
...Volume 1...
...Bab 1...
...Bertemu Dengan Liliana...
Pusat Perbelanjaan N
Sehabis ketiga gadis itu berkumpul , akhir nya mereka masuk ke dalam bus dan dalam perjalanan menuju pusat perbelanjaan . Di dalam bus kelihatan sangat tenang , dan tidak ada gangguan apa pun dari penumpang lain perjalanan mereka berjalan dengan mulus dan santai. Sesampai nya mereka di pusat perbelanjaan , ketiga gadis itu langsung masuk ke sana.
“ Ah … Akhir nya aku bisa berbelanja ! Tidak kita bukan hanya harus membeli gaun tapi tas , sepatu , perhiasan , kaos , wallpaper ah pokok nya hari ini adalah hari belanja gila ! “ Teriak Rika sangat riang .
“ Baiklah Nona tertua kamu bisa membeli pusat perbelanjaan ini sekalian ! “ Ujar kaila dengan nada hormat layak nya seorang maid yang melayani Tuan nya .
Melihat kedua gadis itu bercanda dengan riang dan Bahagia , sudut mulut Viyona membentuk kurva tabpa sadar .Namun entah mengapa perasaan nya tidak enak sedari tadi , mulai dari memasuki pusat perbelanjaan dia selalu merasa takut entah mengapa . Walaupun hanya naluri yang tidak beralasan , tapi intuisi dan naluri yang selalu menyelamat nya di kehidupan sebelum nya .
Melihat Viyona yang sedari tadi terdiam dan saat di panggil tidak menyahut , membua Kaila merasa aneh jadi dia memanggil Viyona sekali lagi .
“ Viyona apakah kau baik-baik saja ? Mengapa tidak menyahut saat ku panggil tadi ? “
Viyona menggeleng dengan acuh .
“ Tidak ! Mari pergi ! “
###############
Ketiga gadis itu akhir nya berjalan menuju lokasi gaun , terdapat jejeran gaun yang indah dan menarik saat mereka masuk ke bagian gaun . Berbagai gaun terpanjang dengan rapi , ada yang berada di dalam lemari kaca dan ada yang terpanjang pada boneka manekin .
Mata Rika sudah sangat luar biasa dan berkedip-kedip dengan warna tidak jelas , wajah yang tidak bisa menyembunyikan semangat luar bias aitu langsung menu ribuan gaun itu dan memilah-memilah nya .
Sementara Kaila hanya memandang Rika dengan hati yang masam , sesungguh nya dia tidak mau ikut ke pusat perbelanjaan untuk membeli gaun . Dia bisa meminjam gaun dari Rika , dan tidak perlu membeli lagi . Namun teman baik nya menarik nya ke mari , melihat harga yang tercantum di gaun membuat nya semakin syok .Tangan Kaila dengan kaku menjauh dari guan yang di pegang nya tadi , harga nya sangat mahal hingga mencapai ribuan dolar .
Hanya Viyona yang seperti orang malas yang bersandar dengan santai di sofa yang sudah di sediakan , namun mata nya menyempit dia tampak memperhatikan sebuah ruangan tidak jauh dari mereka . Karena seperti nya staf yang ada di tempat mereka saat ini semua nya telah berpindah ke ruangan sebelah . Lalu Viyona melirik kembali Kaila yang raut wajah nya tidak sedap di pandang , dan meliirk Rika yang dengan Bahagia telah memilah gaun dengan Bahagia .
Kontras kedua nya sangat besar , satu nya memiliki ekspresi bahagian dan yang lain lesu .Viyona menutup mata nya dan mencoba bersandar pada sofa putih lembut itu , tapi pandangan nya tidak pernah menjauh dari ruang sebelah . Sampai Rika dengan antusias menarik Kaila untuk memilih gaun , Rika menarik Kaila untuk menuju ruang sebelah tanpa sadar .
“ Ayo Kaila kita mencari gaunn ke ruang yang itu ! “ Seru Rika.
Kaila hanya mengangguk dan mengikuti diri nya yang di tarik oleh Rika tanpa perlawanan .
Viyona menghela nafas nya tanpa sadar , pantas perasaan nya tidak enak walau-pun tidak terlalu terasa menakutan seperti sebelum nya . Ini perasaan yang sangat menjengkelkan , Jadi dengan helaan nafas Viyona mengikuti kedua gadis itu yang sudah jauh berada di depan nya .
