
...Volume 1...
...Bab 1...
...Ciuman Mendominasi...
Mendengar hal ini Mill maupun Rein semakin mendekat kearah Clarissa , mereka juga sangat percaya diri dengan keamanan taman ini . Karena taman ini di lengkapi dengan kemanan tingkat tinggi , aneh nya gadis ini dengan mudah menerobos masuk namun tidak bisa keluar .
" Bai Xiao bisakah kamu membantu ku ?" Tanya Clarissa
"Wou...wou...wou...! "
" Akan ku bantu ! "
Clarissa tersenyum tipis .
" Anak baik ! Saat bertemu lagi aku akan memasak-kan daging yang enak untuk mu ! "
Clarissa berbisik ke telinga Bai Xiao si Harimau Putih langsung mengangguk paham .
" Seperti nya berkhianat pada kita Rein ! " Ujar Mill
Rein tidak perduli walau Reagor mengkhianati mereka hanya untuk makanan , tapi gadis ini tidak boleh melarikan diri lagi .
" Urus Reagor untuk ku ! " Pinta Rein tanpa memalingkan wajah nya .
Mill tertegun dan tidak bisa menahan cemberut di wajah nya cantik itu , dia dengan muka masam memandang gadis bersurai perak itu dengan hampa . Nasib nya amat tragis , ah Reagor harimau putih ini harus di beri pelajaran yang baik .
" Mengapa Reagor untuk ku , sedangkan kamu Rein teganya kamu pada teman baik mu ini ! "
Clarissa seperti nya melihat tatapan panas seseorang , dia menjadi waspada dan setelah memberi kode kepada Bai Xiao si harimau putih . Harimau putih itu menerjang menuju Rein , tapi itu dengan mudah di Honda oleh Rein .
Clarissa langsung berlari entah ke arah mana , karena area taman ini sangat luas . Clarisa terpaksa harus berlari berkeliling dengan di kejar iblis besar di belakang nya .
Sementara itu Harimau Putih yang di panggil Bai Xiao oleh Clarissa , dia tengah sibuk mengahalangi Mill agar tidak pergi kemanapun .
" Wou...wou..wou..! "
" Jangan sakiti kecantikan kecil tadi !"
Melihat Reagor yang memohon untuk gadis kecil tadi , membuat Mill tertegun kemana pergi nya harimau putih nya yang mendominasi . Yang bahkan sangat jijik dengan seorang gadis , bahkan memakan daging nya pun tidak Mu . Apakah harimau putih di depan nya ini palsu bukan Reagor yang di kenal nya.
" Aku tidak bermaksud menyakiti kecantikan kecil itu , kami berdua hanya ingin menangkap nya karena dia ingin lari ! "
Harimau putih itu mengangguk dengan puas , namun dia tertegun bukan nya tadi dia membiarkan tuan dingin mengejar kecantikan kecil nya astaha semoga dia baik-baik saja .
Mill mengerut kan kening nya dan tidak menyadari aktivitas psikologi dari harimau putih tersebut .
" Sebenarnya apa yang di berikan gadis itu bukan rubah kecil itu pada mu ,hingga sangat patuh pada nya Reagor yang manis ! " Senyum Mill sangat mengandung kesuraman .
Kucing putih besar itu gemetar dan memeluk diri nya hingga berbentuk seperti bola besar , mata besar nan putih itu melirik ke arah sebuah kaleng bekas makanan dengan hampa .
__ADS_1
Mill mengambil kaleng itu dan mencium bau nya , dia tersenyum tipis .
" Pantas saja kamu sangat menyukai rubah kecil ku , makanan dalam kaleng ini sangat cocok dengan selera mu hah Kucing tetap lah kucing tapi ini Menjadi Kucing putih besar ! ! "
Kucing Putih Besar :"..." Tuan ini bukan Kucing tapi raja yang mendominasi.
Taman Bunga
Clarissa telah berlari sepanjang jalan dan mencoba menghindari Rein , mengingat ekspresi layak nya obsesi gila pada pria dingin itu membuat Clarissa waspada terhadap nya . Dia tidak tahu apa yang diinginkan oleh kedua pria itu , tali jelas mereka adalah orang berbahaya .
