
...Volume 1...
...Bab 1...
...Kecurigaan...
§§§
''Little Rose lama tak jumpa ! , Ah .. Apakah kamu tidak merinding Tuan Tampan ini . Ah betapa kejam nya kamu gadis ku '' Ujar Theo dengan senyum centil khas nya .
Viyona mendengus dan menjauhi Theo dan mundur ke belakang , Siapa tahu dia malah menabrak dada yang kokoh di Belakang nya .
Bugh .....
********
Viyona merasa menabrak sebuah dinding yang sangat keras dan kuat , Namun intuisi dan juga ketajaman nya tidak pernah lengah . Aura yang berbahaya dan sangat Familiar terasa mengurung nya dari belakang .
Nafas dingin menembus leher Viyona , Viyona nampak terpana untuk sementara waktu , Di belum sempat bereaksi untuk sesaat . Tapi nafas dingin itu akhir nya menembus ke ke telinga nya , dia bisa mendengar suara serak nan dominan di telinga nya .
'' Kau Tertangkap ! ''
Viyona menelan ludah nya kasar , dia tidak mengharapkan laki-laki ini akan mengenali nya hanya dengan mendekat .Ini tidak baik , Viyona menjadi tenang dan selalu berkata di dalam hati nya. ' Mana mungkin dia di kenali , perubahan nya sudah sangat sempurna '.
Viyona berbalik dan berjalan mundur. dengan wajah acuh dia dengan hebat nya berbohong .
'' Maaf Tuan ini saya tidak kenal dengan anda , dan apa maksud anda itu Di dunia ini masih ada yang nama hukum bukan ?-'
Beberapa orang di dalam ruangan menghirup nafas dingin , Mengapa gadis ini begitu berani .
Rein tidak memiliki fluktuasi di wajah nya yang bagai kulkas pintu ganda itu , Hanya di selalu mengawasi ke arah Viyona .
'' Rein kau sungguh orang mesum ! , Di balik muka es batu mu itu ternyata ! CK ..CK ... Citra gunung es mu itu hancur !'' Theo menghela nafas tanpa daya dan seolah dia hanya meratapi Rein .
Mill menyeringai , ini sungguh hal kecil yang ganas tapi dia merasa itu lucu . Yah dia merasa melihat Si putih kecil yang mencakar ketika kesal .
Namun siapa tahu sederet pria Tegap dengan setelan jas hitam tak lupa kaca mata malam yang senantiasa berada di wajah nya .
Wajah Viyona menjadi dingin , apakah dia akan di sergap dengan deretan pengawal bau ini .
'' Apa ini ? ''
Theo dengan tiba-tiba berbisik di telinga Nya Viyona .
'' Little Rose ini sangat baik untuk kita semua , Para semut ini sangat menggangu . Bagaimana jika kita berdansa bersama di bawah cahaya bulan hn ! ''
Viyona dengan kejam menepis wajah Theo , dia hanya memiliki pandangan dingin terhadap Theo dan dua laki-laki lain nya .
Sebelum Viyona ingin mengatakan sesuatu , di merasa ada yang mencoba menyerang nya di belakang nya .
Wosh .....
Syut ......
__ADS_1
Viyona hampir saja di pukul bagian belakang kepala nya , jika dia tidak menghindar dengan cepat . Mungkin dia akan pingsan di sini , terlebih gaun yang di pakai Viyona membuat gerakan nya sedikit melambat .
Sang pelaku hanya menyeringai senang , dan dia masih dengan tenang berkata .
'' Reaksi ku sangat cepat , seperti orang yang sangat terlatih saja ! ''Mill menyeringai .
'' Apa yang kalian mau ? '' Tanya Viyona tanpa bertele- tele.
Bugh ....
Rein dengan wajah tanpa ekspresi akhir nya memukul Viyona hingga pingsan , Tubuh mungil nan lembut Viyona jatuh ke pelukan Rein . Rein dengan acuh mengangkat Viyona dan pergi sambil menggendong nya .
'' Woi .. Rein jangan main pergi ! , Dan mengapa kamu memegang Little Rose ku . Bukan kan kau sangat menjijikkan terhadap mahkluk yang bernama wanita alias gadis hah ? ''
Theo mengerucutkan bibir nya , dia kesal mengapa pria kulkas dia pintu ini malah menggendong Little Rose nya . Dia pertama yang menemukan hal kecil yang menarik ini , apakah dia ambil di curi begitu saja .
'' Jalan ! '' Pandangan Rein amat tajam dan menusuk ke wajah Theo .
Theo melirik acuh ke arah Rein dan dengan kesal mengikut Rein .
Karena para bodyguard menghalangi pandangan orang di Ballroom , tidak ada yang tahu apa yang tengah terjadi di sana .
*********
'' Bagaimana ini ! , Apakah Viyona akan baik-baik saja . Ketiga laki-laki tadi tidak berbuat apa-apa pada nya kan ! ''
Kaila meremas tangan Rik dengan kuat , hingga Rika merintih kesakitan .
Kaila langsung melepas tangannya Rika , dan meminta maaf .
