Gadis Mahakuasa Terlahir Kembali Di Dunia Otome Game

Gadis Mahakuasa Terlahir Kembali Di Dunia Otome Game
Chapter 19


__ADS_3

...Volume 1...


...Bab 1...


...Bertemu Pria Gila...


Asrama para murid


Sebuah bayangan melintas di sekitar lorong asrama yang sepi , dengan badan yang tertutup jubah dengan disertai sebuah topi yang menutup kepala nya . Dia celingak -celingu-kan dan melihat di sekitar-nya takut ada orang yang melihat perilaku abnormal nya, dia dengan tenang membuka pintu kamar . Akan tetapi dia di kejutkan dengan suara teriakan , dia melotot dan menutup pintu itu pelan .


Sreeek


Tuk tuk


" Astaga Ada apa dengan mu ? , Mengapa kamu membungkus dirimu dengan dan astaga kamu terluka , ayo kemari !!"


Gadis yang masuk ke Kamar tidak lain ialah Kaila , ia langsung bergegas kembali ke asrama Walaupun ia harus mengendap-ngendap . Kaila menatap sahabat nya Rika , yang sibuk mengambil air bersih untuk diri nya . Seluruh tubuh nya basah , dan bekas tamparan di wajah nya masih merah dan gambaran tangan terlihat jelas .


" Apa yang terjadi pada mu Kai ? , Kami baru saja kembali . Siapa yang melakukan ini ? Aku akan membalasnya nanti " Rika mendengus dan mengepalkan tinju nya erat .


Kaila mendesah dan meminta Rika untuk duduk " Rika tenanglah , duduk cepat ! "


Rika dengan patuh duduk di dekat Kaila , ia menaruh nampan berisi air di dekat meja . Lalu memeluk Kaila erat dan perlahan air mata jatuh .


" Maaf kan aku ! , Seharus nya aku mengikuti mu pergi tadi jika tidak kejadian seperti ini pasti tidak akan terjadi lagi , hiks hiks " Risa memeluk Kaila dengan erat


Kaila mengelus punggung Rika sang sahabat , dan mencoba untuk menenangkan nya . " Itu bukan lah salahmu Rika , tenang-lah lain kali aku akan berhati-hati lagi ya " Kaila berkata dengan lembut


Rika mengangkat kepala nya dan menatap Kaila sendu , seharus nya ia tidak menjauh dari teman nya . Teman nya pasti di tindas oleh anak-anak sombong itu , yah benar mereka pasti iri pada teman nya yang manis ,cantik , dan tentu nya pintar ini .


" Kami baik-baik saja kan , sini aku obati luka mu dan astaga kamu bahkan di siram air . Cepat mandi dan pergi ganti baju "


Rika melepas topi dan jubah yang di pakai Kaila , Risa mencium aroma samar dari topi dan jubah yang di pakai Kaila .


" Aroma yang harum , ini aroma mawar tapi ia merasa kedinginan entah mengapa " Batin nya


Kaila masuk ke kamar mandi melepas pakaian nya yang basah , dan berendam setelah nya ia tidak berani menyiram wajah nya dengan begitu saja , takut nya itu akan menjadi perih kaki nya juga sedikit sakit . Kaila keluar setelah berendam dan memandangi Rika yang memegang sebuah botol .


" Apa ini Kaila ? " Tanya Rika


Rika membuka penutup botol itu , lalu crim dengan warna kehijauan dan Aroma yang mencuat dari crim sangat lah wangi , Seperti ia mencium aroma bunga melati .


" Apa ini bau nya sangat harum , apakah ini krim untuk wajah " Wajah Rika menjadi berseri-seri dan hendak mengoleskan ke wajah nya .


Kaila menatap teman nya tak percaya , mengapa Rika berpikir salep yang di berikan teman sekelas baru nya sebagai Krim wajah , dia harap teman sekelas baru nya tidak melihat kejadian ini .


" Itu bukan Krim wajah Rika , itu salep untuk membalut luka di wajah ku "


Rika menatap Kaila dengan tajam dan penuh selidik , dan perhatikan nya mengarah ke topi dan jubah yang dipakai Kaila tadi .


