
Chapter 123
...Volume 1...
...Bab 2...
...Menjadi Sukarelawan...
****
Walau beberapa pelanggan telah pergi setekah mencicipi makanan dan minuman enak di restoran yang di buka kelas Viyona , keramaian itu masih berlanjut hingga semua makanan di restoran nya habis.
“ Mengapa tambah ramai ? Makanan kita hampir habis ! “ Ujar Monitor yang masih menatap sekelompok gadis yang berebut masuk .
“ Wah …. Mereka datang ke sini hanya menonton pria tampan bukan untuk makan ! “ Kata anak lain nya menghela nafas .
“ Siapa suruh kelas kita memiliki kecantikan dan pangeran sekolah ini !“
“ Iya juga !! “
Viyona masih sibuk di dapur , karena pesanan kian meroket . Tapi sisa bahan nya akan segera habis hanya tinggal beberapa hidangan saja yang bisa di buat , yang tersisa hanya ada minuman nya saja yang lumayan banyak . Tapi Viyona sedikit terganggu karena para gadis ini terus menanyai nya berbagai macam hal .
“ Hei tampan , Siapa nama-mu ? “
Viyona tidak menjawab nya dan berkata dalam hati { “ Ternyata menjadi pria juga banyak masalah ! “ }
“ Boleh minta wechat kamu tidak ? “
“ Atau akun media sosial-mu boleh ? “
Karena tidak mendapat tanggapan dari Viyona , para gadis merasa kecewa . Namun mereka tetap mengerumuni Viyona layak nya tontonan .
“ Ah .. Maafkan saya karena hidangan kami sudah habis , hanya tersisa empat piring ini lagi . Mohon maaf karena kalian tidak mendapat pesanan kalian ! “ Viyona tersenyum meminta maaf , dan langsung pergi ke ruang ganti karena buru-buru mau berganti pakaian . Lebih baik menjadi gadis dari pada terus memakai pakaian anak laki-laki.
“ Eh … mau kemana ? “
“ Jangan pergi ! Lagian kami di sini hanya untuk melihat pria tampan !“
__ADS_1
“ Ah .. Dia pergi ! Kami bahkan tidak mendapat no wechat nya !“ Kata nya penuh kecewa .
Saat mereka merasa kecewa dan hendak pergi , mereka melihat Keith dan Louis . Jadi mata mereka Kembali berbintang , karena Louis dan Keith pergi ke ruang Kesehatan sebentar para gadis itu langsung masuk dan mengerumuni Viyona , tapi sekarang kedua nya balik jadi mereka yang di kerumuni .
“ Ternyata itu para pangeran ayo ambil photo dengan mereka ! “ Teriak-nya .
“ Walau tidak dapat berphoto dengan pria bagai malaikat itu , dengan para pengeran juga tidak apa ! “
Keith dengan ramah berpose dengan para gadis di depan kamera , yah karena jiwa plauboy nya aktif Kembali setelah lama of ..
“ Ayo berpose Bersama , tidak baik menolak permintaan gadis manis !“
“ Memang benar Tuan Muda Fox sangat ramah ! “
“ Itu Pangeran ! “ Koreksi nya lagi .
Setelah keluar dari ruang ganti , Viyona Kembali menggunakan seragam nya karena di rasa sudah tidak perlu membantu lagi .Hanya tinggal beres-beres saja , siapa sangka semua nya akan terjual habis kan.
“ Viyona ! Kesini bantu kami beres-beres ! “ Panggil Kaila .
Viyona mengangguk dan mengambil kereta dorong mengambil setiap piring dna gelas kotor di meja , yah ini sedikit jadi mari bantu . Kaila mengambil vas bunga dan memasuk-kan nya ke dalam kardus , sedangkan Rika dia memungut sampah yang di jatuh-kan para pelanggan.
“ Mereka kan masih mencoba berphoto dengan Lui dan Kei , tentu nya tidak mau melewat-kan kesempatan yang bagus begini ! “Liliana terkekeh dan masih dengan senyum lembut nya .