Seperti nya Rumah Sakit XE memiliki rahasia besar , karena Pria itu bisa dengan leluasa masuk kemari . Pasti salah satu dari mereka ialah pemilik Rumah Sakit ini , dan orang itu ialah Pria cantik bagai malaikat itu yah Nama nya Mill . Dia selalu merasa nama-nama ini begitu familiar , di Mulai dari Theo dan sekarang Mill . Dia merasa tengah Melupakan hal yang terbila h penting , dan saat seperti ini mengapa dia tidak ingat .
" Ketemu ! "
Suara dingin nan maskulin itu membangun kan Clarissa , dia yang bersembunyi di balik-balik semak-semak langsung berlari , namun ternyata setelah dia keluar dari semak-semak tangan nya malah di tangkap oleh pria dingin itu.
" Lepas kan ! "
Clarissa berusaha menarik tangan nya yang di genggam erat oleh Rein , karena tidak bisa lepas Dia akan menendang pria bajingan ini , tendangan Clarissa langsung di tangkap alias di tangkis oleh Rein dengan mudah .
Karena serangan nya di tangkis begitu saja , Clarissa langsung berusaha memukul perut pria dingin itu . Namun gerakan pria dingin ini sama cepat nya dengan diri nya , setelah membebaskan tangan nya dia berlari menuju Rein hendak menyerang nya .
Siapa tahu gara-gara tas nya gerakan Clarissa sedikit melambat , Saat mencoba memukul Rein dia malah terpental . Clarissa mengambil sebuah batu tajam dan berlari kebelakang Rein , Rein hanya menyaksikan gadis kecil yang ganas ini melawan . Ini sedikit menarik gerakan gadis kecil ini tepat , gesit , lincah dan juga mematikan .
Swosh ....
Syut...
Rein tidak membiarkan Clarissa mengenai titik pital nya karena sangat berbahaya , gadis ini ternyata memiliki kekuatan internal yang kuat dan dalam.
Clarisa melompat ke atas dan berputar , telapak tangan nya hampir mengenai perut Rein sayang nya Rein selalu saja menghindar . Rein seperti nya tidak ingin menyerang Clarissa .
Tak...tak...
Clarisa mendarat dengan mulus ke tanah , dia menatapku Rein dengan tajam setiap dia ingin memukul atau menyerang Pria itu dari arah berlawanan dia selalu bisa menghindar atau menangkis nya .
Sorot mata Clarissa berubah dan aura membunuh di sekitar nya mengeruak , Rein memandang gadis di depan nya dengan heran dan ada semacam ketertarikan aneh . Melihat gadis ini seperti ini membuatnya darah nya mendidih dan bersemangat .
Kedua orang itu kali ini sama sama menyerang , gerakan Rein terbuka sangat kejam dan mengerikan . Kedua orang itu saling bertubrukan , Saat Rein hendak mencoba menangkap Classical lagi . Clarisa dengan cerdik mundur dan melompat ke belakang , nafas nya terengah-engah .
Stamina Pria dingin di depan nya sangat luar biasa , tidak ada tanda kelelahan di wajah nya . Dia harus segera mengakhirinya dan segera lari , kekuatan nya melemah akibat energi yang terkuras setelah rambut nya kembali seperti semula .
Swosh....Swosh..
Karena kelalaiannya Clarissa tidak sadar bahwa Rein telah ada di belakang nya , dia memeluk Clarissa dengan erat dan langsung bergulinh bersama .
Berukk.....
Syut ....
Topeng milik Clarissa langsung terlempar oleh Rein , Clarissa yang memejamkan nya mata nya tertegun . Saat dia membuka mata nya iris biru dingin itu dengan iris perak bertemu , setelah lama tertegun.
__ADS_1
Rein mengambil beberapa helai rambut perak Clarissa dan mencium nya , dia tersenyum tipis dan berkata .
" Cantik sekali ! "
Wajah di depan nya sangat cantik , halus dan juga lembut. Mata lembab dan berair itu sangat imut , walaupun wajah nya terlihat acuh tapi tidak bisa menyembunyikan keimutan dan keindahan nya . Bila Mill seperti malaikat maut cantik , gadis di depannya bagai peri yang mempesona yang membuat banyak pria tergoda . Tangan nya mengelus bibir Semerah darah ini , itu begitu lembut dan berair.
" Turun dari ku ! " ujar Clarissa
Clarissa sangat marah karena dia bahkan tidak bisa bergerak , tubuh nya saat ini berada di bawah pria dingin itu dan terlihat ambigu . Namun saat Clarissa melihat dari sudut ini, bulu mata Pria dingin itu panjang dan melengkung, seperti wanita yang lembut. Namun dia tidak akan tertipu , wajah yang lembut ini hanya kedok tapi di balik itu tersembunyi iblis kejam nan berdarah .
