
...Volume 1...
...Bab 1...
...Ancaman Risa...
Ruang Kepala Sekolah
Raut wajah Risa berubah setelah kepergian laki-laki bersurai emas , wajah nya mengerut dengan tidak senang .
Tak tak tak
Risa mengetuk-ngetuk kuku nya pada meja , sambil memegang dagu nya dan dalam fose sedang berpikir .
" HM kenapa dia kemari ya ? "
Risa memikirkan alasan laki-laki bersurai emas itu unutj datang , ah dia ingat laki-laki Surai emas itu kan Ketua OSIS di sekolah nya . Dan wajar dia mencari Pak tua itu kan , namun kemana pergi nya pak tua tengik itu .
" Sampai kapan aku menunggu di sini , haiss ini lama-lama menjadi membosankan " Risa menghela nafas kasar
Dia mengambil ponsel nya dari saku baju , dan mencoba menelpon Pak tua itu sekali lagi .
Bip bip bip
Telepon nya akhir nya tersambung , sebelum orang di sebrang telepon dapat berbicara . Risa lebih dulu memotong perkataan nya itu .
" Kemana saja kamu pak tua , aku sudah menunggu-mu lama di sini . Kami terlalu lama hingga membuat ku jamuran "
Suara tawa tua terdengar dari seberang telepon .
" Ho ho .. benarkah kalau begitu orang tua ini bisa membuat sup jamur untuk makan malam "
Risa Tersenyum miring , rubah tua ini benar-benar sangat menjengkelkan .
" Berhentilah becanda kapan kamu kembali Pak tua ? " Tanya Risa
" Tunggu sebentar lagi , orang tua ini masih sibuk mengurus masalah yang kaku buat " Desah nya
" Masalah apa ? " Ucap Risa bingung
Seolah dia melupakan perbuatan nya membobol sistem sekolah , dan menyalakan alarm kebakaran hingga membuat semua murid panik .
" Gadis bau kamu bahkan tidak ingat , pertama kamu menyalakan alarm kebakaran setelah itu ada seorang guru yang memiliki riwayat penyakit jantung masuk rumah sakit , huh untung nya kamu menolong nya dengan cepat jika terlambat sedikit saja nyawa guru itu bisa melayang , orang tua ini berterima kasih atas perbuatan cepat mu itu " Ucapan Pak Tua dari seberang telepon kadang meninggi , merendah , hingga mengecil .
__ADS_1
Risa tertawaan pelan , namun mengingat perbuatan nya itu . Ah dia harus berhati-hati mulai sekarang , namun bagaimana keadaan pria sinting itu ya ? . Yah apakah aku harus peduli dengan nya , mungkin dia masih tertidur nyenyak sekarang kan .
" Jadi sekarang kami dimana Pak Tua ? " Tanya Risa
" Aku sekarang berada di tempat pemadam kebakaran " Suara Pak Tua itu sangat sinis
" Eh jangan bilang bahwa sekolah langsung terhubung dengan tempat itu setelah alarm menyala !? " Tebak Risa dengan akurat
" Huft kamu benar gadis bau , lain kali jangan sembarangan menyerang sistem sekolah . Dan sampai mengaktifkan alarm kebakaran , karena kamu terlalu lama . Orang tua ini memilih untuk pergi kemari dulu daripadanya menunggu mu "
Risa memegang ponsel nya dan setelah dia berbicara sesuatu .
" Kami harus segera kembali Pak Tua !, Dalam 5 menit kamu tidak kembali lihat saja apa yang aku lakukan dengan koleksi berharga mu ini ! " Ancam Risa
Senyuman di wajah Risa di penuhi dengan kengerian , dan senyuman di bibir nya itu layak nya iblis .
" Jangan kamu apa-apa kan koleksi ku gadis bau berhenti jangan ! , Baik-baik orang tua ini akan segera kembali ! " Teriak Pak tua itu ketakutan
Risa masih tersenyum smirik , dia bangkit dari kursi nya dan menuju lemari kaca berisi berbagai barang antik .
Klik
Risa membuka lemari kaca itu , dan tersenyum aneh .
" Aku tidak percaya ! " Ejek Pak tua itu
Risa terkikik , karena mood nya kurang bagus bagaiamna kalau menjahili pak tua itu .
Brakk
Bruuk
Suara pecahan mengenai lantai dan menghasilkan bunyi yang teramat keras .