__ADS_1
“ Ah …. Mengapa masalah selalu mendatangi gadis ini !? “
########################
Di kamar sebelah , yang berada tidak jauh dari lokasi tempat Viyona berrsama kedua teman nya memilih gaun . Tidak staf yang melayani mereka di sana , dan Nampak nya Rika tertarik dengan ruangan lain jadi dia menarik Kaila menuju ruang sebelah .
Di ruang tersebut terdapat seorang wanita yang kiranya berusia 30 an , walaupun usia nya lumayan tetapi wanita masih sangat lah terawatt . Lihat lah wajah yang hampir tidak memiliki kerutan , seolah dia berumur 20 an . Rambut ungu yang di sanggul itu membuat wanita itu anggun , wanita itu tampak tengah melihat beberapa gaun . Namun tatapan nya teralih , karena sesosok gadis cantik memanggil nya .
“ Bibi lihat gaun putih ini apakah cocok untuk ku ? “ Tanya gadis itu dengan ceria , Senyum di wajah nya yang halus tidak bisa di sembunyikan .
Wanita memiliki senyum tipis di wajah nya dan mengangguk .
“ Penampilan mu akan semakin bersinar jika menggunakan gaun putih bersulam liliy ini , liliy putih ini sangat sesuai dengan citra mu yang murni “
“ Terima Kasih atas pujian nya BiBI ! ‘ Ujar gadis itu dengan Bahagia , namun ada senyum meyeringai yang terlintas di bibir gadis itu .
“ Apakah Nona Vont akan mencoba nya ! , Mari perlihatkan pada Nyonya Pasteur . Pasti anda sangat cantik ketika mengenakan gaun ini ! “ Ujar staf wanita itu antusias dan tak lupa sanjungan di mulut nya .
Liliana Vont memiliki senyuman semurni malaikat di wajah nya yang halus tersebut , dia mengambil gaun putih itu dan langsung masuk ke kamar ganti dan mencoba gaun putih tersebut .
Sementara itu Nyonya Pasteur , tepat nya Marissa chloud atau ibu dari Louis tentu nya . Marissa Chlousd yang kini menyanjang gelar Nyonya Pasteur itu , mwmiliki sikap anggun layak nyawanita bangsawan , dia juga cerdas , untuk mengurus keluarga besar mereka tentu nya dia harus juga pandai bersosialisasi dengan nyonya keluarga lain nya . Dan dalam hal memilih menantu juga begitu , dia sangat tegas dan tentu nya pemilih . Dalam pandangan Nyonya Marissa sebelum nya , tidak ada yang pantas menjadi menantu bahkan Tunangan Putra nya saat ini .
Setelah beberapa lama akhir nya Liliana keluar dengan gaun putih yang dia sudah pilih tadi , rok putih itu menjuntai di tubuh nya dengan taburan kerrlap-kerlip yang berkilau . Yang menarik di sini gaun tersebut di sulam dengan pola bunga lily putih yang cantik dan juga elegan , gaun itu Nampak mempesona saat Liliana memakai nya .
Bahkan Nyonya Marissa yang memiliki selera tinggi takjub dengan Liliana , dia tidak menduga calom menantu nya sangat cantik . Dia akhir nya memikirkan bocah sial di rumah nya , ck …. Bocah busuk itu beruntung sekali mendapat kan istri seindah malaikat ini .
“ Apakah gaun ini sangat cocok untuk ku Bibi ? “ Tanya Liliana dnegan gugup , walaupun wajah nya Nampak tenang namun di dalam hati nya dia sudah sangat takut .
Nyonya Marissa mengangguk dengan samar , lalu menatap kea rah staf wanita itu . Staf wanita mengerti kode dari Nyonya Marissa jadi dia langsung mengajak Liliana untuk menggganti gaun nya kembali , tapi sebelum itu Staf wanita tersebut meminta Liliana untuk mencocok-kan perhiasan yang tepat untuk Lliana .
“ Mari ikut saya Nona ! , Saya akan menunjukkan perhiasan yang cocok untuk anda ! “ Ujar Staf wanita tersebut dengan senyum professional nya .
Namun suara yang bising membuat wajah staf wanita itu kaku .
