
...Volume 1...
...Bab 1...
...Kartu Keanggotaan Milikku Yang Terbaik...
“ Memang kamu punya bukti , dan apakah kamu akan memiliki kartu keanggotaan khusus hah ! “ Ujar Vivi mengejek .
Tiba -tiba sebuah suara malas dan dingin seperti lonceng perak yang memabukan terdengar di ruangan tersebut .
“ Tentu nya ada ! “
@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@
Viyona tetap diam untuk sementara waktu , dia sudah merasa perasaan tidak enak datang dan benar saja di mana pun Protogonist perrgi pasti selalu ada yang nama nya masalah . Tapi dia rasa ini cukup bagus , untuk mengisi dunia abu-abu nya dengan penuh warna .
“ Viyona mengapa kamu kemari juga ? “ Kaila bertanya dengan bingung .
“ Kalian lama ! “ Seru Viyona malas .
“ Untung nya kamu di sini Viyona , Huh … Aku sudah sangat kesal dengan staf wanita mulut beracun ini ! “ Dengus Rika kesal .
Wajah Vivi terasa kaku , dan alis nya mengerut kesal . Dari sejak melihat kedatangan gadis aneh di depan nya sudah membuat nya kesal , gadis ini seperti nya bukan dari N city baru pertama kali dia melihat gadis dengan surai yang begitu gelap dan terlebih dia merasa melihat iris kelam gadis itu seolah memiliki gemerlapan bintang , Apakah dia sedang berkalusinasi . Yang membuat nya lebih iri lagi , mengapa gadis sial seperti ini di karuniai wajah yang begitu mempesona kata cantik sudah tidak bisa menggambarkan gadis di depan nya ini , walaupun menggunakan pakaian santai tetapi tidak menutup kecantikan dan aura bangsawan . Gadis di depan nya seribu kali lebih indan dan cantik dari gadis di dalam ruangan tadi , yah dia cemburu dna ingin merusak wajah yang begitu cantik itu sekarang juga .
Viyona merasa ada seorang yang tengah menatap nya dengan mata panas , iris obsidian itu akhir nya pandangan nya tertuju pada VivI yang raut wajah terdistorsi dan kecemburuan gila tidak bisa di sembunyikan di wajah nya . Viyona dengan acuh mengabaikan keberadaan Vivi dan dia melirik kea rah staf wanita yang ada di dekat Vivi .
Vivi yang di abaikan kesal sekaligus marah , dia ingin segera merobek wajah gadis di depan nya dan menginjak-nginjak nya di kaki nya .
“ Sekarang menyingkir ! “ Seru Viyona dengan dingin.
Vivi tersentak dan seketika menyingkir di hadapan Viyona , Rika menyeringai senang dan menatap Vivi dengan tatapan provokatif . Kaila hanya menghela nafas dan mengikuti Rika di belakang nya , Staf wanita itu hanya tersenyum acuh dan menghentikan langkah Viyona . Dia akhir nya berkata dengan nada muram .
“ Mohon maaf Nona , bisakah anda menunjukkan kartu keanggotaan khusus anda kepada saya ! “ Ujar Staf wanita itu dengan nada acuh .
Viyona melirik staf wanita itu dengan dingin , tapi dia tiba-tiba melempar sebuah kartu keemas an ke staf wanita tersebut .
Staf wanita itu reflek menangkap kartu yang di lempar begitu saja oleh Viyona , Staf wanita itu masih mempertahankan senyum nya dan mencoba memeriksa Kartu trsebut .
“ Kartu itu pasti palsu , bagaimana mungkin anak miskin seperti mereka memiliki nya ! “ Ujar Vivi dengan tidak percaya .
Sudut alis Viyona terangkat dan dia meneyringai , ketika iris obsidian gelap itu terpantul jelas di benak Vivi , Dia seolah terhipnotis dan mundur beberapa langkah . Tubuh nya mengigil dan ketingat berucuran deras di wajah nya , dia sangat ketakutan hingga berteriak histeris .
