
...Volume 1...
...Bab 1...
...Gedung Terbengkalai 3...
Bawah Tanah
Setelah terjatuh ke dalam sebuah tempat yang bahkan lebih gelap dari lorong , beberapa remaja itu kini masih dalam ke adaan tidak sadarkan diri .
Namun ternyata remaja yang pertama kali bangun ialah Louis sendiri , Louis menatap ke sekeliling nya yang sangat gelap . Dia merogoh saku celana nya mencari ponsel , setelah itu dia menyalakan nya . Alangkah terkejut nya dia setelah melihat lorong-lorong di Depa nya , apakah gedung yang dia masuki adalah labirin .
'' Kalian bangun cepat ! '' Seru Louis .
Rika dan Keith menggosok mata mereka karena silau dari Cahaya ponsel .
''Kiya dimana saat ini ? '' Tanya Keith yang kepala nya masih berdenyut.
'' Kemana yang lain , apakah hanya kita saja yang ada di sini ! '' Seru Rika
Louis sekilas melihat sesuatu sebelum terjatuh , ya dia mengingat sesuatu bahwa di gadis hantu itu tidak ikut terjatuh , melainkan bergelantungan seperti monyet di tiang jendela .
'' CK ... Gadis hantu ternyata sudah tahu cukup lama , dia sudah mempersiapkan segala nya ! ''
'' Pantas dia melarang Kaila menekan tempat lilin itu , aish kurang nya perkara nya membuat orang tanpa sadar celaka ! '' Ujar Keith .
Louis mendengus dan mata nya menyipit.
'' Ada yang aneh di sini , seolah kita di Bimbing masuk oleh seseorang . Apakah gadis hantu itu sudah menebak segalanya dari awal '' Seru Louis .
Keith berpikir sebentar , dia selalu menganggap Viyona aneh dan misterius .Dia tidak hanya bicara kecuali penting , dan yang aneh dia bisa melakukan apapun sesuka hati bila berada di kelas . Beberapa guru mengabaikan nya , apakah hanya karena dia keponakan kepala sekolah.
'' Kita tidak bisa berspekulasi macam-macam saat ini , yang terpenting bagaimana keadaan kelompok lain . Kita masuk ke dalam jebakan orang lain tanpa kita sadari , semoga beberapa teman sekelas kita baik-baik saja ! '' Seru Keith tapi wajah nya sedikit muram .
Rika hanya menyaksikan kedua orang ini berbicara , karena dia tidak mengerti inti dari perkataan kedua orang ini.
Di Lain Sisi
Tap ......
Viyona langsung turun setelah bergelantungan cukup lama , di melirik ke sekeliling nya . Sudah pasti ada banyak mekanisme di sini , jadi dia harus menemukan salah satu yang aman . setelah berputar sebanyak 5 kali mengelilingi gedung , dia memperhatikan beberapa benda yang tidak menarik . Salah satu nya tempat lilin yang di tekan Kaila , dan yang lain nya ialah lukisan pemandangan yang tidak jauh berada di tempat nya .
__ADS_1
'' Ku harap pikiran ku benar ! '' Seru Viyona.
Drit.......
Setelah Mengamati cukup lama , Viyona menggeser lukisan itu searah jarum jam . Benar saja di balik lukisan terdapat sebuah tombol , saat Viyona menekan nya tembok tempat melekatnya lukisan bergetar .
Syut .....
Tembok itu bergerak dan membuat Viyona menghilang, kini dia muncul di sebuah tempat yang mengejutkan . Ruangan di depan nya adalah ruang pesta , lampu besar kristal tergantung di atas dan berkelap-kelip . Ruangan pesta itu bergaya Eropa kuno , yang menarik bagi Viyona adalah singgasana di atas .
'' Ternyata di sini ada penghuninya ! '' Ujar Viyona .
Melihat ke sekitarnya yang sepi , Viyona memikirkan sesuatu .
'' Lantai 3 ini adalah pertengahan dari gedung ini , jangan bilang setiap lantai di gedung mengarah ke mari ! ''
Tak ....Tak ....Tak
Viyona merasa ada orang yang akan kemari , dia langsung bersembunyi di sebuah tiang .
Sebuah suara yang menggelitik terdengar di telinga Viyona .