##########################
Di lain sisi
Seorang wanita dengan pakaian pegawai Nampak angkuh dan berbicara dengan sombong nya , Dia melirik kedua gadis di sisi berlawanan dengan tatapan jijik dan juga merendahkan .
“ Kalian berdua untuk apa kalian menuju ruangan khusus ini tanpa izin , hanya orang-orang kelas atas yang di izinkan masuk kemari ! “
__ADS_1
Wajah kedua gadis itu menjadi kaku dan salah satu di antara mereka menunduk kan kepala nya dengan malu .
“ Tidak ada papan yang terpampang bilang ‘ kita tidak boleh masuk kemari ‘ . Dan kamu hanya pegawai di sini dan untuk apa menghenti kan pembeli baik seperti kami , otak mu seperti nya bermasalah ya ! “Ujar gadis itu dengan nada tajam .
“ Sudah lah Rika ! , Ayo kita kembali saja buat apa berdiam di sini terus ! “Bisik nya pelan .
Kedua gadis ini ialah Kaila dan Rika , mereka berdua baru saja mencoba masuk ke ruang sebelah tersebut namun mereka tiba-tiba di hentikan oleh staf wanita di depan mereka ini .
“ Kalian tamu … Puft lelucon terburuk tahun ini ! . Heh …. Di lihat dari sikap mu seperti nya kamu putri orang kaya baru , namun itu lebih baik dari pada teman mu seperti nya dari kalangan biasa heh lihat saja baju kasar yang dia pakai ck …. Jelas orang miskin . “ Ejek staf wanita itu dengan sinis nya
“ Kamu sungguh keterlaluan ! , Tidak mengapa mengejek ku tapi buat apa mengejek teman ku ! “ Rika mulai kehilangan kesabaran nya dan dia hendak memukul si staf wanita , namun dihentikan tepat waktu oleh Kaila.
“ Jangan bertindak gegabah Rika ! Kita ada di tempat umum saat ini kau tahu “
Akhir nya Rika meredakan amarah nya , namun dia enatap tajam kea rah staf wanita tadi .
“ Vivi ada apa ini ? Mengapa berisik sekali , apakah kamu membuat masalah lagi hah ! “
Suara yang sedikit marah bercampur kesal segera berdering , Staf wanita yang di panggil Vivi seketika menegang dan akhir nya berbalik .
“ Senior ini bukan seperti yang anda lihat , namun kedua gadis ini memaksa masuk kemari . Jadi saya hanya mencoba menghentikan mereka untuk masuk , tapi mereka memasak untuk masuk ! “ Ujar Staf waita bernama Vivi dengan licik .
Wajah Kaila dan Rika seketika menjadi muram , staf wanita ini sangat licik dia membalik kan hitam menjadi putih begitu saja .
“ Heh …. Apa kau bilang sejak kapan kami memaksa masuk kan kamu yang terlebih dahulu menghina kami dan melarang kami untuk masuk ! “ Ujar Rika dengan nada mencemooh .
Staf wanita lain nya itu menatap Vivi dengan tajam namun dia tetap mempertahan kan senyum professional nya .
“ Kedua nona ini ruangan ini tidak sembarang orang yang bisa memasuki nya ,, hanya orang yang memiliki kartu keanggotaan khusus yang bisa masuk kemari ! “
“ Sudah ku bilang bukan ! Gadis miskin seperti kalian tidak bisa masuk ! “
Sebagian amarah Rika mulai mereda , akan tetapi saat mendengar ucapan staf wanita bernama Vivi ia mulai marah lagi .
“ Bisakah kamu tidak merendahkan teman ku lagi ! , Lihat mulut teman mu itu sangat beracun bagaimana kami tidak marah . Dia terus merendah-kan teman ku sedari tadi , bagaimana tidak kesal . Seperti nya kedisiplinan took mu di pertanyakan di sini ya , jika teman mu mmeberitahu kami sedari tadi bahwa hanya yang memiliki keanggotaan khusus yang bisa masuk tentu kami akan langsung pergi tapi dia terus merendahkan teman ku ! “
“ Memang kamu punya bukti , dan apakah kamu akan memiliki kartu keanggotaan khusus hah ! “ Ujar Vivi mengejek .
Tiba -tiba sebuah suara malas dan dingin seperti lonceng perak yang memabukan terdengar di ruangan tersebut .
“ Tentu nya ada ! “
__ADS_1