“ ah …… HAH ….. Pergi ! Menajauh dariku ! Kau iblis jelek ! “ Teriak Vivi gemetar .
Teriakan Vivi sangat kencang hingga membuat oranng yang ada di ruangan tersebut keluar , Staf wanita itu dengan cepat mencoba menenang-kan .
“ Vivi ada dengan mu hei ! , Tenang la hoke ! “
Vivi gemetar di pelukan staf wanita tersebut , dia tidak berani melirik kea rah Viyona . Dia merasa seolalh di tatapan dingin yang menusuk dan itu bukan milik manusia , itu terlalu dingin dan sanngat mengerikan .
“ Ada apa ini ! Mengapa berisik sekali huh ! “ sebuah suara yang terdengar jengkel akhir nya mengalih kan perhatian semua orang .
Staf wanita itu buru-buru membantu Vivi berdiri dan menyapa seorang wanita yang Nampak keluar dari ruangan khusus tersebut .
“ Maaf atas kelalaian saya Nyonya Marissa , moon maaf apabila telah menganggu waktu berharga anda . Vivi cepat minta maaf ! “
Vivi dengan wajah ketakutan langsung menunduk hormat dan tanpa memperdulikan tampilan memalukan nya .
“ Bibi biarka saja mereka berdua , Seperti nya mereka tidak sengaja lagi pula pelayanan mereka sangat bagus kepada kita ! “ Sebuah suara halus dan anggun menyapu pendengaran semua orang .
“ Mengapa kamu disini Liliana Vont ! “ Seru Rika kaget .
__ADS_1
Liliana melirik kea rah Rika dengan senyum tipis , wajah yang bagaikan malaikat itu hanya memiliki senyuman manis .
Namun Nyonya Marissa yang mood nya buruk tidak membiarkan nya begitu saja .
“ Jelaskan mengapa pegawai sebelah mu berteriak ! , Kau tahu itu sangat berisik ! “
Melihat kesempatan membalik kan keadaan datang , Vivi langsung menagis dan memohon kepada Nyonya Marissa .
“ Nyonya saya mohon maaf karena menganggu waktu anda , tetapi ketiga gadis ini mencoba menerobos masuk dan bahkan mereka meberikan kartu keanggotaan palsu untuk menipu ! “ Ujar Vivi dengan suara serak .
“ Apa kata mu kami memaksa masuk ! , Heh .. bukan nya kau yang duluan menghina kami dan merendahkan martabat teman ku . Dan kamu bilang kartu itu palsu apakah kamu memiliki bukti untuk memfitnah kami hah … ! “ Rika mulai kehilangan kesabaran lagi dan berteriak dengan ganas .
Kaila menarik Rika agar menjauh dari Vivi , dia sudah merasa tidak nyaman saat di tatap oleh tatapan merendahkan seolah menusuk dari wanita bangsawan di depan nya . Dia merasa tidak nyaman dan ingin segera pergi saja dari sini .
“ Rika lebih baik kita pergi saja ! Aku merasa tidak nyaman berada di sini ! “ Ujar Kaila .
“ Tidak mungkin ! , Aku harus menyelesaikan wanita busuk ini dulu ! “
VIyona sedari tadi diam akhir nya angkat bicara , dia akhir nya menoleh dan melihat kea rah Vivi . Tidak ada ekspresi khusus di wajah nya , hanya ada wajah tanpa ekspresi . Viyona berkata dengan mencibir .
“ Pasal 45 ayat ( 3 ) “ Menyatakan bahwa : Setiap orang yang sengaja atau tanpa sengaja mendistribusikan hak /Mentransimisikan / atau membuat dapat di akses nya informasi elektronik dan /atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan /atau pencemaran nama baik . Kira-kira hukuman yang akan di dapat kana tau akan di jerat sanksi pidana penjara maksimum 6 tahun dan /atau denda maksimum 1 miliar dollar ! “ Viyona memiliki senyuman yang langka yang jarang terlihat .
