
...Volume 1...
...Bab 1...
...Tersesat...
Taman Belakang
Viyona melirik ke arah di orang itu. Dia sama sekali tidak menyangka akan bertemu dengan mereka lagi . Tunggu apakah mereka semua teman , berarti yang satu nya lagi juga ialah teman mereka , Hah sekelompok anjing ternyata .
" Bai Xiao jangan pergi ! " Ujar Viyona rendah .
Harimau putih itu melirik Viyona lalu ke arah kedua orang dari arah berlawanan , ah dari pada bersama kedua orang sinting lebih baik bersama manusia yang cantik ini .
" Wou....wou...wou..! "
"Ah Manusia cantik aku bersama mu !"
Bai Xiao panggilan harimau putih untuk Viyona , Bai Xiao ternyata lebih memilih Viyona ketimbang kedua orang itu . Bai Xiao mengebor ke tanga Viyona , Viyona pun mengelus kepal kucing besar ini .
" Kucing besar yang malas ini ! "
Viyona sejenak melupakan keberadaan kedua orang itu , dia menganggap nya kedua nya hanya udara hampa . Dia tidak menyadari tatapan terkejut , takjub nan dingin kedua orang itu .
" Ya ampun Reagor telah berkhianat ! "
Mill terkekeh geli ketika mengatakan Harimau Putih yang menjadi pengkhianat , bila di pikirkan ini lucu sekali . Harimau putih yang di besarkan dengan sepenuh hati kabur ke pelukan orang lain .
" Harimau bermata putih ini ! " Ujar Rein dingin .
Mill melirik Rein dengan senyum tipis , kalimat Rein terbilang panjang .
" Bukan Harimau bermata putih , tapi serigala bermata putih ! " Ujar Mill setra mengoreksi kalimat Rein.
Rein dengan jijik melirik Mill dan menjauh sedikit , bukan nya menerkam gadis itu mengapa Reagor si harimau putih malah menempel pada nya .
" Bau mu ! " Ujar Rein melirik Mill.
Miil dengan oenuh tanda tanya .
" Mengapa dengan bau ku , apakah aroma nya busuk aku belum mandi tadi ! " Mill berkata dengan khawatir mencoba mengendus bau tubuh nya sendiri , gerakan nya ini begitu bodoh .
__ADS_1
" Bodoh ! " Ejek Rein
" Aku tidak bodoh ,mana mungkin aku menhadi dokter dan ilmuan jenius di usia muda ! "
Rein memilih mengabaikan Miil karena seperti nya orang ini dalam tahap menjadi bodoh , dia tidak ingin berdekatan dengan orang bodoh .
" Ah aku mengerti maksud mu Rein , aroma tubuh ku melekat pada tubuh Reagor sehingga gadis itu tidak di serang atau di makan oleh nya ! "
Akhir nya Miil membuat kesimpulan sendiri , ini membuat Rein tidak terlalu jengkel .
" Kami siapa ? " Akhir nya Rein melirik ke arah Viyona .
Dari sudut pandang Rein , gadis di depannya terbilang luar biasa . Dia memang telah melihat berbagai kecantikan di ibukota kekaisaran , namun tidak ada yang meninggal kan kesan mendalam selain gadis bertopeng yang misterius ini . Sekarang tiba-tiba muncul di taman belakang rumah sakit milik Miil ,lambat laun mungkin muncul di kamar mereka .
Dengan Surai perak yang terbilang langka , sosok gadis itu juga begitu indah . Iris nya abu-abu keperakan itu terkadang memancarkan sebuah pesona mematikan , yang menarik ialah bibir yang Semerah darah . Jika di perhatikan lagi warna bibir itu memang merah darah alami ,bukan buatan dari manusia .
Di balik topeng tatapan Viyona menjadi samar , setelah lama menyamar menjadi Viyona Vladimir . Dia hampir melupakan identitas nya sebagai Clarissa Nefertia , yah nama nya tidak berbeda-beda jauh dengan nama asli nya .
" Bukan siapa pun ! " Suara itu seperti suara lonceng berdering , sangat bagus dan halus nan lembut .
Swosh .....
Wosh .....
Saat Viyona melirik me adah kedua laki-laki itu , dia tertegun . Keindahan kedua orang ini benar-benar dapat menggemparkan sebuah kota atau bahkan negara .
