
Chapter125.2
...Volume 1...
...Bab 2...
...Kencan Dengan Rein 4...
Viyona PoV
Setelah melewati kios minuman kami berdua beristirahat sebentar di bangku taman , siapa mengira akan seramai ini .
Aku meminum minuman ku dan memandang ke langit berwarna biru yang terlihat cerah, kupandangi Rein lagi iris biru nya sangat jernih seperti sepotong kristal mengkilap .
“ Ayo lanjut-kan ! “
Aku berdiri mengikuti Rein , saat Rein tiba-tiba berhenti aku malah menabrak punggung nya .
Rein berbalik , aku terkejut ku kira dia bakal mencium ku lagi siapa tahu dia malah mengambil tangan-ku . Kami berjalan sambil bergandengan tangan .
Aku merasa semakin panas saja di wajah-ku , apakah itu memerah ? Mungkin hanya demam saja kan ! .
Viyona tidak menyadari bahwa setiap tingkah laku nya berada di bawah pengawasan Rein .
Rein tersenyum tipis Ketika melihat tingkah malu gadis itu . Namun saying Viyona tidak menyadari nya .
“ Mari pukul tikus mati ini ! “
Aku dan Rein sekarang bermain memukuli tikus , ha ..ha.. Seperti-nya seru , Aku mengambil pemukul dan bersiap mesin itu menyala .
Aku menunggu tikus itu muncul lalu memukul-nya , kemana-pun tikus muncul aku memukuli nya .
__ADS_1
Karena terlalu asik bermain , Viyona bahkan tidak menyadari bahwa beberapa orang lewat melihat kearah Viyona .
Mereka cukup kagum dengan kemampuan Viyona , karena Gerakan tangan nya gesit dan selalu kena , cepat tapi selalu tepat sasaran .
“ Wah … Gadis cantik ! Tapi dia sudah punya pacar ! “ Seru anak laki-laki yang kebetulan lewat .
“ Seperti nya itu kakak-nya , lihat saja wajah yang dingin mereka sama !“
“ Mungkin kita punya kesempatan untuk berkenalan ! “
Pembicaraan kedua pemuda itu tentu masuk ke telinga Rein , wajah Rein menajadi lebih dingin dan suhu di sekitar nya tiba-tiba turun mencapai titik terendah .
“ Vio ! Ayo pergi ! “
“ Beres-kan ! “
Viyona tidak menyadari bahwa mata Rein sangat dingin , sebelum mereka pergi Rein seperti nya memberi sebuah kode pada seseorang yang bersembunyi di setiap sudut dan itu tanpa di sadari Viyona .
“ Lalu kita mau kemana lagi ? “
Tanya-ku , sebelum sore aku harus balik karena ada pertunjukan drama yang membosankan .
“ Rumah hantu ! “ Seru Rein .
Rein sudah memikir-kan sesuatu , apakah Viyona takut pada hantu . Rein ragu agak nya gadis ini berbeda dengan yang lain , pasti dia tidak takut kan .
__ADS_1
“ Ayo pergi ! “
Kebetulan aku sangat penasaran apakah rumah hantu semenakut-kan itu ,aku berharap alat peraga yang mereka gunakan lebih nyata jangan terlihat palsu nya nanti .
Kami berdua sudah sampai di rumah hantu , yah seperti nya ini di buka oleh senior kelas dua agak nya lumayan .
Dilihat dari dekorasi nya terlihat suram dan mencekam , ternyata bukan hanya kami saja yang pergi ke mari ternyata ada pasangan lain yang masuk .
“ Seperti nya di dalam akan jauh lebih menarik kan ? “
Rein mengangguk dengan seringai tipis “ um !“
Saat kami masuk , tiba-tiba kepulan asap berwarna hijau menyelimuti Lorong yang kami lewati .Suasana menjadi mencekam seketika , tempat ini sangat gelap dan penerangan yang minim terkadang warna kehijauan bersinar di dalam asap .
Aku melirik pasangan yang Bersama kami , gadis itu seperti nya sudah mulai ketakutan bahkan sebelum hantu muncul.
“ Ini bukan gas busuk kan ?“
Rein terkikik geli “ Ini hanya asap biasa tidak bau ! “
Suasana yang mencekam tadi sirna karena pertanyaan konyol Viyona , gadis itu agak nya mengira gas hijau itu sebagai gas bau ya .
“ Oh , ayo terus jalan ! “
Pasangan di belakang Rein dan Viyona selalu mengikuti kemana pergi nya Rein dan Viyona .
“ Mereka mengikuti terus ! “ Bisik ku sambil berkata pelan .
__ADS_1
“ Abai-kan mereka !“ Ujar Rein .