
...Volume 1...
...Bab 1...
...Gedung Terbengkalai 2...
Tengah Malam
Suara angin malam menembus ke area Kamping , beberapa remaja tengah sibuk mengemasi barang-barang mereka .
Sementara itu di tenda Clarissa/Viyona
Viyona telah berbaring cukup lama di dalam tenda , menunggu datang nya tengah malah menurut nya begitu membosankan .
Srak ....Srak ....
" Viyona apakah kamu masih tidur ? , Ayo bangun kita akan segera berangkat ! " Panggil Kaila .
Viyona mengambil jaket nya , lalu keluar dari dalam tenda .
" Ku kira kamu masih tidur Viyona ! "Seru Kaila.
Viyona menggangguk sebagai balasan , tapi dia melirik ke arah sebuah pohon besar . Viyona selalu merasa ada yang mengawasi nya , tapi itu belum tentu benar ada nya .
" Pergi ! "" Ujar Viyona
Kaila mengikut Viyona yang sangat cepat pergi ini , mereka berdua langsung ikut berkumpul ke dalam tim para remaja itu .
" Nah kita semua sudah berkumpul ! "
" Sudah " Ujar para remaja serempak.
" Kalau begitu mari tentukan kelompok , akan tidak adil kalau tidak mengambil slot kan ! " Seru nya dengan senyum ceria .
Louis sedikit kesal dengan ini , bagaimana jika ia bersama gadis merepotkan nanti nya .
" Bukan nya kita menentukan nya sendiri , lantas mengapa banyak sekali keinginan mu huh ! " Dengus Louis .
Keith mencoba meredakan Atmosfer yang turun drastis ini .
" Lanjut-kan saja , ini juga menguji keberuntungan kita kan . Louis jangan bilang keberuntungan mu sangat buruk ?" Goda Keith .
" Siapa yang bilang ! , lakukan ! " Seru Louis dengan jijik .
Keith mengangguk ke arah remaja laki-laki berambut keriting itu , Remaja berambut keriting itu menghela nafas nya lega . Dia mengeluarkan sebuah gelas yang di dalamnya berisi tongkat kayu pendek yang berisi angka yang sama .
" Nah kalian ambil tongkat kayu ini bersamaan , siapa yang angka nya sama tentu nya satu kelompok ! " Ujar remaja laki-laki itu tersenyum.
Setelah menarik slot kayu , beberapa remaja memiliki senyum kaku .
" Aku Nomor 3 ! " Seru Louis .
" Aku juga 3 ! " Ujar Keith dengan seringai.
" Nomor 1 ! " Ujar salah seorang gadis tapi dia sangat kecewa .
Beda hal nya wajah Kaila yang menjadi kaku , dia melirik ke arah slot kayu di depan nya . Dia tidak percaya akan satu kelompok dengan para anak sombong itu , apakah ini serius dia tidak mau . Jadi dia melirik ke arah Rika dan Viyona yang berada di samping nya .
__ADS_1
" Nomor berapa yang kalian dapatkan ?" Tanya Kaila kaku .
Rika hanya tersenyum standar .
" Nomor 3 ! " Seru Rika dengan suara Kecil.
Kaila memiliki raut wajah yang semakin kaku , dia tersenyum dengan sedikit aneh .
" Nah Viyona berapa ? " Tanya Kaila .
Untuk sementara waktu Viyona menatap slot itu dengan tatapan samar , dia sebenarnya nya tidak ingin satu kelompok dengan para tokoh dunia Otome Game ini , namun mengapa takdir tidak membiarkan nya mengelak .
" Tidak apa ! " Seru Viyona dengan jawaban samar .
" Nah sekarang atur kelompok kalian sesuai dengan slot tadi , hanya 3 kelompok doang ! " Seru Remaja laki-laki berambut keriting , dia sendiri adalah kelompok 2 .
Kelompok satu terdiri dari 2 orang remaja laki-laki dan 3 remaja perempuan , Sementara kelompok dua terdiri dari 4 remaja laki-laki dan Dua remaja perempuan . Dan kelompok 3 atau terkahir terdiri dari 3 remaja laki-laki dan 3 remaja perempuan .
" Hei siapa di antara kalian yang berslot nomor 3 !? " Ujar Louis kepada para gadis .
Beberapa gadis menggeleng dengan perasaan kecewa , Louis mengerutkan alis nya dan tatapan nya jatuh pada tubuh ke arah Kaila dan Viyona .
" Jangan bilang kita satu kelompok dengan gadis bodoh itu ! " Seru Louis tidak percaya.
Keith juga melirik ke arah Kaila yang wajah nya masam , dan hanya ketiga gadis ini yang tersisa . Siapa sangka dia akan satu kelompok dengan mereka , terutama Viyona tatapan nya terlalu acuh seolah dia bukan peserta dalam hal ini .
"Lalu siapa anak laki-laki terakhir ! " Seru Louis dengan tidak sabar .
" Tsk .... Aku ! " Seru Riko Dan dengan jijik.
Riko Dan mengabaikan perkataan Kaila , dan hanya melirik Viyona dengan penuh kebencian .
" Jangan bilang gadis rusuh ini juga sama !" Tanya Riko Dan saat menunjuk Viyona .
Viyona dengan acuh mengabaikan Riko Dan .
"Berangkat sekarang ! " Pinta nya .
