
...Volume 1...
...Bab 1...
...Bertemu Kenalan...
Keith tersenyum di saat menatap nya , namun dia dengan kejam memutus kan kontak dan mengabaikan kehadiram Keith . Namun melihat ekspresi Keith yang biasa saja , membuat nya mendapatkan firasat tidak baik dan benar saja kedua laki-laki itu menuju ke arah meja nya , sialan dia hanya ingin bersantai sendiri tanpa gangguan . Male Lead sialan , aku membunuh nya namun dia tidak bisa . Dia tidak akan mendapatkan hiburan menarik di masa depan .
Di Lain Sisi
Keith berencana untuk mengajak teman masa kecil nya , untuk mencoba sebuah kafe yang baru saja di buka tidak jauh dari sekolah nya itu.Setelah dia memulai tahun pertama sekolah menengah , dia mendapat hal-hal yang menarik dia tidak bosan Seperti perkiraan nya itu .
" Louis apakah kamu akan ikut dengan ku atau tidak ? " Dia bertanya untuk memastikan persetujuan teman nya itu .
Louis mendecak-kan lidah nya " Apakah itu menyenangkan ? " Tanya nya balik .
Keith bingung dengan pertanyaan teman masa kecil nya ini " Ha apa maksud mu menanyakan itu , tentu saja menyenangkan kamu bisa makan di sebuah kafe kan memang itu tujuan nya lantas apa yang ingin kamu lakukan saat ini juga ? "
Louis mengerut kan alis nya dan mengabaikan Keith untuk Sementara waktu . " Aku tidak akan pergi ! " Jawab nya acuh.
" Kruyuk "
Akan sebuah bunyi menembus pendengaran Louis dan Keith , wajah Louis berubah . Wajah nya menjadi kaku di tempat , bunyi itu ternyata berasal dari perut Louis yang lapar .
Keith menutup mulut nya berusaha untuk tidak menertawakan teman masa kecil nya ini , mulut nya lebih beracun dari yang dia kira akan tetapi tubuh nya lebih jujur .
" Sekarang apakah kamu ikut dengan ku Louis terkasih " Goda nya
Louis Mendengus " Terserah , dan diamlah ! " Bentak Louis kejam .
__ADS_1
Louis dengan cepat berlari meninggalkan Keith , Keith hanya bisa pasrah akan kelakuan teman masa kecil nya ini . Dia sudah terbiasa di tinggalkan ke belakang .
" Tunggu aku Louis ?" Teriak Keith kencang , namun tidak tahu apakah Louis mendengar atau tidak .
Namun Louis berhenti berlari dan berbalik menatap Keith , Keith pikir Louis berhenti karena menunggu nya . Namun naas ternyata bukan itu yang dilakukan Louis , dia berhenti karena menanyakan arah Kafe .
" Kemana arah menuju Kafe ? "
Keith tersentak dan menatap teman masa kecil nya dengan kesal , dia berpikir Terlalu banyak mana mungkin teman masa kecil nya yang baik ini akan menunggu nya , mungkin itu hanyalah khayalan nya semata .
" Kita berbelok dari gang itu , lalu lurus saja kedepan nanti nya kita akan langsung sampai di Kafe tersebut . Nama Kafe tersebut kalau tidak salah adalah Kafe Florist "
Sebelum menyelesaikan ucapannya dia sudah ditinggalkan lagi oleh si Louis sadis .
" Nasib ku , bajingan itu meninggal kan aku lagi "
Keith kembali mengejar Louis yang sudah berlari jauh di depan , dia sampai kelelahan lantaran berlari namun dia akahir nya sampai pada Kafe tersebut .
" Ayo masuk ! " Ajak Louis
Setelah Dia dan Louis masuk , mereka di sambut dengan pemandangan yang indah . Melihat furniture dan desain interior di dalam Kafe bahkan jauh lebih bagus dari yang di luar ruangan , melihat Kafe yang tengah ramai membuat nya menaik kan sudut alis nya .
Lalu Keith melihat sosok yang di kenal nya , dengan menggunakan pakaian maid berwarna hitam putih dan rambut yang dikuncir kuda ganda membuat tampilan nya menjadi imut , Surai pink nya yang di kuncir kuda ganda kadang kala terhempas ke sana kemari , pemandangan ini cukup indah dan imut .
