
...Volume 1...
...Bab 1...
...Identitas...
…***…
Bahkan Theo pun ikut tidak senang dengan hak ini ,padahal dia yang pertama kali bertemu dengan Little Rose tapi mengapa laki-laki kulkas dua pintu ini yang mencoba menguasai Little Rose nya sendirian . Sarapan pagi itu diiringi oleh gerutuan dari kedua laki-laki yang termakan setoples cuka untuk Rein .
…***…
Vila
Usai sarapan bersama ketiga laki-laki tampan , Viyona melirik ketiga orang di depan nya . Perasaan tidak nyaman di tubuh nya kembali menghantui pikiran dan hati gadis itu .
Melihat ketidak nyamanan Viyona , Mill mengguncang gelas wine milik nya . Dan nampak kilatan licik sepintas di bawah iris zambrud tersebut .
'' Foxy manis apakah kamu merasa tidak nyaman di suatu tempat ? , Jika kamu merasa tidak nyaman di suatu tempat kami bisa berkonsultasi dengan Ku ! ''
Entah sejak kapan Mill menggunakan kata informal , dan mencoba berkata dengan santai pada gadis imut di Depan nya .
'' Bukan apa-apa ! '' Sanggah gadis itu dengan senyuman tipis .
Namun gadis itu merasa tidak nyaman karena berada di pangkuan orang lain. Terlebih itu adalah orang berjenis kelamin laki-laki , di kehidupan sebelumnya atau sekarang dia tidak pernah sedekat ini dengan orang berjenis kelamin laki-laki .
'' Aku ingin turun ! '' Ujar Viyona berbisik.
Namun Rein si muka kulkas dia pintu tidak menghiraukan gumaman gadis di kecil di pangkuan nya , Rein seolah sibuk di dunia nya sendiri . Dia menggoyangkan gelas yang berisi cairan merah yang mirip darah.
'' Minum ? '' Tanya nya datar .
Viyona merasa kesal karena di abaikan dan sekarang , laki-laki menyebalkan yang menahan nya Dengan enteng bertanya seperti ini .
Melihat Gadis kecil nakal itu mengabaikan nya , bukan nya marah atau kesal Rein malah membuat senyum tipis . Karena gadis kecil ini mirip sekali dengan kucing susu kecil yang tengah merajuk .
Namun pemandangan ini berbeda pada pandangan dua orang yang terus termakan toples cuka sedari tadi .
'' Aku ingin kembali ! , biarkan aku kembali sekarang ! '' Pinta Viyona sembari menggigit bibir peach nya .
Hening ........
__ADS_1
Dalam detik berikutnya , suhu di ruangan itu seketika turun secara drastis .
''Mengapa Little Rose ingin pergi ? , Apakah kami memperlakukan Mawar kecil dengan buruk ! '' Wajah yang mula nya centil , kini kelihatan tak berdaya dan ada setetes sebening kristal di sudut mata yang memiliki tahi lalat , Wajah yang di buat polos dan terlihat menyedihkan .
Mill: "…" Kau mendapatkan Oscar
Rein:"…" Lotus putih
Viyona:"…" Penghargaan Oscar milik mu
Sudut mulut Viyona berkedut , tampilan ini terasa terlalu familiar . Yah tampilan Lotus putih ini sepertinya bertolak belakang dengan sikap santai dan centil Theo .
Mengambil kesempatan saat Rein tengah tertegun , Viyona langsung ingin melompat dari pangkuan Rein . Namun gerakan nya agak lambat , dan tubuh Viyona yang masih lemah membuat nya terhuyung saat dia mencapai lantai .
Wosh .....
" Apa ! " Seru Viyona kaget karena dia kehilangan keseimbangan nya .
" Hati-hati Mawar kecil ! '' Teriak Theo yang wajah nya tiba-tiba menjadi khawatir .
Brukkk ......
Aroma alami tubuh Rein membuat saraf tegang Viyona menjadi rileks , aroma samar mint bercampur aroma dingin khas laki-laki . Entah sejak kapan mata gadis itu tertutup rapat , ya gadis itu tengah pingsan .
'' Mengapa di pingsan ? '' Tanya Rein sembari melirik Mill dengan tatapan menyelidik sekaligus ancaman .
'' Wajar saja dia pingsan , karena setelah pemasangan Chip itu aku menyuntikkan beberapa obat-obatan yang membuat nya lemah untuk sementara' waktu , dan sebenarnya nya aku juga mempengaruhi emosi nya sedikit supaya dia memiliki ketergantungan sedikit demi sedikit dengan kita ! '' Perkataan nya santai dan tidak cepat atau lambat , dan suara nya yang jernih dan halus terdengar di ruangan tersebut .
