Gadis Mahakuasa Terlahir Kembali Di Dunia Otome Game

Gadis Mahakuasa Terlahir Kembali Di Dunia Otome Game
Pemasangan Chip


__ADS_3

...Volume 1...


...Bab 1...


...Pemasangan Chip...


*********


Vila


Keesokan hari nya , Sosok gadis mungil yang tertutup oleh selimut tebal menyerengit . Alis nya berkerut dan wajah nya agak nya gemetar , gadis itu akhir nya membuka mata nya dan menatap sekeliling nya yang terasa asing .


" Di mana aku ? "


Gadis itu menggosok mata nya dan mencoba bangun , namun gerakan nya tertahan akibat sebuah lengan kokoh melingkari pinggangnya yang ramping itu .


" Apa siapa pria ini ? "


Gadis itu amat terkejut karena dia tengah tertidur bersama pria tidak di kenal , kepala nya masih ber-kunang-kunang dan penglihatan nya kabur . Akhir nya gadis itu sadar bahwa gaun hitam nya tidak ada , yang tersisa hany gaun putih polos yang masih melekat di tubuh nya.

__ADS_1


'' Siapa yang melepas pakaian ku , jangan bilang pria bajingan ini ! '' Gumam gadis itu tidak jelas .


Saat gadis itu mencoba melepas pelukannya pria itu , lengan kokoh itu malah memeluk gadis itu dengan lebih . Lengan yang kokoh melingkarkan pinggang ramping gadis itu , tubuh gadis itu terbawa ke dalam pelukan dingin namun terasa hangat bagi gadis itu .


'' Lepas ! '' Seru gadis itu dingin


Siapa tahu hanya hembusan nafas dingin yang menyapu ke telinga gadis itu , Telinga gadis itu terasa pans untuk sesaat . Gadis itu kembali memberontak dan menggigit lengan kokoh pria yang melingkari pinggangnya .


'' Lepas jika tidak aku akan menggigit mu ! ''


Karena tidak ada reaksi dari pria itu , gadis itu langsung menggigit tangan kokoh sang pria. Namun sang Pria Ternyata masih tidak bergeming setelah di gigit , Gadis itu akhir menjadi semakin kesal dengan hal ini . Mengapa pria yang di gigit tidak bangun , dan gigi nya juga terasah sakit .


Sebelum sang gadis dapat membantah , dia di bawa ke dalam pelukan pria itu lagi . Wajah gadis itu bertabrakan dengan dada bidang nan kokoh milik pria tersebut , karen pergerakan nya kembali di kunci gadis itu hanya bisa mendesain pasrah dengan kondisi nya saat ini . Namun entah mengapa mata gadis itu hendak menutup lagi , ya gadis itu kembali mengantuk dan akhir nya kembali tertidur pulas .


Mata pria yang tadi nya tertutup akhir nya terbuka , menampakkan iris biru dingin sejernih kristal . Tatapan nya nampak menyapu wajah sang gadis , tangan besar nya mengelus wajah sang gadis dengan lembut seolah memegang permata di telapak tangan nya.


'' Aneh sekali , Perasaan yang asing ! '' Suara sedikit teredam dalam di lema .


Bip ...Bip ...

__ADS_1


'' Hei .... Sapi tua akhir nya kau bangun , persiapan sudah selesai kamu bisa membawa Little Fox ke ruang lab ku . Kita tidak bisa menunda pemasangan hal itu kan , dengan begini Little Fox akan selalu dalam pengawasan kita ! ''


Pria itu tidak berkata apa pun , dia masih tenang mendengar kan ucapan dari sebrang telepon .


'' Lakukan sekarang ! '' Pinta nya datar .


'' Bawa kemari ! Harus kah teman mu ini ke kamar ku dan membantu mengangkat Little Fox kemari . Lagi pula ruangan ku terhubung dengan kamar kalian kan , hanya tinggal menggunakan jalan rahasia saja mengapa repot sekali ! , Rein jangan matikan dulu ! ''


Bip ...Bip


Rein tanpa ekspresi langsung mematikan sambungan telepon , pria itu mengangkat tubuh mungil Viyona dan menuju lemari buku yang tidak jauh berada di kasur nya . Di sebelah lemari buku terdapat dinding yang di hiasi oleh lukisan , Rein mengambil sebuah buku dengan satu tangan pada lemari dan membalik lembaran nya. Di dalam buku tersebut ternyata ada tombol tersembunyi , Rein menekan nya.


Bergetar ......


Derit ......


Srek ......


Dinding yang tadi nya diam akhir nya mengeluarkan suara deritan , ada getaran yang terjadi pada dinding tersebut. Setelah beberapa lama dinding itu terbuka dan nampak lah lorong gelap menuju ke bawah tanah , Rein langsung turun . Anak tangga yang jumlah nya tidak terlalu banyak berhasil di lalui oleh Rein , lampu di lorong rahasia itu menyala seketika .

__ADS_1


Lorong yang tadi nya gelap akhir nya terang , bila Viyona sadar saat ini di pasti berteriak . ' Lorong yang di lewati Rein terhubung dengan tempat Ramuan khusus di sembunyikan , dan secara bersamaan juga terhubung dengan laboratorium milik Mill.


__ADS_2