" Kaila kamu menyembunyikan sesuatu dari sahabat mu ini , jadi siapa yang membantu mu . Apakah itu laki-laki atau perempuan ? "

__ADS_1


" Itu perempuan " Ucap Kaila gagap wajah nya agak nya memerah , namun karena pipi nya bengkak Rika tidak menyadari nya .


" Benarkah ? " Rika bertanya sekali lagi dan menghela nafas lega " Syukuran lain kali jangan berkeliaran sendirian , kamu harus mengajak ku kemana pun kamu pergi mengerti "


Kaila dengan cepat mengangguk .


" Kemari aku akan mengoles kan salep untuk bengkak di wajah-mu " Rika tersenyum


Kaila duduk di dekat Rika , Rika mengambil handuk dan menyeka wajah Kaila dengan hati-hati .


" Aouch ... Aouch ... " Rintik Kaila


" Apakah itu sakit , aku akan pelan-pelan " Rika berbicara dengan lembut


Rika mengambil salep itu dan mengoles kan nya ke wajah Kaila dengan hati-hati , Aroma melati tercium di udara .


" Aroma nya sangat harum , Seperti nya ini bau melati " Ungkap Kaila


" Yah kamu benar Kaila bau nya seperti melati "


Kaila merasa kan sensasi dingin di wajah nya , dia tiba-tiba takjub itu tidak terasa nyeri sama sekali. Dia ingat perkataan teman sekelas baru nya , salep ini buatan nya sendiri . Dia merasa wajah nya tidak lagi nyeri , melainkan merasa nyaman .


" Jadi siapa yang menyelamatkan mu Kaila ? "


" Itu teman sekelas baru kita " Kaila menunduk


" Benarkah !!! , Kupikir anak baru itu sangat acuh dan benci dengan orang di sekitar " Rika takjub setelah mendengar cerita dari Kaila , mendengarkan rincian peristiwa yang dialami oleh teman nya ini . Ternyata ia salah paham dengan ketidakpedulian teman sekelas baru nya .


" Iya dia Viyona , nama nya cantik . Walaupun dia sangat acuh sebelum nya , nyata nya hati nya baik dia hanya tidak tahu bagaimana mengekspresi-kan di wajah nya saja "


Percakapan kedua gadis ini berhenti di situ saja , mereka berdua memilih untuk bersantai dan menunggu malam tiba . Setelah sore berganti menjadi malam , kedua gadis itu sama-sama mengisi tugas dari guru dan belajar sebentar , lalu tidur .


Keesokan harinya , Risa terbangun dari tidur nya yang nyaman , Dia menguap "Hoam".Risa bangkit dari ranjang Queen size nya dan menuju kamar mandi , berendam selama 15 menit . Keluar dari kamar mandi dan memakai seragam milik nya , menuju dapur lalu mengambil sebotol susu dari lemari es dan sereal , dia duduk di meja makan dan memakan nya sebagai sarapan , Risa terlalu malas untuk Hanya sekedar memasak . Risa mengambil tas nya lalu berjalan pergi , hari-hari nya yang membisu telah dimulai kembali .


" Semoga pagi ini berjalan mulus " Entah mengapa Risa merasakan firasat buruk


Saat dia sampai di sekolah , Risa berjalan di koridor dan mendengar suara bisik-bisik aneh para murid perempuan , firasat nya menjadi tidak baik itu sangatlah buruk .


" Wow pria itu sangat tampan , kapan kita memiliki murid setampan itu ? "


" Dia lebih tampan dari Pangeran Seika kita "


" Tidak pangeran Seika kita tetap tampan juga "


" Namun seragam dia pakai mirip dengan kita , tapi gaya nya mengapa berbeda ? "


"Itu tidak penting , dimana pria tampan itu sekarang ? "


" Entah lah dia cuma lewat di sini sebentar tadi , mengapa dia cepat sekali pergi "


Risa mempercepat langkahnya , koridor yang tadi nya ramai kini menjadi sepi lagi . Firasat nya semakin memburuk , apakah ia kembali saja ke vila dan libur hari ini .

__ADS_1


Kelas Roket berada cukup jauh dari halaman sekolah , karena kelas nya berdekatan dengan lantai dua tempat senior tahun kedua berada .


Risa menatap sekitar dan tiba-tiba menjadi bingung , mengapa sepi sekali apakah ia terlalu pagi . Namun dia melihat benda murid tadi , jadi ada di sini insting nya tiba-tiba menajam . Pandangan nya menyelidik setiap pilar dan berucap dengan dingin .


