyah daging itu kuat-kuat, dan membayangkan bahwa Rein yang di kunyah Hingga lebur oleh nya .
__ADS_1
'' Rein jangan nya memanipulasi Foxy sendiri , kau sangat posesif tidak bisakah kamu memberi kami ruang juga ! '' Ujar Mill dengan wajah sedih .
Bahkan Theo pun ikut tidak senang dengan hak ini ,padahal dia yang pertama kali bertemu dengan Little Rose tapi mengapa laki-laki kulkas dua pintu ini yang mencoba menguasai Little Rose nya sendirian . Sarapan pagi itu diiringi oleh gerutuan dari kedua laki-laki yang termakan setoples cuka untuk Rein .