Viyona tidak berani bergerak sembarangan , karena seperti nya sosok itu tengah kesal . Seperti yang dia duga , bahwa tempat ini sebenarnya adalah jebakan . Cerita hantu itu Ternyata hanyalah tipuan belaka , remaja bau tak kenal takut pasti lah tertarik .
'' Aih , mengapa lokasi nya menghilang . Seperti nya harus memeriksa ulang Kameranya pengawasan ! '' Ujar nya riang.
Sosok itu berjalan sambil melompat-lompat Dengan bahagia , dia berjalan ke luar dan hendak pergi ke ruang pengawasan . Viyona selalu waspada selama dia mengikuti sosok itu , sosok itu berhenti di Depan sebuah pintu yang ternyata hanya bisa di buka dengan sidik jari dari sosok itu .
Derit ....
Pintu itu terbuka dan sosok itu langsung masuk ke sana , tapi sebelum Viyona dapat masuk juga pintu itu langsung terkunci .
'' Tsk , ini merepotkan ! ''
Viyona melirik ponsel nya yang tadi mati , selama dia masuk ke gedung sinyal nya terganggu . Ternyata sudah berfungsi lagi , apakah orang itu bodoh seharusnya dia melebarkan area pengacau sinyal nya di aula ini . Viyona bersembunyi di balik tiang , seperti nya dia tengah memasuki ruang pengawasan . Ia berharap kali ini sempat , dia harus segera menghapus rekaman pengawasan sebelum sosok itu menyadari nya .
Viyona memainkan jari-jari lentik nya pada keyboard ponsel , berbagai program langsung membanjiri ponsel nya . Data-data itu bergerak sangat cepat , deretan angka beserta simbol tidak luput dari penglihatan Viyona .
Ding ......
'' Sistem berhasil di ambil alih ! ''
__ADS_1
Viyona menghela nafas lega , tapi mengapa orang ini begitu bodoh . Walaupun Viyona tidak meragukan kemampuan nya sendiri , akan tetapi ini terlalu mudah atau karena ini berbeda dengan para iblis gila itu . Hah .... Julukan iblis gila memang cocok untuk mereka .
Gerbang
Tap .....Tap ....
Sosok seorang laki-laki tengah berjalan menuju gedung Terbengkalai , dia memiliki senyum yang mempesona bak seorang dewa . Namun mata nya terkulai , dia mencabut sebuah bendera tidak jauh dari tempat nya .
'' Ha .... Ada anak kecil masuk rupa nya , mereka benar-benar akan jadi beban ! ''
Drt .....drt ....
Ponsel nya bergetar , dan dia melirik siapa yang menelpon nya . Ia tersenyum menyeringai dan mengangkat telepon itu .
'' Yo ..... Mengapa mengabariku sekarang !''
Orang di seberang telepon mendengus .
'' Sudah tertangkap atau belum ? ''
Sosok laki-laki itu terkekeh , senyuman lembut itu memiliki seringai seperti iblis
'' Sebentar lagi ! , Tapi ini merepotkan beberapa cacing juga ikut masuk kemari !'' Keluh nya .
Orang di seberang telepon terdiam untuk sementara waktu.
'' Cacing ? , Kau terlalu lama . Memang nya sebanyak apa sih pengacau itu !? ''
Sosok laki-laki itu menatap ke arah gedung Terbengkalai , dia menjilat sudut mulut nya .
'' Belasan cacing-cacing kecil , dan seorang mawar berduri ! '' Seru nya .
'' Terserah apa pun yang hendak kamu lakukan , tapi kita tidak bisa menyakiti para cacing bodoh itu bukan ! . Kita kan orang nya taat hukum '' Seru nya menyeringai.
Laki-laki itu tersenyum sangat cerah , tapi siapa tahu senyuman nya itu lebih mirip seringai kejam .
'' Tak tahu apa , tapi mengapa gedung Terbengkalai ini sangat menarik . Sesuatu yang menarik pasti tersimpan di dalam sini ! , Hei aku tak perlu menikam target sampai mati kan hanya boleh menusuk nya sedikit ! '' Seru nya .
'' Terserah lakukan segera ! '' Pinta orang dari seberang telepon .
Bip ...Bip ....
__ADS_1