'' Ya ampun maaf Rika aku tidak sadar tadi , Aku sangat khawatir dengan Viyona . Dia tidak akan di apa-apain kan sama ketiga lelaki tadi ? ''
'' Siapa yang tahu ! '' Ujar Rika dengan wajah samar .
*********
(Vila Kelas Kunci )
Bulu mata Viyona nampak bergerak , dan akhir nya dia membuka mata nya dan melirik ke sekeliling nya . Namun kepala Viyona terasa berat dan mata nya berkunang-kunang , Viyona melirik ke sekitarnya tempat yang asing jelas bukan Ballroom .
Viyona terduduk dan mengamati area sekitar nya , Tata ruangan ini seperti Ruang keluarga . Ada sofa panjang di sisi lain , Dan terdapat furniture-furniture yang klasik dan elegan , Bahkan ada papan permainan Biliiard .
Viyona memijit pelipis nya yang masih terasa kesemutan , dan leher belakang nya terasa sakit .
'' Ini dimana ? ''
Tap .... Tap ...
Langkah kaki mendekat ke arah Viyona , tatapan gadis itu akhir nya terpaku dengan kedatangan seorang laki-laki yang di kenal nya .
Laki-laki itu nampak tersenyum dan menatap Viyona penuh kasih sayang .
'' Theo ? '' Kata nya memastikan .
__ADS_1
''Selamat datang Little Rose ! , Ku harap Little Rose menganggap Vila kami yang kecil ini sebagai Rumah sendiri ! ''
Theo menuju ke tempat Viyona berada , dan dia dengan alami mengambil tangan Viyona . Dia mengelus nya dengan lembut seolah memegang permata berharga di tangan nya . Dan laki-laki itu akhir nya mencium punggung tangan Sang gadis tanpa seizinnya .
'' Cup ... ''
Viyona langsung mengambil tangan nya dan menatap tajam Theo .
'' Mengapa kamu membawa ku kemari ? '' Tanya Viyona ragu .
Theo sama sekali tidak kesal dengan perilaku penolakan gadis itu , tapi dia tampak lebih tertarik dengan perilaku penolakan sang gadis .
'' Tentu nya untuk menjadi tamu kami ! ''
Viyona bangun dan hendak pergi , gadis itu mengabaikan Theo dan berjalan menuju ke arah pintu . Namun saat Viyona mencoba membuka pintu tersebut itu terkunci , Viyona menjadi kesal dan ingin menghancurkan pintu itu .
'' Gadis berhenti di sana ! , Kamu tidak akan bisa membuka pintu . Tanpa seizin kami pintu itu tidak mungkin terbuka karena itu otomatis ! '' Suara laki-laki itu berat dan serak , tetapi tidak ada kelembutan di dalam suara nya .
Viyona berhenti mencoba membuka pintu , dan menatap dingin ke arah kedua laki-laki bajingan yang santai nya mengabaikan nya .
'' Aku mau pulang ! , Buka sekarang ! ''
Theo nampak malas dan mengabaikan ucapan Viyona , bahkan Mill tak terkecuali dia dengan santai meminum Segelas wine milik nya .
Viyona semakin kesal dan kerutan di dahi nya tidak bisa di sembunyikan , baru kali ini gadis itu mengalami hal seperti ini . Gadis itu tidak pernah di abaikan dan juga perlakuannya kedua laki-laki ini membuat nya jengkel setengah mati .
Namun Viyona merasa aura berbahaya itu lagi mendekat ke arah nya , dan Gadis itu hendak berlari pergi . Namun tangan nya di tahan oleh sebuah tangan besar yang terasa dingin hingga menembus kulit gadis itu .
'' Tidak bisa ! Interogasi belum selesai ! ''
Laki-laki itu dengan mudah nya membopong tubuh mungil Viyona , Viyona dengan kejam memukul pundak dan punggung laki-laki itu .
'' Pria tua lepas kan aku sekarang , bajingan busuk kau menganiaya seorang anak ! ''
Laki-laki itu adalah Rein , dia yang meletakkan Viyona di sofa dan pergi untuk sementara' waktu.
'' Diam ! , Hal kecil yang memberontak itu bukan hal yang baik ''
Rein kesal karena di panggil Pria tua , dia masih lajang dan perawan oke .
Bugh ....
Viyona di lempar kan ke sofa dengan kejam oleh Rein , untung nya gadis itu di lempar ke sofa bukan ke lantai .
'' Kau pria bajingan ! Kalau begini seumur hidup kau tak punya istri ! '' Maki Viyona .
Ketenangan di wajah gadis itu kini menghilang , dan emosi nya dengan mudah terekspos .
'' Astaga Little Rose ku , perkataan itu sangat benar Pria kulkas dua pintu ini mungkin tidak akan menikah seumur hidup nya ! '' Ejek Theo .
Tidak ada fluktuasi emosi apa pun di wajah Rein , dia dengan tenang duduk di sebelah Viyona dan mengambil wine milik nya .
'' Nah gadis kecil aku rasa kamu sangat familiar ! , Di mana ya kita pernah bertemu ! '' Mata rubah itu menyipit dan seolah dia tengah menerawang ke dalam mata Viyona .
__ADS_1