Gadis Mahakuasa Terlahir Kembali Di Dunia Otome Game

Gadis Mahakuasa Terlahir Kembali Di Dunia Otome Game
Hipnotis


__ADS_3

...Volume 1...


...Bab 1...


...Hipnotis...


Bangsal VIP


Knok ....


Sosok seorang pria memasuki bangsal Clarissa , dia memiliki raut wajah datar dan juga dingin . Aura nya yang suram membuat orang tidak berani mendekati nya .


" Belum bangun ? "


Mill mendecak-kan lidah nya sebal , cepat sekali Rein kembali dia belum selesai mengamati gadis ini . Dalam keadaan tidur gadis ini sangat manis , dari pada saat bangun seperti macan saja .


" Dia tertidur ! "


Rein baru saja kembali setelah mengganti pakaian nya yang ternoda darah Clarissa , dia hanya memakai atasan berupa kaos putih . Kebiasaan Rein dia selalu bersandar pada sofa dan Dengan santai menyesap Wine , namun sayang dia tidak di berikan izin oleh Mill untuk membawa Wine ke dalam bangsal Clarissa .


" Tas gadis itu ! " Ujar Rein


Mill mengambil tas gadis bersurai perak tersebut , dan tertegun karena menemukan seragam yang di kenal nya .


" Bukan nya gadis ini seharus nya sudah pergi kan ! Rumor di sekolah tidak bisa di percaya , dia bukan kan sakit parah dan sedang memulihkan kesehatan nya ! "


Rein juga tengah memikirkan hal ini , dia curiga bahwa gadis itu masih berada di sekolah tempat mereka berempat di tahan . Tapi gadis ini seperti nya menyamar dengan baik , gadis secantik ini mana mungkin tidak menjadi pusat perhatian .


Rein kembali melirik ponsel gadis itu , dia sudah mencoba membuka ponsel ini namun seperti nya mati . Saat dia mencoba charger nya tidak bisa di isi , heh rusak mana mungkin . Gadis ini memiliki pengamanan yang bagus , jika mereka menempat kan bom di ponsel mereka . Maka gadis ini seperti nya menempatkan virus , ah Beta berani nya dia . Orang selain gadis ini yang menggunakan ponsel akan terpapar virus , tapi dia tentu nya tidak ini karena fisik khusus nya juga .


" Periksa ponsel gadis itu !"


Mill menata Rein Solah sedang melihat orang lain .


" Apakah kamu beneran Rein bukan saudara nya !? "


Mill tidak percaya dengan Rein di depan nya , ucapan nya banyak sekali . Rein biasa nya acuh dan berkata singkat itu pergi kemana , apakah pergi berlibur .


" HM ! " Balas Rein singkat .


Mill seketika di usir oleh Rein , Mill mengutuk Rein dari luar bangsal . Rein mengunci pintu bangsal Clarissa , lalu mendekati ranjang tempat Clarissa tengah tertidur . Bulu mata yang panjang itu berakibar , dia yang acuh tak acuh menghilang . Digantikan dengan senyuman tak terduga , tangan dingin itu menyentuh wajah gadis itu , Dan dia bergumam .


" Jangan lari lagi ! "

__ADS_1


Cup....cup.....


Bibir dingin itu kembali bersentuhan dengan bibir mungil tersebut , namun tidak ada gerakan dari gadis yang tengah tertidur itu . Rein sedikit tidak puas karena tidak ada balasan , jadi dia menghentikan nya .


Drt...drt...drt...


" Ada apa ! "


Orang di seberang telepon sedikit tertawa dan cengikikan .


" Ayolah sayang ku Rein , apakah kamu tidak merindukan ku . Kalian berdua bahkan tidak mengajak ku saat bermain , hais .... Apakah kalian sudah menangkap gadis itu lagi ah malang nya gadis itu , kalian pasti sangat kasar ! "


Rein hanya tersenyum smirik .


" Benarkah ? Kasar ya ? " Sudut alis Rein naik .


Orang di seberang telepon kembali mengoceh tak jelas .


" Hei aku bosan sekali ! Orang-orang ini cepat sekali mati nya , mengapa tidak lama sedikit dia sudah tuk ... Mati ! . Hei kau apakan gadis itu jangan bilang kau menguliti nya ya !? " Ejek nya


Rein mengelus wajah Clarissa , dia dengan samar tersenyum .