Vivi terkejut dengan ucapan Viyona , dan dia memlototi Viyona dengan ganas .
“ Kapan aku memfitnah mu ! , Itu kalian yang memfitnah aku duluan heh memang kalian punya bukti nya hm ! “ Ujar Vivi sinis .
Namun seketika harapan Vivi sirna seketika , Viyona memutar sebuah audio yang kedengaran nya tidak asing . Vivi menatap Viyona dengan tidak percaya , dia berlari menuju Viyona hendak mengambil ponsel Viyona dan mengahncur kan nya .
“ ****** sialan …. Kemarikan ponsel itu akan aku hancur kan ! “
Syut …..
Brykkk ……
Baru kali ini mereka berdua Viyona yang seperti ini , wajah yang acuh dan tanpa belas kasihan terasa asing bagi mereka berdua .
“ Viyona kau baik-baik saja ! “ Ujar Kaila
Saat Viyona berbalik , Nyonya MARISSA sangat terkejut atau bahkan syok di tempat nya . Tangan nya dengan gemetar menunjuk kea rah Viyona dan berkata .
“ Nona Maria ….. ! “
Sontak semua orang mengalihkan perhatian nya menuju Nyonya Marssa yang Nampak-nya tenggelam ke dalam ingatan masa lalu nya .
“ Maria ? , Sayang sekali bukan ! “ Ujar Viyna dengan dingin .
Trang……
Sebuah hantaman besar membuat Nyonya Marissa akhir nya terbangun dari ingatan dalam nya , dia melirik Vivi dengan dingin secara tiba-tiba .
“ Moral pegawai kalian rendah rupanya , sangat lancing dan tidak sopan bagaimana menejer kalian bisa mempekerjakan pegawai yang tidak becus seperti ini . Panggil Manajer kalian kemari ! “ Ujar Nyonya Marissa yang bagaikan titah Kaisar yang tidak bisa di abaikan .
Vivi terkejut denga perubahan mendadak ini , dia langsung memeluk kaki Nyonya Marissa dan menangis memohon ampun .
“ Nyonya saya salah , saya mohon jangan panggil manajer saya . Saya tidak mau di pecat tolong Nyonya hanya ini sumber penghasilan saya ! “
Seorang pria paruh baya dengan cepat menuju ke hadapan Nyonya Marissa , wajah pria paruh baruh baya sangat bau . Dan dia mau tidak mau menuju ke tempat Nyonya Marissa berada , dia berusaha untuk tetap tenang namun dia menatap tajam Vivi dan staf wanita di dekat nya .
“ Nyonya Pasteur apakah ada yang bisa saya bantu untuk anda ? “
Nyonya Marissa melirik staf wanita tadi , staf wanita itu langsung menunjukkan kartu emas yang di pegang nya .
__ADS_1
“ Manajer tolong periksa keaslian kartu ini untuk mengecek apakah palsu atau bukan !? “ Ujar si staf wanita hormat .
Manajer itu dengan tidak sabar mengambil kartu di tangan staf wanita , dan memperhatikan dengan seksama kartu emas tersebut . Namun setelah beberapa saat raut wajah Manajer itu berubah , tangan nya gemetar saat memegang kartu emas tersebut .
“ Simbol ini … Tidak bagaimana bisa jangan bilang ! “ Suara manajer itu sangat kecil , karena dia menunduk tidak ada yang memperhatikan kelainan nya bahkan Nyonya Marissa tak terkecuali .
Manajer itu akhir nya terpaku pada sosok Viyona , wajah nya membeku saat iris gelap itu memandang nya badan nya juga gemetar .
Dari pada itu di sisi lain , Vivi sangat bersemangat dia berpikir kartu itu palsu jadi dia dengan terang-terangan berkata .
