Gadis Mahakuasa Terlahir Kembali Di Dunia Otome Game

Gadis Mahakuasa Terlahir Kembali Di Dunia Otome Game
Chapter 43


__ADS_3

...Volume 1...


...Bab 1...


...Rencana Jahat...


Kafe Florist


Suasana di sekitar meja Risa menjadi suram , dan Louis yang telah mengusir gadis pelayan ber-surai oranye itu . Setelah mengabaikan keberadaan gadis pelayan ber -surai oranye itu , Louis dengan tenang menyantap hidangan di depannya . Sedangkan Keith menatap Louis dengan aneh , mengapa Louis sangat kasar dengan gadis pelayan tadi .


" Kamu sangat kasar Louis "


Louis memutar mata nya jengah dia bukan lah seorang laki-laki yang terlalu memperhatikan perempuan , apalagi perempuan yang seperti itu . Dengan tampilan nya yang menjijikkan itu membuat nya mual , siapa yang ingin dekat dengan gadis penggoda itu .


" Mata mu buta " Ejek Louis


" Aku tidak buta Louis ! , Memang gadis pelayan tadi sangat menjengkelkan . Seharus nya kamu mengusir nya secara halus , tapi kamu malah mengejek bahkan mengucapkan kata yang sarkas "


######################


Tuk


Risa menaruh cangkir teh nya pada meja tersebut , hingga menimbulkan sebuah suara . Louis dan Keith saling menatap lalu menghadapi iris gelap obsidian nya Risa , membuat nyali mereka berdua menciut . Mereka berdua mengecil kan leher nya , dan memakan makanan mereka sendiri .


" Kalian berisik ! "


Risa mengambil garpu dan menusuk-nusuk puding itu , seolah-olah dia sedang menusuk tubuh seseorang . Melihat pemandangan ini Keith menatap Risa dengan ngeri , dan akhir nya kedua orang itu tidak ada yang berani berbicara . Setelah suasana kembali tenang , Risa memakan kembali puding nya dan tanpa perasaan mengabaikan ketidaknyamanan Louis dan Keith .


Di sisi Lain


Seorang gadis pelayan berambut oranye tengah menunduk , dan ada air mata berlinang di mata nya itu . Dia hampir menangis , setelah menatap sesosok wanita tinggi di depan nya .


" Ah iya Linda kamu harus nya sedikit berhati-hati lain kali , jangan terlalu ceroboh kamu tahu imej pertama kafe itu sangat penting . Kami harus memperbaikinya sikap mu itu , sengaja ataupun tidak sengaja . Di mata orang luar kamu itu sengaja hendak menjatuhkan nampan itu ke kepala Kaila , dan lihat saja post itu menjadi pencarian teratas . Tapi untung nya itu di alihkan oleh tamu cantik kita ini , huh oh ya tamu cantik kita tadi kami harus memperlakukan nya dengan baik . Karena dia berhasil mempromosikan kafe kita , maka nya baru pertama kali buka banyak sekali yang datang . Oh soal kedua laki-laki tampan itu biarkan Kaila yang melayani mereka , karena mereka berempat adalah teman sekelas benar kan Kaila ? "

__ADS_1


" Iya akan aku lakukan " Jelas Kaila , Kaila mengantarkan pesanan terakhir nya untuk siang ini , Dan dia akan segera bisa bersama Risa lagi .


Setelah berbicara panjang sambil menasehati Linda , nada Bibi Sheri berubah setelah membicarakan Risa . Dan dengan hati yang di penuhi kesenangan dan juga kegembiraan ekstrim , dia bahkan lupa keberadaan Linda .


Sedangkan Linda memegang erat celemek yang di pakai nya , dia menggertak-kan gigi nya marah mengapa gadis bodoh kecil itu lagi . Mengapa dia hanya anak baru di sini , sedangkan dia sedang beberapa haru berkerja di sini. Setelah Kafe ini beralih kepemilikan dari wanita di depan nya , kafe menjadi lebih hidup dan menjadi lebih baik , bahkan gaji mereka bertambah tinggi .


" Linda apakah kamu mendengar kan ku ?! " Devi sedari tadi memanggil-manggil Linda , namun gadis bersurai oranye itu tidak membalas ucapan Devi .


Gadis bersurai karamel itu menatap Linda dengan ekspektasi tidak terbaca , dia tahu teman nya ini sangat benci jika ada yang lebih cantik dari nya . Dia tidak tahu sampai kapan teman nya akan menjadi seperti ini , kapan perasaan iri dan kecemburuannya itu menghilang .


" Ah Dev aku tidak apa-apa , aku akan pergi mengantar pesanan terakhir . Seperti nya karena banyak sekali pelanggan , kita akan pulang pagi karena stok bahan-bahan akan habis "


Linda dengan cepat berlari menjauh dari Devi , dia mengambil nampan yang berisi pesanan seorang pelanggan dan meninggalkan Devi sendiri .