" Keluar !! " Perintah nya


Hening ......


Tidak ada yang menjawab , kesabaran Risa sangat kecil " Kubilang keluar jika tidak aku pergi ! " Risa sudah melengos pergi


Namun sebuah bayangan melintas di depan nya , begitu cepat hingga Risa sontak mundur dan hampir terjatuh , namun sebuah tangan menarik nya . Tubuh Risa kini sangat dekat dengan orang yang menarik nya, ternyata seorang laki-laki .


" Halo Nona cantik , kamu cukup tajam juga " Anak laki-laki itu dipenuhi dengan senyuman


Risa mendengus " Lepas ! "


" Kalau aku melepas nya Nona cantik akan terjatuh " Senyuman nya semakin melebar , tapi di mata Risa itu hanya seringai


Risa menggertak kan gigi nya kesal " Lepas kan aku sekarang juga , aku tidak mengenal mu jadi jangan dekat-dekat dengan ku " Risa menampar tangan laki-laki itu kasar


Wajah laki-laki itu cemberut dan mengerut kan kening nya " Aku hanya membantu mu Nona cantik " Wajah nya di penuhi dengan keluhan , dia hanya ingin membantu Risa .


Namun , Risa bergidik mengapa laki-laki gila ini bisa sampai di sini . Mengapa ia harus bertemu lagi , Risa berusaha menenangkan emosi yang berkecamuk di hati nya , wajah nya begitu tenang namun hati nya sedang bergejolak .


" Terima kasih " Risa akhir nya memilih mengalah dan diam-diam menatap sekitar nya yang sepi , dia tidak bisa berlama-lama dengan iblis sinting ini ia harus segera pergi .


" Jadi nona cantik siapa nama mu hm ? "


Wajah tampan itu mendekat ke diri nya , Laki-laki itu jauh lebih tinggi dari Risa . Terpaksa Risa mendongak saat berbicara dengan laki-laki itu .


" Tidak penting sampai jumpa ! "


Namun , tangan nya di tahan oleh laki-laki itu lagi .


" Apa lagi ? " Tanya Risa tidak sabar


Laki-laki itu tersenyum smirik dan menatap Risa lagi " Apakah Nona tidak akan mentraktir ku makan , aku baru saja membantu mu "


Risa kesal dan ingin sekali memukul kepala pria sinting ini " Untuk apa , kamu punya kaki kan . Kamu bisa pergi ke Kafetaria sendiri " Risa sudah berbicara cukup banyak hari ini .


Laki-laki itu hanya tersenyum sebagaimana tanggapan " Nona tidak ingin memberitahu nama mu , jadi sebagai ganti nya temani aku makan dan aku tidak akan menanyakan nama nona bagaimana ? " Tawar laki-laki itu


Risa melototi nya sebagai ganti nya , ah ia mengerti jadi pria yang di maksud oleh segerombolan murid perempuan itu ternyata iblis ini , sial seharus nya ia dengan cepat berbalik pergi dan kembali ke vila nya . Risa merutuki kebodohan nya itu , firasat nya selalu benar mungkin inilah firasat buruk itu .


" Terserah jadi bisakah kamu melepas kan ku sekarang !? " Pinta Risa


Laki-laki itu tersenyum dan melepaskan genggaman nya " Jadi Nona setuju , kalau begitu sampai jumpa di kafetaria siang nanti ! "


Laki-laki itu lah duluan yang pergi , setelah mencapai tujuan nya . Risa melototi laki-laki itu , kapan dia setuju dasar laki-laki sinting , mengapa ia harus bertemu dengan nya lagi . Mengapa bertemu iblis sinting ini di sini , tidak cukup kah ia bertemu dengan nya di taman mawar tempo hari .


" Benar-benar laki-laki sial , jika bisa aku ingin mencekik nya "

__ADS_1


Risa sudah berbicara cukup banyak hari ini , mengahadapi iblis sinting yang tidak malu . Membuat tenaga nya terkuras habis , tapi apakah ia harus pergi ke kafetaria nanti siang atau tidak . Lupakan ia bisa berpura-pura tidak mengingat kejadian ini lagi , suasana hati Risa menjadi lebih baik ia berjalan dengan santai menuju Kelas nya .


__ADS_2