
...Volume 1...
...Bab 1...
...Menggoda...
Kelas Roket
Setelah Roki di bawa oleh salah satu teman sekelas ke ruang kesehatan , di dalam kelas roket suasana nya yang tadi nya mencekam , kini telah kembali seperti semula .
" Apakah tulang rusuk nya patah ? "
" Itu pasti menyakitkan "
" Tapi tendangan Dewi luar biasa , bahkan ia bisa mematahkan tulang perwakilan kelas bahasa Inggris " Fans Fanatik Risa berkata
Orang yang mendengar ungkapan anak laki-laki itu bergidik , apakah otak nya konslet setelah melihat orang lain di pukuli atau dia juga ingin di pukuli .
" Mulai hari ini Teman Sekelas Viyona adalah Dewi ku "
" Ya benar Teman Sekelas Viyona layak sebagai seorang Dewa Besar "
Louis melihat pemandangan ini mulut nya bengkok , dia pikir akan menonton lelucon yang seru . Tunggu sebentar , apakah murid baru menghafal materi itu hanya dalam beberapa detik , tidak bagaimana bisa .
" Keith apakah setiap kata yang di ucapkan murid baru lengkap tanpa ada yang tertinggal "
Keith mengangguk " Iya , semua sangat lengkap bahkan dia juga menambahkan beberapa poin pengetahuan "
Setelah mendengar perkataan Keith , Louis di tuangkan seember dingin ke kepala nya . Apakah murid baru itu memang sepintar ini tidak jenius , lalu hmp tenang kan diri nya sendiri . Hari ini hanya pelajaran pemula pasti sangat mudah , ya betul lain kali ia akan membaca dan menghafal lebih banyak lagi materi sejarah .
Keith ingin tertawa tapi dia tahan , reaksi teman masa kecil nya cukup menarik . Tapi murid baru itu tidak terduga , tendangan nya tadi mengenai titik mati lutut Riko . Apakah itu hanya kebetulan atau memang di arah kan kesana , jika lebih dekat lagi maka tulang bocah kaca mata itu mungkin tidak akan pernah bisa berdiri seumur hidup .
" Sudah lah , cepat kumpul-kan tugas itu kita bawa ke meja wali kelas ! " Ajak Keith
Louis merutuk dan malas bergerak , dia mengabaikan Keith begitu saja .
Risa yang pendengaran nya tajam menatap Keith , ah ia punya ide untuk pergi sekarang . Demi menghindari makan siang bersama laki-laki sinting , ini ialah alasan yang tepat .
" Aku ikut ! "
Keith dan Louis menatap Risa bingung , Keith tidak akan menduga teman sekelas baru nya yang acuh , akan ikut bersama nya mengantar semua tugas bahasa Inggris ini .
" Benar-kah ? " Tanya Keith mematis kan
Risa mengangguk " Aku harus tanggung jawab kan , karena telah membuat bocah kaca mata itu sakit " Ucap Risa masuk akal
Keith menatap Risa dengan curiga , dia pikir ini aneh mengapa murid baru yang acuh ini ingin ikut . Tapi setiap kalimat yang di lontarkan dari mulut murid baru ini masuk akal .
" Oke , mari pergi ! "
Risa bangun dari tempat duduk nya , dan mengambil sebagian buku dari tangan Keith .
Lalu sebuah suara manis menghampiri Keith dan Risa .
" Teman sekelas Viyona dan teman sekelas Keith bisakah aku ikut juga "
Risa memandang Kaila dengan bingung , mengapa FL ini ikut juga , Oh pasti ada beberapa event lagi di sini .
" Terserah ! " Ucap Risa
Kaila tersenyum senang dan mengambil beberapa buku dari tangan Keith dan Risa .
Mereka bertiga berjalan keluar namun ternyata disana terdapat seorang gadis yang cukup cantik ,
Riasan di wajah gadis itu tipis dan bibir pink yang memikat . Mata nya menyapu ketiga orang yang membawa buku .
" Halo saya senior kalian , saya di sini mencari seorang gadis yang di beri amplop hitam ? "
__ADS_1
Wajah acuh Risa berubah menjadi dingin , tanpa senior itu sadari Risa menatap nya dingin .