Karena kelompok lain nya telah berangkat , jika menunggu anak-anak beruang ini berdebat sampai senja pun tidak akan selesai .
" Tunggu aku Viyona ! " Panggil Kaila .
Riko Dan yang di abaikan menjadi semakin marah dan kebencian terhadap Viyona bertambah . Tapi Riko Dan tidak sadar bahwa tatapan kebencian itu jatuh ke penglihatan Keith dan Louis , melihat Riko Dan langsung berjalan pergi . Keith dan Louis saling melirik .
" CK ...CK ..Gadis hantu itu berbakat sekali dalam mengumpulkan musuh ternyata , orang yang membenci nya bertambah juha ! " Seru Louis dengan a tawa .
" Huh .... Kau juga sama Louis , akan ada baik nya sikap sombong mu berhenti ! " Ujar Keith .
...****************...
Gedung Terbengkalai
Sekelompok remaja itu telah berada di Depan gerbang gedung , Gedung itu setinggi 4 kaki . Dari rupa nya saja sudah dapat di simpulkan bahwa gedung ini sudah di tinggalkan selama bertahun-tahun .
'' Nah mari berkumpul sebentar ! '' Pinta nya .
Setelah masing-masing kelompok berkumpul di satu tempat , anak remaja laki-laki itu langsung berkata.
__ADS_1
'' Kita hanya akan berkeliling di dalam gedung selama satu jam , siapa yang bisa bertahan paling lama adalah pemenang nya . Oh Yah , Siapa yang terakhirku kembali ke mari dan mengambil bendera kecil ini lah pemenang nya . ! ''
Semua remaja saling bertatapan dan akhir nya mengangguk , Mereka langsung memecah diri nya dan mengikuti kelompok mereka masing-masing .
Kelompok Viyona
Saat ini 3 remaja perempuan dan 3 remaja laki-laki tengah menelusuri bagian tengah gedung , tepat nya mereka langsung pergi ke lantai 2 . Lorong di gedung itu sangat gelap dan lembab , dan suara mencicit yang nolak balik membuat sedikit takut .
'' Kita sebenarnya akan kemana ! '' Seru Riko Dan dengan tidak sabar .
'' Ini adalah kali ketiga nya Kamu mengeluh , bisakah kamu diam sangat berisik ! '' Ujar Kaila ketus .
'' Kita sudah mencapai lantai 2 , jadi mari lanjutkan menuju lantai berikut nya . Kita tidak tahu dengan keadaan kelompok lain , namun di sini terasa sangat dingin '' Seru Keith .
Saat kelompok itu berhenti , tatapan Viyona selalu mengarah ke arah jendela . Iris obsidian itu menatap samar ke arah luar , bulan bersinar cukup terang dan itu mengenai wajah cantik nya .
'' Ku rasa kita tersesat ! '' Seru Viyona .
'' Apa maksud mu gadis hantu !? '' Tanya Louis yang sedari tadi cukup lama terdiam.
'' Tersesat ! Tapi bagaimana mungkin kita kan terus berjalan ke depan bukan nya berbelok arah tadi , Namun jga ada yang aneh sudah lama kita belum menemukan tangga yang mengarah ke lantai 3 bukan . Mana mungkin lift di sini berfungsi ! '' Ujar Rika .
Mendengar analisis Rika beberapa remaja itu terdiam , dan mencoba memikirkan nya bersamaan.
'' CK .... Kami terus berucap omong kosong , memang nya dari mana kami tahu hah kita tersesat . Ini kan gedung bukan labirin ! '' Ejek Riko Dan .
Viyona hanya melirik acuh Riko Dan , ia melirik ke arah jendela tempat dia bersandar dan melirik ke arah jejak yang dia tinggal kan .
''Jangan bilang kamu gadis hantu telah tahu begitu lama , dan sejak kapan kamu menggores tanda di tiang jendela itu ! '' Louis menatap Viyona seolah tidak percaya , kan sudah dia duga gadis ini bukan manusia melainkan hantu sesat.
Andai Viyona tahu apa yang ada di pikiran Louis , dia pasti akan menjawab ya memang hantu tapi hidup.
Riko Dan mendengus dan memilih untuk diam , sementara' Kaila menatap ke sekeliling lorong dengan hampa . Tapi dia tertarik dengan sebuah lilin , ya lilin alias tempat lilin itu sangat cantik .
'' Mengapa ada tempat lilin di sini , dan ukuran nya terbilang seukuran telapak tangan . Wah ukiran nya juga sangat indah ya ! '' Ujar Kaila sambil mengagumi .
'' Ku harap kau jangan menekan nya ! '' Seru Viyona .
Tuk .....
Namun terlambat , Kaila malah tanpa sengaja menekan tempat lilin itu dan benar saja lantai itu bergetar hebat .
Derit .....
'' Astaga sial sekali ! ''Seru Viyona
Krek .....
Tiba-tiba lantai yang mereka tapaki terbuka dan keenam remaja itu terjatuh ke dalam lubang .
Syut .....
''Aih Aku harus nya memegang tangan gadis biang masalah itu ! '' Seru Viyona seolah tak berdaya .
Sebelum Viyona akan terjatuh , dia langsung mencoba mengingat diri nya pada tiang di jendela . Untungnya itu cukup kuat jadi dia bergelantungan di sana .
''Aku harap mereka baik-baik saja , gedung ini benar-benar tersembunyi ya !'' Seru Viyona dengan senyum menyeringai.
__ADS_1