
...Volume 1...
...Bab 1...
...Hadiah Terima Kasih...
Kelas Kunci
Di ruang bawah tepat nya di meja makan , kedua orang laki-laki yang satu nya dengan wajah cantik seperti elf , dan lain nya dengan wajah datar dan dingin tanpa senyum sedang makan dengan lahap .
Di meja makan hanya tersisa Rein dan Mill , Theo entah sudah pergi kemana mereka berdua tidak tahu . Mill dan Rein mengirim sebuah pesan teks pada Theo agar tidak mengacau di sini juga . Theo lah yang sering membuat ulah di ibukota dan paling banyak menyebabkan masalah bagi mereka berdua , padahal Theo yang paling tertua dan dia juga lah yang paling kekanak-kanakan .
Mereka bertiga di lempar ke Vila ini karena urusan Theo , Seperti nya para tetua itu mencari kesempatan ini untuk waktu yang lama . Si pengacau Theo tidak merasa bersalah sama sekali , jika hukuman mereka bertambah jangan harap membiar-kan si pengacau Theo pergi .
Rein masih sibuk memotong steak sapi milik nya , makanan nya belum habis . Tetapi kemungkinan Theo makan hanya sedikit dan berlari langsung keluar . Rein mengambil gelas anggur merah dan mengaduk-aduk nya begitu saja .
" Kemana pergi nya pengacau itu ? " Ucap Mill penuh tanda tanya besar
" Siapa yang tahu " Jawab Rein singkat
Percakapan di antara kedua orang ini sangat membosankan untuk di dengar , Rein dengan muka poker yang berbicara irit banget .
" Semoga Si pengacau kita Theo tidak membuat masalah di luar untuk kita hanya sekali saja kalau bisa " Mill dengan wajah kusam di-sertai wajah cantik nya yang muram memandang Rein.
" Hm dia mungkin bermain " Rein mengucapkan setiap kata dengan tidak peduli dan tidak mau tahu urusan Theo .
Mulut Mill berkedut " Jangan bilang dia bermain dengan murid baru itu hiss Theo bajingan sinting ini " Mill memijit -mijit pelipis nya yang tidak sakit .
" Mungkin " Balas Rein tenang
" Aku ingin menyeret Bajingan ini kembali dan mengunci nya di lab milikku " Mill membuat wajah yang menyeramkan di wajah yang seindah Elf itu .
" Silahkan !! " Rein makan dengan lahap tanpa peduli dengan Mill yang dipenuhi kebencian di lagi hari .
Asrama Murid Perempuan
Kamar Kaila dan Rika
Pagi menyingsing dan seorang gadis manis dengan surai pink baru saja membuka mata nya , dia terbangun dari tidur lelap nya dan menguap pelan "Hoam". Dia turun dari ranjang nya dan membuka gorden lalu membuka jendela , sinar matahari masuk ke kamar nya . Ia lalu masuk ke kamar mandi dan menggosok gigi nya , setelah itu ia keluar lagi dan memanggil gadis yang masih terlelap di kasur milik nya .
" Hei bangun pemalas ini sudah pagi , apakah kamu tidak ingin pergi sekolah !!! " Ia menyingkap selimut yang menutupi gadis itu .
" Lima menit lagi Kaila , aku masih mengantuk " Ucap nya pelan dan menutup mata nya lagi .
" Rika pemalas ayo cepat , jika tidak kamu akan kehilangan idola mu nanti nya dia sudah ada di depan pintu kamar mu , kalau tidak bangun dia pergi lho "Kaila tertawa kecil .
Dan secara ajaib , Rika langsung terbangun dan berlari menuju pintu . Namun di saat di buka tidak ada orang kosong , mulut nya berkedut .
" Kaila kamu pembohong " Teriak Rika
Saat Rika berbalik dan masuk ke kamar , Kaila sudah tidak berada di sana lagi .
