
Chapter126.2
...Volume 1...
...Bab 2...
...Rumah Cinta ...
****
Setelah itu perjalanan kami menjadi sangat membosan-kan , beberapa hantu tiba-tiba muncul tetapi di pukuli oleh Rein .
Uh tuan hantu seperti nya harus di rawat di rumah sakit , namun akku masih mendengar teriakan gadis tadi Bersama dengan pacar nya di belakang .
Apalagi saat vampire china muncul , Rein menempelkan jimat ke dahi vampire itu dan mendorong nya masuk ke peti mati nya lagi .
Sungguh aku mengambil gambar saat ekspresi vampire itu membeku sungguh lucu.
Nah , akhir nya kami sampai di ujung ruamh hantu dan keluar . Kakak senior itu seperti mertua nyebelin yang mengusir orang dari rumah , dia buru-buru meminta kami untuk pergi secepat nya .
Aduh aku bahkan belum sempat mengambil hadiah nya , karena selama di dalam kami terus memukuli orang dan bahkan lupa mengumpulkan kunci .
“ Sekarang kemana lagi ? “ Aku meminum minuman ku , karena sangat haus .
“ Kesana !“Tunjuk Rein .
__ADS_1
Aku melihat ke depan , ternyata kali ini kami masuk ke rumah cinta ya . Warna pink dan di denuhi balon berbentuk hati , seperti nya tempat untuk menguji perasaan dan kepekaan terhadap pasangan dan kolaborasi mereka apakah mereka sudah sangat mengenal kebiasaan dan kesukaan pacar mereka .
Aku baru ingat , aku dan Rein bukan pacar bahkan kesukaan nya aku tidak tahu di game tidak tertera jelas .
Saat masuk ke sana kami di sambut hangat oleh seorang kakak cantik , kakak cantik memperkenal-kan aturan main nya pada kami .
Aku dan Rein harus berpegangn tangan dan tidak boleh melepas pegangan tangan kami saat melewati tantangan .
Nah tantangan pertama adalah makan ramen , uh kelihatan nya mudah .Ada dua mangkuk ramen di depan kami , aturan nya kami harus saling menyuapi dan tangan yang berpegangan tidak boleh terlepas jika tidak kami di anggap gagal .
“ Oke bersiap …. Mulai ! “
Aku memegang sumpit dengan tangan kiri ku , aku tentu bisa menggunakan kedua tangan ku ya tapi aku bukan kidal .
" Waktu nya habis, Pemain yang ramen nya tidak habis di anggap kalah "
Aku cukup puas dengan game pertama karena membuat orang kenyang , Yah aku menanti-kan game kedua nya .
" Cukup menyenangkan "
Rein mengangguk dengan senyum tipis .
" Oke kita masuk ke game kedua ,nah kali ini pemain harus mencari balon yang memiliki nomor yang sama lalu meledakkan nya tapi tidak boleh pakai tangan ya . Kalau begitu mari kita mulai tiga ....dua ...satu .... Mulai !!!!"
Yah game kedua ternyata cukup mudah hanya perlu mencari Balon di , Ugh Balon nya banyak sekali ya dan nomor yang kami dapat adalah 7 .
__ADS_1
" Jangan terlalu jauh " Ujar Rein yang semakin mengeratkan pegangan tangan nya .
" Gimana mau jauh kan kita pegangan tangan dari tadi "Kekeh ku dengan ekspresi geli .
Kami berusaha mencari balon dengan nomor 7 , setelah lama mencari akhir nya kami menemukan nya Balon berwarna putih dengan angka 7 .
" Jadi kita meletusnya menggunakan apa ?" Tanya ku sembari memutar-mutar balon tersebut.
" Dahi " Ujar Rein lalu mengambil balon tersebut dari tangan Viyona
" Apa ?"
Balon itu sudah di letakkan di antara dahi kami berdua , tapi aku kaget karena Rein tiba-tiba menekan balon itu hingga pecah .Karena terlalu kaget aku malah tersungkur ke depan .
Bump ....
Rein menahan tubuh ku tapi apa -apaan bibir kami malah saling bersentuhan.Karena syok aku langsung mundur dan hampir melepaskan genggaman tangan kami .
Sebelum aku sempat menjauh Rein menarik ku ke dalam pelukannya dan dia berbisik di telinga ku .
" Apakah kamu malu ?"
Wajah ku menjadi memanas seketika,kapan gunung es ribuan Mil ini menjadi penggoda ulung pasti di bajingan Theo yang mengajar kan nya .
Theo tidak tahu bahwa dia sudah di cap bajingan oleh Viyona .
__ADS_1