" Linda jangan berbuat masalah pada ketiga orang itu , kami seharus nya tidak memprovokasi sembarangan orang " Devi hanya menghela nafas nya lemah , perilaku teman nya dari hari ke hari menjadi semakin kacau .


Di sisi Linda , setelah dia mengantar kan pesanan untuk pelanggan terakhir nya . Dia dengan cepat bergegas menuju toilet , karena letak toilet cukup jauh dari area depan kafe . Dia menatap ke kanan dan ke kiri , dan gerakan nya yang berhati-hati seolah-olah dia sedang mengendap-ngendap .


Di lorong yang panjang itu , dia mengambil ponsel nya dan mencari sebuah nomor untuk dia akan panggil .


" Halo apakah ini Sin Brother , apakah kamu masih mengingat ku ? " Tanya Linda dengan antusias .


Orang di seberang telepon menjawab cukup lama , berusaha mengingat siapa gadis yang ada di seberang telepon.


" Oh aku ingat kamu si Linda manis ya kan , ah ada apa kamu memanggil ku sudah lama sekali kita tidak bertemu "


Linda sedikit jijik mendengar suara pria itu , dia mual ketika mendengar nya saja tapi apa boleh buat . Dia harus mengunakan pria tanpa otak ini lagi , huh kalau bukan karena Pria menjijikkan ini berhubungan dengan beberapa gengster bawah tanah , siapa yang ingin bersama lelaki jelek ini .


" Uh benarkah ! , Begini Sin Brother apakah kamu masih memerlukan seorang gadis . Yah gadis itu cantik dan memiliki kulit mulus , dan lagi dia masih seorang gadis sekolah menengah terkenal " Linda mencoba menggoda dan mempengaruhi orang yang di panggil brother SIn itu .


Melihat pihak lain yang diam tengah diam memikirkan setiap ucapan nya , Seperti-nya tidak mudah membujuk para Hooligan ini . Dan Linda mengingat sesosok wajah yang teramat cantik , mulut nya mengeras dan dia tersenyum jahat .


" Bagaimana jika aku mengirimkan foto gadis itu pada brother SIn , dan juga bagaimana menambah satu gadis lagi dia bahkan lebij cantik dari gadis yang sebelumnya " Setelah mencoba mempengaruhi dan membujuk Brother Sin dengan segala upaya .

__ADS_1


Akhir nua pihak lain setuju dengan nya , dia dengan gembira mengirimkan foto kedua gadis itu .


" Baiklah aku setuju , cepat kirimkan foto kedua gadis itu aku bersama saudara ku pasti akan menjaga kedua gadis itu dengan baik khik khik " Sebuah tawa renyah menyapu pendengaran Linda .


Dia merasa sangat jijik di hati nya , he he tapi dia sangat senang karena keinginan nya akan terkabul kan .


" Jadi Brother Sin bisakah kamu memposting foto telanjang kedua gadis itu , aku akan memberimu tambahan uang 100 dolar bagaimana ? " Tambah Linda yang semakin antusias .


" HM tidak aku ingin 1000 dolar bagaimana ? " Tanya nya


Linda menggertak kan gigi nya kesal , gaji nya hanya 20 dolar . Apakah ia harus menggunakan uang celengan nya , ah akan ia lakukan apapun agar kedua gadis itu mendapat kan balasan nya .


" Baik aku setuju , namun jangan memberitahu siapa pun tentang aku yang menyuruh mu ya brother SIn akan aku transfer uang muka nya dulu , nomor rekening mu ! " Pinta Linda


Setelah mentransfer uang muka sebesar 100 dolar , Linda bernafas lega namun raut wajah nya menjadi rumit 900 dolar lagi ia harus bagaimana . Ah dia akan memikirkan nya lagi nanti , setelah menutup telepon Linda berjalan kembali menuju lorong . Dan menatap ke kanan dan ke kiri lalu segera berlari menjauh.


Namun tanpa dia sadari sebuah sosok di balik kegelapan melihat semua hal yang dia lakukan , sosok itu hanya diam dan mengawasi setiap gerak-gerik dari Linda . Dengan senyum smirik dia memainkan ponsel di tangan nya , dia memutar ulang video itu .


Bip ... Bip ...


" Selidiki orang yang ada di seberang telepon , waktu mu hanya 5 menit ! " Ujar nya datar .


Orang di seberang telepon bahkan tidak bisa menangis , bos mereka hanyalah setan biadab . Bos nya pikir ia sehebat bos nya yang dalam beberapa detik bisa mengekspor data orang lain .


" Ya .. ya .. akan aku lakukan bos ku tersayang ! " Walaupun dalam hati nya sedang berdarah .


" Lakukan sekarang ! "


" Ya akan aku laksanakan segera "


Tut


Sosok itu mematikan panggilan nya secara langsung , lalu tatapan nya menyapu lorong yang di lewati oleh Linda . Dia hanya tersenyum smirik dan menghilang ke dalam bayang-bayang kegelapan .

__ADS_1


Meja Nomor 2


__ADS_2