Gadis Mahakuasa Terlahir Kembali Di Dunia Otome Game

Gadis Mahakuasa Terlahir Kembali Di Dunia Otome Game
Kecurigaan


__ADS_3

...Volume 1...


...Bab 1...


...Kecurigaan...


§§§


''Little Rose lama tak jumpa ! , Ah .. Apakah kamu tidak merinding Tuan Tampan ini . Ah betapa kejam nya kamu gadis ku '' Ujar Theo dengan senyum centil khas nya .


Viyona mendengus dan menjauhi Theo dan mundur ke belakang , Siapa tahu dia malah menabrak dada yang kokoh di Belakang nya .


Bugh .....


********


Viyona merasa menabrak sebuah dinding yang sangat keras dan kuat , Namun intuisi dan juga ketajaman nya tidak pernah lengah . Aura yang berbahaya dan sangat Familiar terasa mengurung nya dari belakang .


Nafas dingin menembus leher Viyona , Viyona nampak terpana untuk sementara waktu , Di belum sempat bereaksi untuk sesaat . Tapi nafas dingin itu akhir nya menembus ke ke telinga nya , dia bisa mendengar suara serak nan dominan di telinga nya .


'' Kau Tertangkap ! ''


Viyona menelan ludah nya kasar , dia tidak mengharapkan laki-laki ini akan mengenali nya hanya dengan mendekat .Ini tidak baik , Viyona menjadi tenang dan selalu berkata di dalam hati nya. ' Mana mungkin dia di kenali , perubahan nya sudah sangat sempurna '.


Viyona berbalik dan berjalan mundur. dengan wajah acuh dia dengan hebat nya berbohong .


'' Maaf Tuan ini saya tidak kenal dengan anda , dan apa maksud anda itu Di dunia ini masih ada yang nama hukum bukan ?-'


Beberapa orang di dalam ruangan menghirup nafas dingin , Mengapa gadis ini begitu berani .


Rein tidak memiliki fluktuasi di wajah nya yang bagai kulkas pintu ganda itu , Hanya di selalu mengawasi ke arah Viyona .


'' Rein kau sungguh orang mesum ! , Di balik muka es batu mu itu ternyata ! CK ..CK ... Citra gunung es mu itu hancur !'' Theo menghela nafas tanpa daya dan seolah dia hanya meratapi Rein .


Mill menyeringai , ini sungguh hal kecil yang ganas tapi dia merasa itu lucu . Yah dia merasa melihat Si putih kecil yang mencakar ketika kesal .


Namun siapa tahu sederet pria Tegap dengan setelan jas hitam tak lupa kaca mata malam yang senantiasa berada di wajah nya .


Wajah Viyona menjadi dingin , apakah dia akan di sergap dengan deretan pengawal bau ini .


'' Apa ini ? ''


Theo dengan tiba-tiba berbisik di telinga Nya Viyona .


'' Little Rose ini sangat baik untuk kita semua , Para semut ini sangat menggangu . Bagaimana jika kita berdansa bersama di bawah cahaya bulan hn ! ''


Viyona dengan kejam menepis wajah Theo , dia hanya memiliki pandangan dingin terhadap Theo dan dua laki-laki lain nya .


Sebelum Viyona ingin mengatakan sesuatu , di merasa ada yang mencoba menyerang nya di belakang nya .


Wosh .....


Syut ......

__ADS_1


Viyona hampir saja di pukul bagian belakang kepala nya , jika dia tidak menghindar dengan cepat . Mungkin dia akan pingsan di sini , terlebih gaun yang di pakai Viyona membuat gerakan nya sedikit melambat .


Sang pelaku hanya menyeringai senang , dan dia masih dengan tenang berkata .


'' Reaksi ku sangat cepat , seperti orang yang sangat terlatih saja ! ''Mill menyeringai .


'' Apa yang kalian mau ? '' Tanya Viyona tanpa bertele- tele.


Bugh ....


Rein dengan wajah tanpa ekspresi akhir nya memukul Viyona hingga pingsan , Tubuh mungil nan lembut Viyona jatuh ke pelukan Rein . Rein dengan acuh mengangkat Viyona dan pergi sambil menggendong nya .


'' Woi .. Rein jangan main pergi ! , Dan mengapa kamu memegang Little Rose ku . Bukan kan kau sangat menjijikkan terhadap mahkluk yang bernama wanita alias gadis hah ? ''


Theo mengerucutkan bibir nya , dia kesal mengapa pria kulkas dia pintu ini malah menggendong Little Rose nya . Dia pertama yang menemukan hal kecil yang menarik ini , apakah dia ambil di curi begitu saja .


'' Jalan ! '' Pandangan Rein amat tajam dan menusuk ke wajah Theo .


Theo melirik acuh ke arah Rein dan dengan kesal mengikut Rein .


Karena para bodyguard menghalangi pandangan orang di Ballroom , tidak ada yang tahu apa yang tengah terjadi di sana .


*********


'' Bagaimana ini ! , Apakah Viyona akan baik-baik saja . Ketiga laki-laki tadi tidak berbuat apa-apa pada nya kan ! ''


Kaila meremas tangan Rik dengan kuat , hingga Rika merintih kesakitan .


Kaila langsung melepas tangannya Rika , dan meminta maaf .