“ Apakah semenarik itu ? “ Tanya Kaila dengan wajah polos .
“ Teman Sekelas Kaila , Akan aku beritahu seberapa menarik nya dua pangeran tampan kita ini ingin tahu alas an sekolah kita tahun ini banyak di masuki karena kedua pangeran tampan kita , pangeran kita sudah memikat gadis sekolah lain . Pernah ada kasus sebelum nya , mungkin kamu ada di rumah sakit saat itu . Gadis sekolah lain ingin menerobos masuk ke sekolah hanya untuk melihat dua pangeran tampan kita , namun itu di gagal-kan karena gerbang langsung di tutup rapat . Apalagi ada Ketua Dewan Siswa kita juga sangat tampan ! . “Monitor berkata penuh semangat juang .
“ Ketua Dewan Siswa ! Maksud mu Blair ! “ Kata Viyona menyahut .
Nah setelah Viyona selesai berbicara sosok dengan surai emas datang ke arah mereka dengan seorang gadis di belakang nya .
“ Halo teman sekelas bolehkah kami meminta bantuan mu sebentar ?“ Tanya Blair ramah .
“ Astaga Ketua !!!! “ Seru monitor yang salah tingkah .
“ Ketua meminta bantuan kami untuk apa ? “ Tanya Liliana penasaran .
__ADS_1
Keith dan Louis juga masuk setelah mereka di panggil oleh Blair .
“ Yah , untuk menjadi relawan tentu nya ! “ Blair menyeringai .
Viyona merasakan punggung nya seketika menjadi dingin , sebelum Viyona hendak menolak ucapan nya di potong oleh Blair.
“ Jangan menolak dulu , jika kalian mau menjadi sukarelawan . Kalian akan di beri libur satu bulan penuh sebagai hadiah bagaimana ? “ Tawar Blair .
“ Memang nya kami kuli-mu , aku menolak ! “ Ujar Louis .
“ Sepakat ! Tapi setelah liburan jangan ganggu kami lagi ! “ Seru Viyona dengan mata berbintang .
“ Ya ampun ternyata Viyona yang tergoda pertama ! “ Keith menutup mulut nya dan terkekeh geli .
“ Ini bukan Viyona yang ku-kenal ! Benar kan Rika ! “ Tanya Kaila balik dengan wajah tidak percaya .
“ Ini pasti orang lain bukan Viyona ! “ Seru Rika memastikan .
“ Apa ! SI transgender ini , mengapa aku harus menuruti-mu !“ Louis berkata dengan kesal .
“ Karena aku lebih pintar dari-mu ! “ Ujar Viyona menyeringai .
“ Apa ! Jadi kamu mengatai-ku orang bodoh ? “ Tanya Louis .
“ Kamu mengakui nya sendiri ! “ Ucap Viyona datar .
“ Puft ~~“ Semua orang menutup mulut mereka karena menahan tawa .
“ Kamu ! “ Tunjuk Louis yang sudah mulai kesal .
“ Louis bertemu dengan musuh bebuyutan nya ! “ Ujar Liliana terkekeh.
Semua orang memandangi Liliana secara bersamaan .
“ Yah sedari kecil tidak ada yang tidak menuruti Louis , tapi melihat nya kempes sekarang terasa lucu ! “ Liliana tertawa kecil .
“ Bocah ini benar-benar bertemu musuh bebuyutan nya , sejak kecil dia seperti pencatut ! “ Keluh Keith .
__ADS_1
“ Oke … Karena kalian sepakat menjadi sukarelawan ! Kalian harus membantu setiap klub agar terlihat menarik , nah Louis dan Keith akan pergi ke klub olahraga sedangkan para gadis akan pergi ke klub musik , masak , seni dan lain nya . Nah , wakil-ku akan membawa para gadis ke tempat klub pertama yang kalian kunjungi ! Ayo bergereak cepat ! “ Ujar Blair dengan senyum rubah .