" Tidak porselen ku , barang antik yang lelah-lelah aku kumpulkan . Dasar gadis iblis cepat ganti porselen milik ku harga nya sangat mahal dan jarang ada hu ... Hu ... Hu ... " Suara tangisan yang miris terdengar dari seberang telepon .
" Sampai jumpa lagi ! "
" Gadis bau tunggu aku kembali , kamu akan aku ... ! "
Permata pak tua itu belum selesai , tetapi duluan Risa mematikan ponsel nya .
Tut
__ADS_1
Risa memasukkan kembali ponsel nya ke dalam saku baju nya , suasana hati nya kembali normal lagi . Sebenarnya dia tidak menyentuh atau memecah-kan barang antik pak tua itu , tetapi itu hanya suara pecahan dari ponsel nya astaga sangat menyenangkan menipu pak tua berisik itu . Siapa suruh dia tidak segera kembali kemari , rasakan itu .
...****************...
Kantor Pemadam Kebakaran
" Mengutuk ! "
Seorang laki-laki tua dengan baju setelan hitam dan tak lupa kaca mata antik di wajah nya , menambah kesan anggun dan bermartabat . Akan tetapi kesan itu hancur seketika , di saat laki-laki tua itu mengeluarkan suara amarah .
" Sial Gadis bau itu menghancur-kan koleksi berharga orang tua ini , hu .. hu .. hu... Semua barang -barang itu sangat langka dan sulit di dapat harga-nya juga setinggi langit "
Ya orang tua yang sedang menangis sedih ini tidak lain ialah Kepala Sekolah sendiri , dia bergegas menuju kantor pemadam kebakaran akibat alarm kebakaran di sekolah nya , terhubung langsung dengan alarm kebakaran dari kantor para Pemadam .
Seorang laki-laki tinggi dan dengan seragam merah khas dari seorang pemadam kebakaran memandang kepala sekolah dengan tatapan penuh selidik .
" Jadi Kepala Sekolah mengapa alarm kebakaran bisa berbunyi namun tidak ada tanda-tanda kebakaran , anggota saya sudah pergi ke sekolah anda namun tidak terjadi apa-apa di sana , bisakah anda menjelaskan nya kepada saya segera ! "
"Ketua Seperti-nya kondisi Kepala Sekolah tidak memungkinkan , Anda lihat dia menangis tersedu-sedu setelah menerima sebuah telepon tadi , dan dia tidak berhenti sedari tadi "
Orang yang di panggil ketua itu mendesah , lalu menarik nafas nya panjang mencoba untuk sabar dengan orang tua ini .
" Hah Ketua apa yang kamu tanyakan ? , Oh tentang alarm kebakaran yang berbunyi tanpa sebab itu di sebabkan karena ada masalah dengan sistem nya ya itu saja , saya harus segera pergi Ketua jika tidak Wu ... Wu ... Wu .. barang antik dan langka Orang tua ini akan habis di hancurkan " Kepala Sekolah setelah menyelesaikan bebricara omong kosong nya dia bergegaslah keluar dari kantor Pemadam Kebakaran .
Mulut sang ketua bergerak-gerak .
" Apakah orang tua tadi benar dari Sekolah Menengah Nomor Satu Seika Maria yang terkenal itu , saya rasa dia oranh tua palsu " Ucap sang Ketua tanpa rasa bersalah
Anak buah nya hanya menggeleng kan kepala dan berkata rendah .
" Itu memang dia Ketua , namun seperti nya kondisi mental-nya sedang tidak stabil akibat sesuatu dari telepon Seperti nya "
Lain hal"nya dengan Kepala Sekolah yang sudah masuk ke dalam mobil namun tiba-tiba dia mengalami bersin .
" Achoo "
" Hiss siapa yang merindukan orang tua itu , atau jangan-jangan gadis busuk itu mengutuk aku lagi ! "
Orang tua mengambil sapu tangan dari saku celana nya dan membersihkan hidungnya , gaya orang tua itu kembali menjadi elegan dan bermartabat . Dan tidak akan ada yang menyangka , bahwa orang tua yang berguling-guling menangis tadi ialah orang yang sama .
" Kembali ke sekolah ! " Perintah Kepala Sekolah
" Ya pak " Balas sang pengemudi
__ADS_1
Mobil itu melaju melintasi keramaian jalan dengan kecepatan sedang , pak tua itu melepas kaca mata nya dan membersihkan nya dari debu .