Rein menarik tangan Clarissa dan membuat nya bangun , tapi sebelum Clarissa dapat bergerak dia sudah di blokir di sebuah pohon oleh Rein lagi.
Saat Rein memegang pinggang ramping Clarissa , pinggang nya Terasa lebih lembut dan memiliki rasa berdaging tetapi tidak berminyak. Tidak terlalu tipis, tetapi sekarang berdaging, masih ramping secara visual.
Hati Rein terasa gatal .
Melihat raut wajah gadis kecil itu yang kesal , membuat nya senang dan perasaan puas ini selalu membuat ny merasa aneh. Dia seperti nya akan bersedia bermain-main dengan gadis kecil .
" Rein .... Panggil aku Rein ! "
Nafas panas Rein berhembus ke wajah Clarissa , Clarissa merasa punggung nya dingin dan firasat nya menjadi buruk.
Rein menundukkan kepalanya, memegang bibir Clarissa , dan menelan seruannya ke perutnya, memegang kedua tangan kecil Clarissa yang lembut dengan tangannya yang besar, dan membawanya sedikit ke bawah.
Clarissa Membeku dan refleks menutup mata nya , dia tahu apa hal yang akan di lakukan pria ini selanjutnya . Dia mencoba memalingkan muka nya , akan tetapi di tahan oleh tangan besar yang dingin . Clarissa sudah mulai merasa gugup di hati nya , dia tidak berani membuka mata nya di merasa seperti kelinci kecil yang tidak berdaya yang di makan oleh serigala besar.
Sebuah bibir dingin menutupi bibir mungil Clarissa , yah ketika bibir nya menyatu dengan Gadis kecil ini Rein merasa rasa nya tidak buruk . Bibir nya lembut dan juga terasa manis , dia tidak sabar dan mengigit bibir bawah gadis kecil itu .
Ciuman yang liar namun juga mendominasi , karena gigitan yang terlalu keras bibir Clarissa berdarah . Rein semakin bersemangat ketika rasa darah itu menyapu lidah nya , rasa nya manis dan luar biasa . Karena tidak tahan bibir Clarissa akhir nya terbuka sedikit , pinggang nya di peluk dengan erat .
Clarissa mencoba berontak , namun kepala bahkan di tahan oleh nya .
Kepala Clarissa berdengung , ketika mulut nya terbuka sebuah benda dingin mencoba menginpasi mulut . Dia merasa kepala nya berputar , dan lemas di detik berikutnya .
" Eugh...HM ..! "
Rein semakin bersemangat di buat nya , lidah dingin itu menelusuri setiap bagian dalam mulut Clarissa . Lidah saling terikat dan hisapan Rein semakin kuat , ciuman yang sombong dan mendominasi ini tentu nya tidak bisa di Bandingkan dengan Clarissa yang telah melajang di dua kehidupan .
Rein tidak ingin melepaskan mulut yang begitu enak ,lembut ,dan manis ini . Dia belum pernah merasakan kenikmatan yang begitu luar biasa ini , Melihat pemberontakan gadis kecil itu menghilang . Rein dengan semangat semakin memperdalam ciuman mereka , dia seolah musafir yang baru saja mendapatkan oasis .
" Uh...HM...! "
Clarissa mencoba mendorong pergi Rein , namun pelukan itu terlalu kuat . Mulut nya terasa perih karena terus di gigit . Mulut kedua orang itu masih terjalin dan tidak ada tanda-tanda berhenti , Rein masih belum puas memakan bibir yang luar biasa lembut ini .
Pipi Clarissa terdapatnya semburat kemerahan , dan nafas nya terengah-engah . Lidah kedua orang itu kembali terjalin , Rein dengan bahagia menghisap nya dengan penuh semangat . Melihat Gadis iru hampir kehabisan nafas Rein berhenti , tapi dia malah melanjutkan nya ke leher Clarissa .
Dia mencium leher putih lembut gadis itu , karena terlalu lembut dia malah menggigit nya dengan penuh semangat .
Clarissa saat ini sedang dalam kebingungannya , dia pusing dan tidak dapat berpikir jernih dia menjerit .
" Uh ... HM... Sakit ! "
__ADS_1