__ADS_1
" Kemana pergi nya Kaila ,. Mungkin dia sedang mandi , awas saja aku akan membalasnya nanti " Rika mendengus dan menggembung kan pipi nya gemas .
Kaila baru saja mandi dan keluar dengan handuk di kepala nya , dia menuju meja rias dan mengambil hire drayer ( pengering rambut ) menyala-kan nya dan mengering kan rambut nya yang basah . Kaila menatap cermin di depan nya , dan pantulan wajah menggemaskan Rika terpampang jelas di sana .
Jika terkekeh " Kamu masih marah dengan yang barusan ? "
Kaila mengambil salep pemberian Viyona dan mengoles kan nya ke wajah nya , efek salep Viyona sungguh mengagumkan hanya dalam semalam bengkak di wajah nya berkurang , dan ruam merah-nya pun pudar hanya samar-samar terlihat merah jika tidak melihat nya dari dekat .
Kaila mengambil seragam dan memakai nya , ia memandang sahabat nya yang kesal itu lagi .
" Oke ... Baiklah berhenti marah ya aku juga minta maaf seharus nya tidak membohongi mu " Kaila membuat wajah yang bersalah dan sedih .
Mulut Rika bergerak-gerak , ia tidak bisa menahan diri untuk tidak memaafkan Kaila setelah melihat mimik wajah Kaila yang seperti ini , ia menghela nafas dan mengangguk pada akhir nya .
" Baik lah aku memaafkan mu Kali ini , namun lain kali jangan berbuat lagi ya !" Peringat Rika tegas
Kaila tersenyum manis dan mengangguk " Tentu saja , cepat mandi dan kita akan berangkat !"
Rika masuk ke kamar mandi dan Kaila mengambil sebuah kotak cantik , kotak berwarna hitam abu-abu dan dengan pola mawar kecil di pita nya , di dalam nya terdapat berbagai macam coklat berkarakter . Kaila membuat ini malam tadi hingga bergadang , Kaila tersenyum dan memasukkan kotak seukuran telapak tangan itu ke ransel milik nya .
" Aku akan memberikan Viyona nanti , sebagai rasa terimakasih ku setelah menyelamatkan ku "
Rika akhir nya selesai mandi dan berpakaian , dia dan Kaila keluar dari asrama dan langsung menuju ke kelas mereka Kelas Roket .
Di sepanjang jalan Kaila dan Rika dapat mendengar bisikan-bisikan murid perempuan yang berlalu lalang , walaupun ini masih pagi tapi ada beberapa murid perempuan dari kelas lain yang sudah datang .
" Hari ini aku bertemu dengan laki-laki yang sangat tampan "
" Dia hanya lewat sebentar dan pergi , tentu saja kamu tidak melihat nya " Ucap nya sombong
" Terserah lah , mungkin kamu ngaco ! "
" Aku tidak ngaco , dia benar-benar ada . Laki-laki tinggi semampai dengan Surai biru laut yang panjang dan diikat , iris biru laut nya yang menawan dan menggoda . Dia layak nya pangeran dari negeri dongeng "
" Berhenti mengkhanyal dan pergi cepat ! " Ucap teman nya jijik
Kaila dan Rika saling memandang dan tersenyum penuh tawa .
" Ah siapa sangka kita mendengar gosip aneh lagi " Canda Rika
" Ini masih pagi ayo bergegas jika tidak kita akan di penuhi dengan gosip " Tawa Kaila dan senyum nya yang merekah
" Baiklah ayo pergi ! "Ajak Rika
Di sepanjang koridor kelas saat mereka bertemu dengan murid perempuan lain , mereka membicarakan laki-laki yang sama terus menerus .
" Yah kita bertemu gosip ini lagi " Desah Rika pasrah
" Memang benar dengarkan dan jangan pedulikan " Balas Kaila
Akhir nya Kaila dan Rika sampai di kelas roket , Mereka berdua menatap ke pintu yang terbuka lebar dan masuk begitu saja . Kaila melihat orang di kenal nya dan juga melihat beberapa orang lain di dalam .