“ Kartu itu jelas palsu lihat saja penipu sampah , Heh ….. Anak miskin yang hina ! “
Plakkk ……
Sebuah tamparan keras dengan cepat menyapu wajah Vivi , karena Vivi tidak sempat bereaksi dia akhir nya terjatuh tersungkur begitu saja . Vivi menatap manajer di depan nya dengan tatapan terkejut dan penuh ketidakpercayaan , Bahkan staf wanita di dekat nya menutup mulut nya karena saking kaget nya .
“ Panggil pernjaga segera dan usir wanita gila ini keluar , mulai hari ini kamu di pecat ! “ Seru Manajer itu dingin .
Vivi kaget dan langsung menangkap kaki sang manajer dan menangis tersedu-sedu .
“ Manajer maaf kan saya ! Tapi mengapa anda harus memecat nya , apa kesalahan saya ? “ Ujar Vivi dengan tidak terima .
Manajer itu mendengus “ Kesalahan mu teramat besar ! , Kau tahu kartu itu bukan hanya asli tapi juga memiliki akses khusus ke seluruh pusat perbelanjaan ini sekaligus . Kau ingin tahu hah dengan kartu ini kamu bahkan bisa memborong semua barang di pusat perbelajaan yang sangat besar ini kau paham hah ! “
Retak …….
Vivi masih tidak mempercayai ucapan manajer tersebut , tubuh nya terbujur kaku di tanah . Lalu dia menatap Viyona dengan gila , dia berlari menuju Viyona hendak menusuk nya dengan tusuk konde milik nya .
“ ****** sialan hari ini aku akan membunuh mu ! “
Swosh ……
Viyona melirik wanita gila itu dengan tatapan acuh dan masih santai seperti biasa , sebelum wanita gila menusuk nya Viyona langsung menangkap tangan wanita gila itu dan membanting tubuh wanita gila itu langsung ke lantai . Viyona juga sangat kejam , dia langsung memelintir tangan wanita gila itu dan membawa nya ke belakang punggung nya . Suara renyah patahan tulang akhir nya terdengar segar di ruangan tersebut dan di sertai teriakan pilu dari wanita gila Vivi .
“ Argh …… Itu menyakit kan ! “
Brukkk …………..
Krek ……
Manajer itu menelan ludah nya tanpa sadar , dan dia akhir nya tersadar dan dengan cepat meminta penjaga untuk membawa Vivi ke rumah sakit .
Liliana yangs sedari tadi terdiam akhir nya bereaksi .
“ Ur … Teman sekelas Viyona bukan kan perlakuan mu terlalu kejam untuk wanita yang lembut seperti nya ! “ Tanya Liliana ragu .
Viyona menyeringai dan ada senyum remeh di bibir nnya .
“ Jadi maksud mu , Biarkan dia menyerang ku karena dia lemah begitu ! “ Ujar Viyona dengan nada mencemooh .
Liliana dengan buru-buru berkata “ Tidak ….. Bukan seperti itu maksud ku ,namun sebagai sesame wanita bukan nya itu terlalu keras ! “
“ Liliy mengapa kamu membela wanita gila itu ? , Dia jelas hendak menyerang teman mu . Jangan bersimpati untuk wanita gila itu lagi” Nyonya Marissa akhir nya angkat bicara .
Nyonya Marissa sangat kaget saat ini , saat melihat gadis di depan nya dia selalu merasa melihat bayangan wanita yang di kenal nya . Aneh rasa nya perasaan dejavu ini lagi yang ia rasakan ,Nyonya Marissa memegang kepala nya yang terasa berdenyut .
“ BiBI apakah bibi baik-baik saja ? “ Tanya Liliana khawatir .
Viyona hanya melirik kedua ornag itu dengan acuh , dia melirik kearah Kaila dan Rika .
“ Mari Pergi ! “
__ADS_1
Kaila dan Rika dengan perasaan bodoh mengikuti Viyona pergi , namun kejadian tadi sangat erekam di otak mereka berdua .