'' Ya ampun maaf Rika aku tidak sadar tadi , Aku sangat khawatir dengan Viyona . Dia tidak akan di apa-apain kan sama ketiga lelaki tadi ? ''


'' Siapa yang tahu ! '' Ujar Rika dengan wajah samar .


*********


(Vila Kelas Kunci )


Bulu mata Viyona nampak bergerak , dan akhir nya dia membuka mata nya dan melirik ke sekeliling nya . Namun kepala Viyona terasa berat dan mata nya berkunang-kunang , Viyona melirik ke sekitarnya tempat yang asing jelas bukan Ballroom .


Viyona terduduk dan mengamati area sekitar nya , Tata ruangan ini seperti Ruang keluarga . Ada sofa panjang di sisi lain , Dan terdapat furniture-furniture yang klasik dan elegan , Bahkan ada papan permainan Biliiard .


Viyona memijit pelipis nya yang masih terasa kesemutan , dan leher belakang nya terasa sakit .


'' Ini dimana ? ''


Tap .... Tap ...


Langkah kaki mendekat ke arah Viyona , tatapan gadis itu akhir nya terpaku dengan kedatangan seorang laki-laki yang di kenal nya .


Laki-laki itu nampak tersenyum dan menatap Viyona penuh kasih sayang .


'' Theo ? '' Kata nya memastikan .

__ADS_1


''Selamat datang Little Rose ! , Ku harap Little Rose menganggap Vila kami yang kecil ini sebagai Rumah sendiri ! ''


Theo menuju ke tempat Viyona berada , dan dia dengan alami mengambil tangan Viyona . Dia mengelus nya dengan lembut seolah memegang permata berharga di tangan nya . Dan laki-laki itu akhir nya mencium punggung tangan Sang gadis tanpa seizinnya .


'' Cup ... ''


Viyona langsung mengambil tangan nya dan menatap tajam Theo .


'' Mengapa kamu membawa ku kemari ? '' Tanya Viyona ragu .


Theo sama sekali tidak kesal dengan perilaku penolakan gadis itu , tapi dia tampak lebih tertarik dengan perilaku penolakan sang gadis .


'' Tentu nya untuk menjadi tamu kami ! ''


Viyona bangun dan hendak pergi , gadis itu mengabaikan Theo dan berjalan menuju ke arah pintu . Namun saat Viyona mencoba membuka pintu tersebut itu terkunci , Viyona menjadi kesal dan ingin menghancurkan pintu itu .


'' Gadis berhenti di sana ! , Kamu tidak akan bisa membuka pintu . Tanpa seizin kami pintu itu tidak mungkin terbuka karena itu otomatis ! '' Suara laki-laki itu berat dan serak , tetapi tidak ada kelembutan di dalam suara nya .


Viyona berhenti mencoba membuka pintu , dan menatap dingin ke arah kedua laki-laki bajingan yang santai nya mengabaikan nya .


'' Aku mau pulang ! , Buka sekarang ! ''


Theo nampak malas dan mengabaikan ucapan Viyona , bahkan Mill tak terkecuali dia dengan santai meminum Segelas wine milik nya .


Viyona semakin kesal dan kerutan di dahi nya tidak bisa di sembunyikan , baru kali ini gadis itu mengalami hal seperti ini . Gadis itu tidak pernah di abaikan dan juga perlakuannya kedua laki-laki ini membuat nya jengkel setengah mati .


Namun Viyona merasa aura berbahaya itu lagi mendekat ke arah nya , dan Gadis itu hendak berlari pergi . Namun tangan nya di tahan oleh sebuah tangan besar yang terasa dingin hingga menembus kulit gadis itu .


'' Tidak bisa ! Interogasi belum selesai ! ''


Laki-laki itu dengan mudah nya membopong tubuh mungil Viyona , Viyona dengan kejam memukul pundak dan punggung laki-laki itu .


'' Pria tua lepas kan aku sekarang , bajingan busuk kau menganiaya seorang anak ! ''


Laki-laki itu adalah Rein , dia yang meletakkan Viyona di sofa dan pergi untuk sementara' waktu.


'' Diam ! , Hal kecil yang memberontak itu bukan hal yang baik ''


Rein kesal karena di panggil Pria tua , dia masih lajang dan perawan oke .


Bugh ....


Viyona di lempar kan ke sofa dengan kejam oleh Rein , untung nya gadis itu di lempar ke sofa bukan ke lantai .


'' Kau pria bajingan ! Kalau begini seumur hidup kau tak punya istri ! '' Maki Viyona .


Ketenangan di wajah gadis itu kini menghilang , dan emosi nya dengan mudah terekspos .


'' Astaga Little Rose ku , perkataan itu sangat benar Pria kulkas dua pintu ini mungkin tidak akan menikah seumur hidup nya ! '' Ejek Theo .


Tidak ada fluktuasi emosi apa pun di wajah Rein , dia dengan tenang duduk di sebelah Viyona dan mengambil wine milik nya .


'' Nah gadis kecil aku rasa kamu sangat familiar ! , Di mana ya kita pernah bertemu ! '' Mata rubah itu menyipit dan seolah dia tengah menerawang ke dalam mata Viyona .

__ADS_1


__ADS_2