" Tolong sampaikan pada teman kalian yang mendapat amplop hitam , " Datang lah jangan kabur , jika tidak aku langsung datang mencari ke kelas mu ! "
Risa mengutuk di dalam hati nya , laki-laki sinting itu bahkan tahu bahwa dia tidak datang . Dan sekarang mengirim senior ini untuk menyampaikan ancaman nya , berani nya dia . Risa menggenggam buku di tangan nya dengan kuat .
" Saya permisi , terima kasih atas waktu nya "
Senior perempuan itu akhir nya pergi .
Namun raut wajah Risa kaku dan dingin , dia kesal dan ingin melampiaskan kekesalannya ke sesuatu .
" Teman sekelas Viyona kamu baik-baik saja ? " Tanya Kaila khawatir
Kaila dapat dengan jelas melihat perubahan wajah teman sekelas baru nya , setelah mendengar ucapan senior perempuan tadi . Seperti nya teman sekelas baru nya lah yang mendapat amplop hitam itu .
" Tidak apa-apa " Jawab Risa singkat
Sedangkan Keith menatap Risa dengan dalam , ia sempat melihat sebuah amplop hitam di tangan Teman Sekelas baru nya tadi pagi , bahkan ada mawar merah juga . Ah pantas saja tadi pagi raut wajah teman sekelas baru nya sangatlah dingin , ini toh penyebab nya .
" Ayo pergi ! " Ajak Keith
" Tunggu ! " Ucap Risa
Risa memberikan semua buku di tangan nya pada Keith .
" Aku pergi ! "
Keith dan Kaila menatap kepergian Risa dengan tatapan kosong .
" Jangan bilang teman sekelas Viyona lah yang mendapat amplop hitam itu ? " Tanya Kaila di saat menatap Keith
Keith Tersenyum dan mengangguk " tepat sekali "
Keith menatap kepergian Viyona dengan penuh senyuman , ternyata teman sekelas baru nya agak menarik .
" Ayo pergi ! "
Kafetaria lantai dua
Di lain tempat seseorang laki-laki yang sangat tampan , dipenuhi dengan senyum yang berbunga-bunga . Melihat ruangan yang di dekorasi akan segera selesai , namun kesenangan nya terganggu oleh kedatangan seorang gadis .
Gadis itu memiliki sosok yang tinggi dan kuncir rambut kuda tinggi , di wajah nya terdapat senyum yang mempesona . Dia mengangkat wajah nya dan menatap laki-laki yang teramat tampan itu , ia tidak tahu bahwa sekolah nya memiliki laki-laki setampan ini .
Laki-laki tampan itu mendengus jijik , gadis ini memiliki tatapan kotor terhadap nya . Gadis tidak tahu tempat ini harus di beri beberapa pelajaran . Wajah tampan nya menunjukkan senyum anggun yang tidak berbahaya , namun di hati nya berkata lain .
" Apakah kamu sudah melakukan tugas yang aku berikan ? "
Gadis itu mengangguk dan menatap senyuman manis dari laki-laki tampan itu , ia terpesona dengan senyuman nya yang indah itu .
Gadis itu tidak tahu bahwa dia telah terjebak ke dalam jeratan maut sang iblis .
" Sudah saya lakukan Tuan Muda " Gadis itu tersenyum memikat
Laki-laki tampan itu masih tersenyum dan memainkan bunga mawar kecil di tangan nya, tapi di hati nya ia sangat jijik .
" Bagus jadi hadiah apa yang kamu inginkan gadis manis "
Senyuman yang indah itu sekali lagi membuat perangkap .
Gadis itu menelan Saliva nya kasar , gadis itu semakin memperpendek jarak nya dengan laki-laki tampan itu .
" Bisakah aku .... " Ucapan gadis manis itu terhenti dan menatap laki-laki tampan itu dengan memohon .
Laki-laki tampan itu tersenyum smirik " Akan aku lakukan jika masih berada di dalam jangkauan ku "
Gadis itu akhir nya menunduk kan diri nya kepangkuan laki-laki tampan itu dengan berani , gadis itu bahkan berani mencoba menelanjangi diri nya sendiri . Gadis itu membuka switer nya dan menurunkan nya , lalu dia tersenyum menggoda . Mengaitkan tangan nya pada leher laki-laki tampan itu .