Yah Laki-laki layak nya Malaikat itu nama nya Miil , terasa familiar tapi tidak ingat sama sekali. Dengan Surai hijau layak nya pepohonan , iris Emerald yang menakjubkan nan mempesona seperti milik peri .Jika dia tersenyum banyak gadis yang akan jatuh cinta pada nya , aura di sekeliling nya terbilang acuh dan tenang .
Berbeda dengan laki-laki di sebelah nya , aura nya terbilang suram dan dingin dan yang terpenting sangat berbahaya , nafas orang ini saja sudah sangat mengerikan . Dengan Surai yang gelap yang layak nya malam yang tenang namun dingin , dan iris biru yang terang kontras dengan Surai gelap nya . Namun apakah itu perasaan Clarissa , orang ini layak nya jelmaan iblis yang mempesona .
" Ah ....Nona kamu luar biasa ! Reagor tidak pernah dekat dengan manusia lain selain kami ! " Miil kembali ke sifat acuh nya .
" Apakah itu penting ! "
Mill dan Rein berjalan menuju ke arah harimau putih yang senang di Elus oleh Clarissa .
" Berhenti untuk ku !" Ujar Clarissa dingin .
Mill membuat senyum manis , dia melirik Clarissa dengan minat aneh . Dia tidak akan melupakan aroma yang harum di tubuh gadis ini , nah sekarang seperti nya kesempatan yang bagus untuk membawa gadis ini ke laboratorium .
" Mengapa tidak bisa ? , Nona Reagor adalah milik kamu bukan milik mu ! "
__ADS_1
" Bagaimana kamu masuk ? " Tanya Rein dengan kedinginan alami nya .
Mendengar pria dingin itu menanyakan hal memalukan ini , di tidak mau menjawab nya tapi apa boleh buat
" Aku tersesat ! " Ujar nya malu .
Mill dan Rein tertegun, Rein sedikit menunjukkan ekspresi kaget tadi tapi dia dengan cepat menstabilkan ekspresi wajah nya .
'' Puft .... HM...Nona kamu tersesat , apakah hari itu juga kami tersesat hm ? mengapa setiap kali bertemu dengan kami kami selalu tersesat ! '' Ledek Mill
Viyona menatap Mill dengan kesal, siapa juga yang ingin tersesat ini bukan salah nya . Salah kan orang yang membuat rumah sakit layak nya labirin ini , dia benar-benar membenci pembuat nya .
Mill merasa gatal di hidung nya , dia merasa ada orang yang menyumpahi dan mengejek nya .
'' Nona jangan bilang kamu tengah mengutuk ku di dalam hati ! '' Ujar Mill curiga .
Clarissa tertegun dia tidak akan menyangka bahwa pria ini begitu sensitif , apakah dia akan mengakui nya tentu saja tidak mungkin .
'' Tidak ! '' Jawab nya Acuh.
Mill memandang gadis di depan nya dengan curiga , lalu melirik ke arah Harimau Putih yang telah berguling-guling layak nya kucing malas ini .
'' Seperti nya Reagor sangat menyukai mu ya Nona !? ''
'' Jadi nama mu Reagor !? ''Ujar Clarissa memastikan saja .
Harimau putih itu langsung mengangguk .
'' Aku lebih suka memanggil mu Bai Xiao saja ! ''
" Wou ...wou....wou...!''
'' Terserah kemauan mu saja Manusia cantik , Bai Xiao cukup bagus dan yang terpenting mendominasi ! ''
Viyona menatap Bai Xiao dengan ramah. dia ingin tertawa tetapi terpaksa menahan nya . Dan sekarang bagaimana cara dia keluar dari sini , sementara pemilik tempat ini ada di depan nya .
'' Jangan berpikir untuk lari lagi ! '' Ujar Rein dingin .
Senyum di bibir Mill menghilang , dia melirik Viyona dengan mata tajam . Bulu mata lentik itu sedikit bergetar , iris Emerald yang mempesona itu menatap Viyona dengan minat .
'' Benar sebelum pergi harus lah menyapa kami dulu , bagaimana dengan upacara minum teh atau dessert ?! ''
__ADS_1
Viyona melirik kedua orang itu dengan tatapan dingin , siapa juga yang mau tetap di sini tapi bagaimana cara nya keluar . Di sini juga ada pengacau sinyal , ponsel nya tidak berfungsi . Ah mengapa dia harus berlari menuju ke arah sini , dia sial hari ini benar-benar sial . Semenjak bertemu dengan par pria sinting ini hidup nya menjadi kacau .
'' Benarkah tidak bisa ya , tidak mungkin ! '' Ejek Clarissa .