
...Volume 1 ...
...Bab 1...
...Mimpi Buruk Theo ...
Kafetaria ,Ruang Pribadi
Para pengawal berbaju hitam bergegas menuju Kafetaria dan langsung menuju Kamar pribadi , mereka mencoba membuka pintu kunci yang tiba-tiba saja terkunci rapat .
" Mengapa tidak bisa di buka ? " Tanya Pengawal satu
" HISSS , Tuan Muda masih ada di dalam . Namun mengala tidak ada gerakan dari dalam ? " Pengawal dua memiliki banyak pemikiran
" Sebentar saya akan mencari kunci cadangan , kalian berjaga di sini ! "
Pengawal itu bergegas pergi dan berlari menuju gudang tempat penyimpanan , sisa pengawal lain nya berusaha mendobrak pintu . Namun pintu itu sama sekali tidak bergerak se-inci pun .
Bruukk bruukk
Setelah berusaha kerasa , mereka akhir nya menyerah dan lebih memilih menanti pengawal yang mengambil Kunis cadangan .
" Tuan Muda apakah anda di sana ? "
" Tuan Muda dan Nona apakah anda masih di dalam ? "
Tok tok tok
Tidak ada jawaban dari dalam kamar pribadi , para pengawal ragu-ragu apakah tuan muda mereka sadar atau tidak . Bagaimana jika dia mengalami hal yang tidak diinginkan di dalam .
" Tuan muda kalau anda di sana tolong harap di jawab ! " Teriak pengawal itu kencang
"Saya selalu merasa aneh , mengapa tiba-tiba ada alarm kebakaran yang berbunyi padahal tidak terjadi kebakaran apapun di sini " Ucap seorang pengawal bingung
" Yah saya rasa ini untuk mengalihkan perhatian kita saja , namun siapa yang akan melakukan hal itu . Bermain-main dengan nyawa banyak orang , dan bahkan saya hampir pingsan karena ketakutan "
" Lupakan itu dulu ! , Mari cari cara membuka pintu sialan " Pinta ketua dari para pengawal itu
Akhir nya pengawal kecil itu kembali dengan membawa kunci cadangan , semua orang memiliki wajah yang cerah saat ini .
" Bagus ... Bagus ... Mungkin nanti semua gaji kita akan naik ha .. ha. .. ha. .ha .. ha " Tawa ketua pengawal itu cukup keras .
Para pengawal lain nya mengangguk paham , sang ketua akhir nya membuka pintu yang sedari tadi terkunci rapat .
" Akhir nya bisa terbuka !! "
Seperti anak kecil yang sangat senang setelah di beri permen , sang ketua melompat-melompat kegirangan Seperti anak kecil .
" Ketua apakah anda baik-baik saja ? "
Orang yang di panggil ketua itu menoleh dan tersenyum lebar .
" Tentu saja mari masuk ! "
Di saat mereka masuk , ruangan yang luar biasa indah menyapu penglihatan mereka . Dekorasi di dalam ruangan amat rumit dan beberapa juga dari bahan-bahan termahal , Tuan Muda mereka sampai menghabis uang sebesar ini hanya untuk mendekorasi ruangan kecil , yah dunia orang kaya berbeda bukan .
Mereka semua akhir nya melirik ke arah meja makan , di sana hanya terdapat seorang laki-laki dengan Surai biru laut , rambut nya tersebar kemana-mana dan mata indah nya sedang tertutup rapat , dia tertidur lelap dan mengabaikan orang-orang yang telah masuk .
" Tuan muda ada di sini ? "
__ADS_1
" Lalu kemana pergi nya Nona yang makan bersama Tuan Muda ? "
Semua orang saling berpandangan dan meneguk ludah nya kasar , mereka tidak berani membuat suara besar takut membangun-kan Tuan Muda mereka. Namun Nona itu sangat berani meninggalkan Tuan Muda mereka , entah mengapa mereka merasa harga diri mereka semua terasa tercoreng di sini.
" Mari kita berdoa agar Tuan Muda tidak marah setelah dia bangun ?! "
Mereka semua harus nya menyalakan lilin untuk Nona itu .
" Mengapa Tuan Muda bisa tertidur , saya ragu bahwa dia hanya tertidur biasa "
" Kemana pergi nya Nona yang makan bersama dengan Tuan Muda ? , Pintu itu kan terkunci lalu bagaimana dia bisa pergi ? "
" Bodoh tentu saja dia bisa pergi karena dia yang mengunci pintu itu tahu "
Salah seorang pengawal mengambil sebuah benda yang mengkilap di dekat Tuan Muda nya .
" Bukan nya ini kunci nya ya ! , Seharus-nya Tuan Muda lah yang selalu menegang nya ini lihat ! "
Beberapa pengawal kembali terdiam , sang ketua akhir nya memilih untuk membangun kan Tuan Muda nya saja .
" Tuan Muda ! Tuan Muda bangun kita harus kembali , dan Nona yang makan bersama mu telah pergi "
Hwinh
"......"
Tidak ada tanda-tanda laki-laki tampan itu akan bangun , seolah dia terlelap ke dalam sebuah mimpi dan tidak Inging terbangun lagi dari kesenangan mimpi itu berikan .
...****************...
Alam mimpi Laki-laki Tampan
Sekelompok bunga-bunga cantik alias sekumpulan gadis-gadis cantik , itu bebraris rapi dan menunduk hormat pada laki-laki tampan itu .