__ADS_1
" Bisakah aku menjadi wanita-mu , aku mengangumi mu saat pertama kali kita bertemu " Suara gadis itu begitu indah dan menggoda
Laki-laki tampan itu dapat dengan jelas mendengar suara gadis yang menggoda itu di telinga nya , akan tetapi tidak ada reaksi wajah nya teramat tenang dan hanya tersenyum tipis .
" Kamu ingin menjadi wanita-ku , alasan nya ? " Laki-laki tampan itu terkekeh dan menaruh bunga mawar di tangan nya .
Wajah gadis itu bersemu merah bahkan telinga juga , dia telah melepas switer nya dan tersisa hanya hanya kemeja putih .
" Bisakah kamu memberi ku kesempatan aku sangat mengagumi-mu "
Laki-laki tampan itu tersenyum dingin , mengambil botol anggur merah dan membuka penutup nya . Lalu mengguyur gadis di pangkuan nya hingga basah dari kepala hingga ujung kaki .
Byuur
Gadis itu sedikit kaget saat anggur merah mengguyur diri nya sendiri , kemeja putih itu menjadi tembus pandang dan nampak lah tank top hitam berenda .
" Apakah sekarang aku bisa menjadi wanita mu "
Gadis itu mencoba mencium bibir seksi laki-laki tampan itu , namun tubuh nya di pegang oleh sebuah tangan yang dingin , jadi wajah cantik gadis itu berhenti tepat sejajar dengan wajah laki-laki tampan itu .
Wajah gadis itu semakin memerah , dia pikir akan di cium oleh laki-laki tampan itu .
Wajah laki-laki tampan itu semakin dingin , di saat wanita tak tahu malu ini bahkan berani menggoda nya . Tapi cukup menarik bermain-main dengan gadis tidak tahu tempat ini sebelum mawar kecil nya datang .
Laki-laki tampan itu menunduk dan mencium leher gadis itu , namun dia berhenti hanya tinggal se-inci dari leher gadis itu .
" Busuk "
Wajah gadis itu memucat seketika , laki-laki tampan itu mendorong gadis itu hingga terjatuh di lantai .
Bruukk
Srek
Tangan gadis itu tanpa sengaja membentur meja , hingga bernoda darah .
Wajah laki-laki tampan itu semakin jelek , sudah dia basah sekarang gadis ini mencoba menghancurkan tempat pertemuan nya dengan mawar kecil nya .
" Mengapa ? , Apakah ini tidak cukup " Gadis itu entah mengapa tidak terima karena di tolak .
Dia pun merobek kemeja putih nya dan membuang nya begitu saja , lalu bangkit lagi mengabaikan siku nya yang berdarah . Sekarang tinggal tank top hitam berenda nya lah yang tersisa , kulit nya sangat lembut dan putih tidak ada bekas luka tapi sekarang ada itu terdapat pada siku nya .
Gadis itu dengan berani memeluk kaki laki-laki tampan itu , hasrat wanita itu sudah sampai pada puncak nya . Dia sungguh tergoda dengan tubuh atletis laki-laki tampan itu .
" Kumohon jadi kan aku wanita mu , akan aku lakukan apa saja untuk mu asal kan aku menjadi wanita mu "
" Baiklah ! "
Gadis itu tersenyum lega namun detik berikut nya , senyuman nya menghilang di gantikan dengan ketakutan ekstrim .
" Berikan nyawa mu dulu heh "
Tatapan lembut laki-laki tampan itu menghilang , dan iris biru laut itu hanya terdapat kekejaman semata .
Gadis itu mundur dan mencoba lari ke pintu , namun di saat dia mencapai pintu itu terkunci rapat . Wajah nya pucat dan tubuh nya gemetar hebat , tubuh nya sangat lengket dan berbau alkohol .
Namun detik berikutnya gadis itu pingsan , setelah teriakan panjang nya .
" Arg ... A... A.. "
Laki-laki tampan itu menatap gadis yang terbaring di tanah dengan jijik , dia harus mandi dan membersihkan diri nya karena kotor .
" Tidak ada yang boleh menyentuh ku selain mawar kecil ku tentu nya " Seringai iblis yang menyeramkan
" Singkirkan ! " Perintah nya pada laki-laki besar berpakaian hitam .
Laki-laki tampan itu seperti nya pergi untuk berganti pakaian dan mandi .
__ADS_1