__ADS_1
" Selamat Pagi semua " Sapa Kaila riang
" Pagi semua " Ucap Rika
Keith menatap Kaila dan Rika lalu tersenyum " Pagi gadis-gadis manis "
Louis akhir nya tersadar dari imajinasi nya aneh nya itu , dan menatap orang di benci nya itu tapi ia tetap menyapa dengan sopan " Pagi " .
Hanya Viyona yang tidak membalas sapaan kedua gadis itu , aura di sekitar nya sangatlah menyeramkan dan dingin . Wajah Viyona yang datar setiap hari nya kini menjadi lebih muram , datar , dan dingin dari pada biasanya . Dan di dekat nya memberi orang lain peringatan .
" Jangan menganggu ku "
Keith memperhatikan sesuatu yang salah dari Kaila " Mengapa pipi mu seperti nya agak bengkak Kaila ? "
Sontak Kaila memegang pipi nya yang memerah dan merendahkan panda Ngan nya . "Ini aku habis terpeleset di kamar mandi "Ucap Kaila tergagap .
Kebohongan Kaila langsung di deteksi oleh Keith , Keith Hany tersenyum tipis dan mengangguk " Jadi begitu , Apakah sekarang sudah agak baikan ? " Tanya Keith lagi
Kaila mengangguk dan menarik tas nya di meja , tumben sekali anak sombong itu mengacau kan nya biasanya dia sangat berisik . Dan saat Kaila bertemu dengan tatapan Louis , ia di tatap dingin dan tajam oleh Louis .
Louis mendengus " Hmp "Dan berbalik
Mulut Kaila bergerak-gerak mengapa anak sombong ini aneh sekali hari ini , siapa yang peduli tentang dia .
Kaila mengambil kotak itu dari dalam tas nya , lalu ia memberanikan diri untuk menyerahkan nya ke Viyona .
" Teman sekelas Viyona ini ! " Kaila menyodor kan kotak itu ke depan Viyona .
Mood Risa saat ini sangat buruk , dan bertambah buruk saat ia melihat pola mawar di kotak hitam abu-abu , tiga garis hitam muncul di kening nya.
" Apa ini ? " Tanya Risa
Risa ingin langsung melempar nya , akan tetapi melihat tatapan penuh harap Kaila ia mengurungkan niat nya .
" Ini adalah hadiah Terima kasih " Pipi Kaila agak memerah dan ia menunduk .
" Hadiah Terima Kasih untuk apa ? " Tanya Risa bingung , Seperti nya Risa melupakan insiden kemarin .
" Terima kasih karena membantu ku kemarin , aku membuat beberapa coklat tadi jadi semoga kamu menyukai nya
" Kaila langsung pergi begitu saja
Risa bingung dan mengambil kotak seukuran tangan itu , dia masih kesal saat melihat pola mawar itu . Namun jika ia membuangnya tiba-tiba gadis itu pasti sedih , jadi dia memutuskan membuka kotak itu dan nampak lah berbagai coklat dengan karakter , ada kelinci , beruang , bentuk hati , makanan ,dan yang paling membuat Risa kesal ialah coklat berbentuk mawar itu . Dan ada pesan yang di tulis di balik penutup kotak itu .
" Apakah kamu menyukai nya , jika kamu suka terima kasih . Aku sengaja membuat coklat dengan bentuk bunga mawar , karena ku pikir bunga mawar sangat cocok dengan mu , smile "
Risa tersenyum tipis dan akhir nya melupakan kejadian dengan laki-laki sinting itu , ia mengambil salah satu coklat dan memakan nya .
" HM rasa nya tidak terlalu manis dan cukup enak , dia hebat juga Hup aku hampir lupa dia kan FL di Otome Game Fortune Lover ini "Batin nya
Risa dengan senang hati memakan Cokelat itu , tapi ia menyimpan nya untuk dimakan nanti . Sedang kan Kaila sangat senang karena cokelat nya dimakan oleh Risa .
__ADS_1