Laki-laki ini ialah Theo orang yang mengajak Risa untuk makan bersama , Theo tengah berada di alam mimpi milik nya sendiri . Dan inilah akibat dari aroma dupa yang Risa berikan pada nya , dupa itu dapat membuat seseorang mengalami mimpi yang menyenangkan , dan juga membuat keinginan kita terwujud . Namun itu hanya akan memberi rasa senang untuk sementara waktu , di detik berikut nya itu akan memperbaiki mental yang tidak stabil .
" Aku ada dimana ? " Gumam Theo
Wajah tampan nya tidak terdapat senyum Seperti biasa nya , ekspresi nya datar dan acuh . Dia melihat sekeliling nya yang berjejer para gadis-gadis cantik .
Gadis-gadis cantik itu tiba-tiba mendekat ke arah Theo , dan mereka dengan genit menggoda nya .
" Tuan muda apakah saya cantik ? "
" Tidak saya jauh lebih cantik kan Tuan Muda , saya bisa melayani anda kapan pun dan di mana pun "
" Diam Tuan Muda akan dilayani omeh saya bukan kalian sekumpulan orang bodoh ! "
Gadis-gadis cantik itu kini berdebat untuk memperebut-kan Theo , Theo entah mengapa kesal apa yang sebenarnya terjadi di sini ? . Dia baru saja makan siang bersama Viyona kan , lalu mengapa dia bisa sampai di tempat tidak di kenal ini .
Dia kini berada di tengah hamparan taman yang indah , terdapat berbagai macam bunga dari yang biasa hingga ke yang langka . Namun dia seperti nya berada di dalam rumah kaca saat ini , lalu dia bingung dari mana datang-nya segerombolan gadis-gadis busuk ini . Mereka semua sangat berisik membuat telinga nya sakit .
" Diam ! ! " Bentak dan Teriak Theo kejam
Gadis-gadis itu akhir nya terdiam setelah di perintahkan untuk diam , Theo memandang gadis-gadis ini kesal ia sangat ingin mencekik mereka saat ini .
" Aku tanya kalian sekarang , tempat apa ini dan siapa yang membawa saya kemari ! ? " Tanya Theo berusaha menahan amarah di dalam hati nya
Semua gadis itu memiringkan kepala nya dan menatap bodoh atas ucapan Theo .
__ADS_1
" Apa yang anda maksud Tuan Muda , apakah anda akan memilih sendiri siapa yang melayani anda ? " Tanya senang dan senyum manis merekah dari bibir gadis itu
" Wow biarkan Tuan Muda yang memilih agar adil "
" Benar ! Tapi kalian jangan menangis setelah saya terpilih nanti nya "
" Siapa yang akan menangis belum tentu Tuan Muda memilih mu ! "
Theo sudah tidak tahan dengan sekelompok gadis yang berisik ini , dia tahu dirinya playboy dari dalam darah nya . Namun ada saat nya dia benci dengan sekelompok gadis kurang ajar ini .
Theo memilih untuk pergi saja dan meninggalkan sekelompok gadis gila ini , dia akan mencari jalan keluar sendirian gadis-gadis itu di tanya jalan malah membuat diri mereka menjadi bodoh .
" Ada kala nya seorang Theo harus tersesat begini , dan datang ke tempat aneh yang tidak di kenal saat aku kembali nanti , akan aku jahili Mill sampai puas " Theo tersenyum menyeramkan
Theo sudah menjauh dari segerombolan gadis-gadis itu. Sementara para gadis menjadi Jakut karena Theo pergi menghilang di depan mereka .
" Kemana Tuan Muda pergi ? "
" Wu... wu ... wu Apakah tuan muda membuang kita ? "
" Tidak Tuan Muda pasti tengah pergi sebentar , dia akan kembali lagi pada kita "
" Ayo kita cari Tuan Muda ! "
" Ya ... Ya ... Mari pergi "
Theo merasakan firasat buruk datang menghampiri nya kali ini .
" Aku merasa ada sesuatu yang buruk akan terjadi pada ku kali ini "
Theo dengan segera bergegas mencari jalan keluar dari rumah kaca , dia sudah berjalan kesana kemari tapi dia seolah berputar-putar di dalam rumah kaca ini .
" Tuan muda anda ada dimana ? "
" Berhenti bermain petak umpet dengan kami , dan pilih lah diantara kami untuk melayani mu "
" Benar Tuan Muda kamu sudah menunggu lama untuk bisa melayani mu "
Wajah Theo menjadu hitam , mengapa para gadis gila ini mengejar nya oh tidak dia harus bersembunyi.
Aroma familiar menyapu penciuman Theo , tangan nya di tarik oleh seseorang dan sosok itu itu tersenyum . Surai perak nya tergerai indah dan bergoyang di saat tertiup angin , gadis yang cantik itu menatap nya dengan senyuman manis .
" Kamu mengapa ada disini ? "
Theo bingung bagaimana bisa gadis bersurai perak ada di sini , namun wajah gadis di depan nya agak familiar ya dia ingat wajah ini milik Viyona , namun mengapa Viyona memiliki Surai perak .
" Viyona ! " Ucap Theo
Gadis itu hanya tersenyum dan menghilang di tengah hamparan bunga , Theo kaget dan berteriak .
" Viyona ! "
...****************...
Dunia Nyata
Para pengawal sangatlah khawatir dengan Tuan Muda mereka , yang terus berkeringat deras dan aneh nya Tuan Muda mereka mengucapkan nama seorang gadis berulang kali .
" Viyona ! "
__ADS_1
" Viyona tunggu jangan pergi ! "