Dan saat melihat sosok gadis itu menuju mereka berdua, yang masih tetap diam di pintu masuk kafe . Sosok gadis itu menyambut mereka dengan ramah sebelumnya , akan tetapi setelah dia mengenali mereka wajah nya berubah dalam beberapa sepersekian detik , ah ekspresi nya sangat lucu .
" Selamat datang di Kafe , saya menunjukkan meja yang kosong untuk tamu yang terhormat " Kaila menunduk-kan kepala nya untuk memberi hormat pada kedua tamu itu .
" Tubuh mu begitu kaku , gerakan mu semua nya salah ! " Ejek Louis
__ADS_1
Tubuh Kaila menjadi kaku , setelah mendengar suara yang akrab itu .
" Mengapa kamu bisa ada di sini ? " Tanya Kaila heran . Dia bahkan melupakan etiket nya sebagai maid , dan wajah nya tiba-tiba menjadi buruk . Kaila berpikir jika bertemu kedua orang ini tidak akan ada hal yang baik terjadi .
" Kemana pun aku pergi itu bukan urusan mu , aku ada di sini karena perlu makan . Dan kamu sebagai pelayan bersikap tidak sopan pada pelanggan mu , mau aku adukan pada majikan mu bahwa kamu bersikap tidak sopan pada pelanggan " Louis dengan tidak tahu malu nya memojokkan Kaila secara langsung , sudah menghina Kaila kini dia juga mengancam nya .
" Kamu " Kaila berusaha untuk menahan amarah nya , memang bertemu dengan manusia anjing ini tidak pernah ada akhir yang baik .
Sedangkan Keith menatap dari sampinh perkelahian antara teman masa kecil nya dan juga pesaing nya , ah adegan ini sangat menarik untuk di tonton . Akan tetapi tatapan nya kini beralih menuju sesosok yang tengah ramai di bicarakan pelanggan di kafe .
" Ah mengapa ada gadis yang secantik itu di kafe yang baru di buka ini "
" Mimpi apa aku semalam bisa bertemu dengan sosok yang layak nya Dewi ini "
" Hei hei Kecil kan suara mu jika tidak Dewi nanti bisa mendengar nya , kalau kalau dia pergi bagaimana ? "
" Ya betul kecil kan suara kalian ! "
Keith yang memiliki sedikit minat , mencoba beralih mencari sosok yang di maksud oleh pelanggan itu . Dari perkataan mereka seharus nya itu dekat jendela dan tidak jauh dari tempat dia dan Louis berdiri ,.dan saat dia melihat sosok yang dimaksud pelanggan kafe dia tertegun .
Dia mengenal sosok itu dengan baik , dengan surai kegelapan yang berkilau di bawah sinar matahari . Dan iris gelap obsidian nya yang memiliki pesona misterius dan unik , apalagi kulit seputih salju dan aura dingin yang kas keluar dari sosok itu . Iris gelap obsidian itu menangkap tatapan nya , lalu dia tersenyum cerah dan Melambaikan tangan nya .
Akan tetapi Melihat reaksi sosok itu dengan tenang mengacuhkan nya , dan mengabaikan bahkan dia memutuskan kontak dengan nya , Dia tidak marah malah ingin semakin ke sana . Akhir nya dia memutuskan perdebatan panjang Kaila dan juga Louis saat itu juga .
" Kalian berdua berhenti sekarang ! , Nah Nona Kaila bisakan anda membawa kami meja nomor 2 yang ada di dekat jendela ?! " Pinta Keith.
Kaila mendengus dan mengangguk , saking kesal nya dia bahkan lupa bahwa meja nomor dua telah di tempati oleh Risa .
" Baik lah mari ikuti saya pelanggan yang terhormat , saya akan membawa anda menemukan meja anda ! " Dengan senyum kaku Kaila mengarah kan kedua orang itu menuju meja Risa.
__ADS_1
Risa melihat Kaila yang semakin dekat , terlihat bahwa wajah acuh nya sedikit muram . Seperti nya Female Lead ini melupakan diri nya yang menempati meja ini , mengapa dia harus berinteraksi langsung dengan kedua pengacao hari ini . Saat Risa hendak pergi dia duluan di sapa oleh suara manis dari seorang laki-laki .
...****************...