
...Volume 1...
...Bab 1...
...Pingsan...
Taman Bunga
Clarisa merasa hari nya yang kurang beruntung ini bisa di perbaiki , anjing sialan ini terus menggigit nya . Ciuman pertama di dua kehidupan menghilang karena ceroboh , betapa sial nya diriku ini .
" HM....n... Sakit menjauh dari ku ! "
Rein tidak memperdulikan rintihan Clarissa , dia terlalu sibuk menghisap leher nya gadis itu . Namun dia merasa mata nya menjadi berkabut , entah mengapa keinginan akan darah muncul . Dia tiba-tiba menggigit keras leher Clarissa , sebuah darah mengalir dari leher ramping Clarissa.
" Akh....Arg... Kamu menghisap nya ! "
Clarissa merasa tubuh nya lemas , kepala nya menjadi berat dan juga pusing .
Cup...
Tidak ada yang menyadari bahwa iris biru Rein menjadi merah terang , yah itu berdarah tatapan nya sengit dan terus menyedot darah yang ada di leher Clarissa . Dia bahkan menjilat darah yang mengalir , gaun ria ternoda oleh darah .
Kesadaran Clarissa masih ada dia melirik pria di depannya ini , iris nya merah darah dan ternyata ada taring di mulut nya . Saat dia tanpa sadar menyentuh taring itu , dia tertusuk .
" Ouch....ouc...! "
Rein melirik tangan mungil itu dengan minat , dia tetap mengahalangi pergerakan Clarissa . Dia mengambil tangan mungil itu dan memakan nya , jari telunjuk yang ramping dan putih itu kini ternoda oleh darah . Aroma ini sungguh harus dan membuat orang gila , dia memasukkan jari telunjuk ramping gadis itu ke dalam mulut nya .
Dia menghisap jari telunjuk yang ternoda darah , lidah nya menyapu darah yang mengalir hingga bersih . Namun dia sama sekali belum puas hanya dengan begini , dia menginginkan hal lebih .
" Kaki cepat menjauh ! "
Clarissa mengetahui darah nya sendiri , dia tidak akan pernah lupa tatapan lapar hewan buas terhadap . Dia menemukan bahwa darah nya ini istimewa yah sekitar dua tahun lalu , dia dengan iseng menjelajahi hutan namun tak di sangka bertemu hewan buas . Saat itu dia terluka , dia berhasil melarikan diri namun ternyata dia malah bertemu hewan buas lain nya .
Melihat hewan buas itu hanya menyukai darah nya di tertegun , karena tidak ada pilihan lain dia terpaksa membunuh hewan buas itu untuk menyelamatkan hidup nya . Setelah kembali dia langsung memulai peneliti tentang darah nya , segera setelah dia pulih dari cedera . Memang tidak di temukan zat apapun di darah nya , tapi mengapa aroma nya itu harum dan manis ini masih sebuah misteri bagi nya .
Sekarang ini melihat pria didepan nya yang hampir kehilangan akal , membuat nya resah dan ingin segera kabur . Pria ini adalah vampir nyata dari Theo , jika Theo hanya kehilangan akal untuk sementara waktu . Untuk Pria di Depa nya dia telah berubah sepenuhnya menjadi pemakan darah .
" Mundur ! "
Wosh....
Rein terdorong mundur oleh Clarisa , tubuh Clarissa telah melemah karena kehilangan banyak darah . Mulai dari leher nya hingga tangan nya , darah iru terus menetes me tanah . Clarissa mengambil kain kasa dan membalut nya asal-asalan . Dia ingin berlari namun dia sudah di tangkap lagi oleh Rein .
__ADS_1
Swosh....
Syut....
Stair.....
Rein melepas dasi nya dan mengikat nya pada Tangan Clarissa , Clarissa berusaha untuk menendang Rein namun kaki nya juga tertangkap pula .
" Hei Sadat kau dengar ! "
Rein melirik Clarissa , iris merah nya bersinar dia tersenyum aneh .
" Rein ! " Ujar nya
Clarissa semakin bingung apa maksud pria ini , dia berusaha melepas dasi di tangan nya terikat nya sangat kuat .
" Apa maksud mu !? "
Raut wajah Rein semakin dingin , dia menangkap dagu Clarissa dan membuat nya menatap diri nya sendiri . Rein mendekat kan wajah nya pada wajah gadis mungil itu , dia menjilat bibir merah pucat Clarissa .
Kedua pipi Clarissa kembali bersemu merah , dia mencoba melepaskan dagu nya. Tapi Cengkraman nya kuat sekali , dia mengerti apa yang di ingin kan Pria sinting .
" Rein lepas kan aku ? " Ujar nya
" Panggil lagi ! " Pinta nya
Clarissa berusaha menahan amarah yang hendak meledak hingga ke ubun-ubun ini , jika dia sudah lari dari sarang serigala sialan ini . Dia berjanji tidak akan menggunakan Surai perak sial ini lagi !
" Rein !"
Rein merasa tenang , iris merah itu perlahan menghilang dan kembali seperti semula . Dia memeluk Clarissa dan mencium leher belakang nya .
Clarissa merasa ada aliran listrik yang mengalir di tubuh nya , dia gemetar dan kedua pipi nya kembali memerah . Dia dengan gemetar melirik Rein , sial apakah ini jantung nya berdegup kencang sekali . Apakah dia terpesona dengan pria dingin dan sinting ini , tidak ini mana mungkin .
Cup....