'' Jadi untuk beberapa waktu Mawar kecil akan bersama kita di sini ? '' Tanya Theo dengan wajah yang memilki senyum rubah.
'' Siapa yang tahu ! '' Desis Rein datar .
Rein memeluk erat tubuh mungil gadis itu ke dalam pelukan nya , aroma unik gadis itu menembus penciuman nya . Aroma samar herbal beserta aroma bunga yang menyatu menjadi satu sangat serasi .
''Hei Rein kau sudah meminum nya kan ? " Tanya Mill akhir nya menyadari ada sesuatu yang aneh .
" Ya lalu apa ? " Ujar nya dengan wajah sombong.
Theo menggebrak meja lagi , dan suara pukulan meja tersebut sangat keras . Hingga membuat ada retakan pada meja halus yang terbuat dari kayu terbaik .
" Pantas kau tidak pemarah minggu-minggu ini , kau sangat pendiam Hingga membuat nya terasa aneh . Namun mengapa hanya dengan aroma di tubuh mawar kecil membuat saraf-saraf di kepala ku tenang ? Biasa nya ada suara berisik di kepala ku yang membuat orang kesal saja ! ''
__ADS_1
Mill memelototi Theo dengan ganas '' Ganti meja yang kau rusak ! , Meja ini sangat mahal itu susah sekali mendapatkan nya dan kau malah kau menghancurkan nya dengan mudah nya brengsek ! ''
'' Selidiki lagi kejadian tahun itu ! Pasti ada beberapa kecoa yang lari ! '' Dengus Rein dengan wajah dingin dan acuh tak acuh .
'' Kau curiga bahwa Foxy ada kaitannya dengan kejadian tahun itu !? '' Tanya Mill memastikan .
'' Ya '' Balas Rein singkat .
Theo juga akhir nya membuat wajah serius dan berhenti bermain-main.
'' Hei Ini sedikit sulit karena identitas Mawar kecil masih misteri , susah sekaki membongkar nya bahkan seperti nya negara melindungi privasi gadis kecil ini !''
Mill memiliki wajah yang menawan dan cantik , dan saat dia tersenyum tampak sebuah lesung Pipit di pipi kanan nya .
''Wah ini menarik , Bahkan negara harus melindungi gadis kecil ini pasti identitas gadis kecil ini cukup menarik untuk di gali !''
'' Tapi mau sampai kita menahan nya DI sini ? Cepat atau lambat Mawar kecil ku yang lucu akan kabur lagi ! '' Desah Theo dengan wajah nya yang lesu .
'' Selama nya ! '' Kata Rein yang mengeratkan pelukannya pada tubuh mungil gadis itu .
Melihat kilatan obsesi di mata teman nya , membuat Mill meras aneh setelah mereka bertemu dengan gadis kecil ini . Sikap mereka segera berubah sedikit demi sedikit , dan perlahan ada sesuatu yang berubah perlahan . Dulu dia sempat curiga bahwa gadis ini merupakan mata-mata dari musuh , namun di lihat dari kehidupan sekolah nya gadis itu terlihat seperti menjalani liburan ikan asin nya , seolah dunia selain diri nya tidak berarti di mata nya .
'' Bukan kah kita semakin aneh setelah kedatangan gadis ini ? '' Tanya Mill secara tiba-tiba .
'' Hah .... Apakah begitu bukan nya Mawar Kecil yang mengusik kita duluan ya ? '' Seru Theo dengan seringai licik .
Rein masih memeluk tubuh mungil milik gadis itu , dan menuju sofa untuk duduk dan seolah ia berkata '' Jangan ganggu aku ! '' .
'' Apakah yang ku minta telah kamu lakukan ? '' Tanya Rein sembari mengelus pipi lembut gadis di pelukan nya .
Theo nampak tersenyum dan memamerkan deretan gigi putih nya , dan ada sorot mata licik di sudut mata nya .
'' Tentu nya sudah , kau membuat orang repot saja HM . Namun efek obat itu akan bertahan berapa lama Mill , sewaktu-waktu apakah efek nya tidak akan menghilang ? ''
Mill mengetuk meja dan menatap Theo dengan pandangan nya yang malas .
'' Apakah kamu meragukan dokter jenius ini ? '' Sudut alis Mill naik dan menatap tajam Theo .
'' Tidak ! , Hanya penasaran saja . Aku tidak meragukan dokter jenius kita yang luar biasa , Hei dokter jenius mengapa tidak kembali ke institut dingin mu saja ?'' Ledek Theo Tiba-tiba.
'' Huh .... Tidak pergi ! '' Dengus Mill dengan raut wajah yang tidak tampan.
__ADS_1