" Ciuman ! " Ujar Rein dingin .


" Apa kamu bilang ? "


"Aku mencium bibir nya ! " Ujar Rein datar .


Orang di seberang telepon menangis ketika mendengar nya , dia berucap dengan sedih .


" Kami Rein sapi tua memakan rumput lembut ! ,Wo...wo...wo.... Ah mengapa tidak aku yang bertemu dengan gadis malang itu ! "


Rein jengkel dan mematikan panggilan itu langsung .


Bip....bip....


" Aku pergi ! Tapi jangan lari ! ''


Setelah Reinw mencium dahi Clarissa dia pun pergi .


Klik .....


Clarissa yang tadi nya tertidur membuka mata nya , dia melirik ke sekeliling nya yang asing . Kepala nya masih berdenyut dan sakit , dia melirik ke arah meja . Tas nya ada di sana , namun tidak menutup kemungkinan bahwa pria anjing itu telah menggeledah nya .

__ADS_1


tuk .....


Clarissa berdiri tapi dia masih dalam kondisi lemah , namun dia mengabaikan hal itu . Menuju meja dan mengambil tas nya , di memeriksa nya kecuali ponsel nya tidak ada yang di ambil . Clarissa mengutuk , mengapa dia menjadi se sial ini .


'' CK....CK...CK....! '''


Clarissa membuang tas tersebut karena kesal , dia memerhatikan ruangan tempat dia di rawat . Jelas sekali ini ialah bangsal VIP , hah ciuman menghilang lalu sekarang di kurung .


'' Tunggu sampai aku keluar dari sini ! ''


Clarissa merasa ada sesuatu yang mengawasi nya di suatu tempat , dia menegang ternyata ada kamera pengawas di bangsal nya . Clarisa segera menuju ke arah kamar mandi mana mungkin di sana ada juga kan ! , setelah masuk ke kamar mandi Clarissa memeriksa apakah ada Kamera pengintai atau tidak . Dia menghela nafas lega , membuka kran air dan membasuh muka nya .


'' Huh terpaksa hari ini mengubah warna rambut lagi ! , tapi di manakah perawat yang akan datang mengapa lama sekali !''


Clarissa bersandar ke dinding toilet , dia sedikit lemah . Clarissa menutup mata nya , untung nya kekuatan internal nya tidak di blokir . Pria sinting itu terlalu percaya diri dengan keamanan nya , dia akan balas nanti ciuman pertama nya yang berharga selama dua kehidupan menghilang begitu saja .


Krek .....


Clarissa kembali menuju ranjang nya dan dia mengambil sebuah buku yang di letakkan di meja , dia melirik tas nya hampa dan menghela nafas . Clarissa kembali mengambil tas nya dan memeriksa apakah benda itu ada di sana , dia tersenyum .


Tok...tok


Mendengar suara ketukan pintu , Clarissa melirik ke arah pintu dan dengan ringan menjawab .


'' Masuk ! ''


Seorang perawat wanita masuk dengan membawa kereta dorong , di atas nya terdapat beberapa buah-buahan , semangkuk bubur dan juga sup .


'' Halo Nona ! Saya adalah perawat anda . Saya membawakan makanan dan obat anda ! '' Perawat itu tersenyum


Clarissa hanya mengangguk sebagai balasan , dia bangun dan bersandar pada ranjang nya . Ada meja alami di ranjang rumah sakit , semua makanan di letakkan di sana kecuali buah-buahan yang sedang di kupas oleh perawat itu .


'' Siapa yang meminta mu kemari ? '' Tanya Clarissa .


Perawat itu tersenyum sebagai balasan .


'' Ini sudah tugas saya Nona ! ''


Clarissa diam-diam tersenyum , sudut bibir nya membentuk kurva . Ah dia bisa menggunakan perawat ini nanti nya , dia akan mencoba sesuatu hal yang pernah dia pelajari kita pergi ke selatan .


'' Hei Nona perawat terima kasih ! ''


Clarissa tersenyum , senyum manis nya membuat Perawat itu memerah . Perawat itu dengan cepat mengupas buah untuk Clarissa , namun saat perawat itu menatap iris perak Clarissa. Dia tertegun dan kepala nya menjadi kosong , setelah membuka mata nya tatapan perawat itu memiliki tatapan kosong seolah tanpa jiwa .

__ADS_1


__ADS_2