Sebelum Clarissa dapat bereaksi , bibir nya telah di tutupi lagi oleh bibir dingin itu . Kali ini ciuman itu sangat lembut , dan saking lembut nya membuat Clarissa hampir terlena . Kepala nya kembali berdenyut , dan rasa pusing itu kembali menghampiri nya .
"HM...m...m"
Rein kembali bersemangat dan menggigit bibir bawah Clarissa , kali ini sangat mudah Karena Clarissa bekerja sama dengan baik . Dia kembali menyapu mulut Clarissa dengan lidah dingin nya , dia menelusuri setiap bagian tanpa ada yang tertinggal . Ini semua adalah milik nya , dia tidak akan membiarkan siapa pun menempati posisi nya .
Dia menjerat lidah gadis mungil itu , dan menghisap nya ke dalam mulut nya sendiri . Setelah kedua bibir itu terjalin lama lagi , nafas Clarissa menjadi mendek dan dia pingsan . Rein melepaskan ciuman yang liar itu , dia juga melepaskan ikatan tangan Clarissa . Dia mencium pucuk kepala Clarissa , lalu menggendong nya .
__ADS_1
" Kamu milikku ! "
Swosh .......
" Ya ampun Rein kau ! "
Wajah Mill bisa dibilang di penuhi kejutan dan ketidakpuasan , saat tadi dia bersama Reagor merasa ada bau darah tidak jauh dari lokasi mereka . Mill memang sangat peka dengan bau darah , apalagi bau yang ini sangat harum dan manis . Untuk Reagor dia bahkan hampir menggila karena aroma darah ini , insting nya sebagau binatang buas jauh lebih berbahaya .
Tapi ternyata Reagor bisa tenang , memang Harimau Putih ini memiki kecerdasan yang teramat tinggi . Di tambah berbagai macam herbal dan obat uang dia berikan pada Harimau putih ini . Jadi dia bersama Reagor pergi melihat apa yang tengah terjadi , namun siapa menyangka dia akan menyaksikan seorang pria dingin dan acuh Seperti Rein mencium seorang gadis kecil secara paksa .
Jika Theo melihat ini dia pasti histeris dan menejerit gila , tapi aroma darah yang harum dan manis irh ternyata berasal dari gadis bersurai perak itu . Hah ... Ini akan menyenangkan bukan , siapa sangka di menemukan makhluk yang begitu langka . Sebenarnya ada sebuah hal aneh terjadi kepada tubuh mereka berempat , baik dia Theo dan Rein . Rein lah yang paling gila soal darah , dia memilih keinginan akan darah tapi tidak pernah meminum nya .
Sebenarnya nya mereka di lempar ke Mansion karena darah juga , Rein memiliki rekor membunuh terbanyak di antara mereka berempat dan yang paling berdarah dingin . Jika dia , yah dia hanya melakukan eksperimen pada para pengkhianat maupun penjahat yang memprovokasi mereka . Ah mereka masih taat hukum kok , mereka tidak membunuh orang sembarangan . Gejala ini sudah sejak lama menghantui mereka berempat , tapi hanya teman nya yang satu itu yang masih terkendali sampai sekarang . Namun entah kapan itu akan menggila dia tidak tahu .
" Wou...wou...wou...! "
" Pria dingin apa yang kamu lakukan pada kecantikan kecil !? "
Harimau putih itu sangat marah dan ingin menerkam Mill , dia bahkan mengabaikan aura suram Rein .
" HM ! " Rein mengabaikannya
Mill mendekat dan melirik ke arah gadis yang sudah pucat itu , bibir yang memang berwarna darah kini warna menjadi lebih terang dan itu sedikit menarik . Surai perak itu juga ternoda darah bahkan gaun nya pun tak terkecuali .
Wajah di Balik topeng itu begitu mempesona , dia belum pernah melihat keindahan yang begitu menawan , indah , dan manis ini . Keindahan pertama di ibukota kekaisaran bahkan tidak ada bandingannya dengan gadis di depannya , Peri ... Yah kata itu lebih cocoo menggambarkan gadis di depan nya . Namun tatapan menusuk Rein membuat nya tidak nyaman .
" Jangn bilang Rein kamu meminum darah gadis ini ? " Tanya nya
Mill syok melihat kondisi gadis ini , dia kekurangan darah . Dan tubuh nya menjadi lebih dingin , tapi nafas nya aneh nya stabil .
" iya ! " Jawab Rein acuh .
Hanya harimau putih itu saja yang di abaikan , dan benar saja Dia ditinggal kan oleh kedua pria itu .
Ruang Perawatan
Setelah meminta perawat untuk mengganti gaun gadis itu , Mill mulai mengecek tubuh gadis itu . Tapi aneh nya setelah kehilangan banyak darah , gadis itu tidak mati tapi masih hidup dan nafas nya stabil seolah dia tidak pernah sakit .
" Aneh sekali ! Tubuh ini menarik !"
Raut wajah Mill menunjukkan obsesi dan kegilaan nya , dia di dunia kedokteran di kenal sebagai ilmuan gila . Apa pun hal yang menarik dia langsung membawa nya ke ruaang penelitian nya , dan gadis didepannya adalah hal yang paling menarik yang pernah dia lihat . Apakah tubuh gadis ini mampu menyembuhkan diri nya sendiri ini menarik .
Clarissa tidak menyadari bahwa dia telah menarik seorang yang bahkan lebih kejam dari iblis , dia masih tertidur dengan nyaman dan tanpa ada rasa beban .
__ADS_1